Warga Desa Lumban Sialaman Kecewa Berat, Pemerintah Dinilai Pilih Kasih dalam Pembangunan
Paranginan (Humbahas), suararepubliknews.com – Jalan utama di Desa Lumban Sialaman, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) masih dalam kondisi memprihatinkan. Bertahun-tahun rusak tanpa perbaikan berarti, akses jalan ini menjadi saksi bisu ketidakadilan yang dirasakan warga. Warga menuding pemerintah daerah pilih kasih dan tidak menganggap desa mereka sebagai prioritas.
Kondisi jalan penuh lubang, licin saat hujan, dan berlumpur parah di beberapa titik. Padahal, jalan tersebut bukan hanya akses vital antar-desa, tetapi juga jalur utama bagi petani untuk mengangkut hasil bumi menuju pasar Siborongborong dan kecamatan Lintongnihuta. Warga pun semakin frustasi karena usaha mereka untuk mendorong perbaikan terus menemui jalan buntu.
“Kami merasa seperti anak tiri. Pemkab Humbahas seolah menutup mata. Kami sudah lelah menyuarakan ini setiap Musrenbang, tapi hasilnya nihil,” ujar seorang warga, penuh kekecewaan.
Musrenbang Hanya Formalitas, Warga Merasa Dikhianati
Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang seharusnya menjadi ruang aspirasi, bagi warga Lumban Sialaman, hanya formalitas belaka. Kepala Desa Lumban Sialaman, Betman Siburian, mengaku sudah berulang kali mengajukan usulan perbaikan jalan dalam setiap Musrenbang, tetapi hingga kini tidak ada tindak lanjut yang berarti.

“Tiap tahun selalu kami ajukan. Tapi sampai sekarang, jalannya masih seperti ini, penuh lubang dan lumpur. Kami hanya bisa menunggu, tapi entah sampai kapan,” ungkap Betman dengan nada pasrah.
Janji Pembangunan Hanya Setengah Hati
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa pada tahun 2021, Pemkab Humbahas sempat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 juta untuk perbaikan jalan di desa ini. Ironisnya, dana tersebut tidak pernah direalisasikan hingga tahun 2023. Perbaikan kecil sepanjang 700 meter baru dilakukan pada 2023, namun jauh dari harapan.
Menurut warga, sisa jalan sepanjang 1.800 meter yang masih rusak parah seolah tidak menjadi prioritas. Hingga Desember 2024, tidak ada tanda-tanda proyek lanjutan, meski sebelumnya pemerintah menjanjikan kelanjutan perbaikan pada tahun ini.
“Mereka hanya memperbaiki sedikit. Sisanya dibiarkan rusak. Anggaran selalu jadi alasan, padahal desa lain bisa dibangun jalannya sampai mulus,” kata seorang warga, dengan nada kecewa.
Ketua Kelompok Tani: Pemerintah Tidak Netral, Pilih Kasih!
Kemarahan warga semakin memuncak. Maringan Siburian, Ketua Kelompok Tani West, dengan tegas mengecam sikap Pemkab Humbahas yang dianggap tidak netral dalam pembangunan infrastruktur. Menurutnya, jalan di desa-desa lain, bahkan yang menuju perkebunan, sudah diperbaiki menggunakan dana APBD. Namun, Desa Lumban Sialaman masih diabaikan.
“Ini jelas pilih kasih! Desa lain jalannya bagus, ke kebun pun mulus. Tapi kami? Jalan utama saja hancur. Pemkab Humbahas tidak adil dan tidak peduli dengan kami,” tegas Maringan dengan nada tinggi.
Maringan juga menuding pemerintah daerah hanya mengutamakan desa yang dianggap strategis, sementara desa kecil seperti Lumban Sialaman dikesampingkan.
“Kalau begini terus, kapan kami bisa maju? Petani di sini butuh akses jalan yang layak untuk mengangkut hasil panen. Tapi pemerintah sepertinya tidak peduli,” imbuhnya dengan penuh emosi.
Desakan Warga: Jangan Hanya Janji, Realisasikan!
Warga kini menuntut kepastian dari Pemkab Humbahas. Mereka berharap pemerintah tidak lagi menjadikan anggaran sebagai alasan dan segera melanjutkan perbaikan jalan yang tertunda. Kondisi jalan yang buruk bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga.
“Kami tidak butuh janji. Kami butuh aksi nyata. Jangan terus-menerus mempermainkan kami dengan alasan klasik,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat Desa Lumban Sialaman kini menunggu janji Pemkab Humbahas. Mereka berharap tahun 2024 menjadi titik balik, di mana jalan utama desa mereka akhirnya diperbaiki secara tuntas dan tidak lagi menjadi bahan janji politik.
Pewarta: Demak Siburian
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024











