Home / Tak Berkategori

Senin, 23 September 2024 - 04:40 WIB

Kapolda Metro Jaya Janji Ungkap Tuntas Kematian 7 Pria di Kali Bekasi, Diduga Akibat Tawuran

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, berjanji akan mengungkap secara terang benderang kasus kematian tujuh orang pria yang ditemukan mengambang di aliran Kali Bekasi, Jawa Bara

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, berjanji akan mengungkap secara terang benderang kasus kematian tujuh orang pria yang ditemukan mengambang di aliran Kali Bekasi, Jawa Bara

Kematian Misterius di Kali Bekasi: Investigasi Mendalam oleh Polri, Diduga Terkait Aksi Tawuran

Bekasi, suararepubliknews.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, berjanji akan mengungkap secara terang benderang kasus kematian tujuh orang pria yang ditemukan mengambang di aliran Kali Bekasi, Jawa Barat. Karyoto menyatakan komitmennya untuk menindak tegas siapapun yang terbukti bersalah dalam kejadian tragis tersebut.

“Kami akan melihat jika memang ada kelalaian dari pihak tertentu, kami akan meminta pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” kata Karyoto, Minggu (22/9/2024).

Karyoto mengungkapkan bahwa dari keterangan awal saksi, ada dugaan bahwa kematian ketujuh pria ini berkaitan dengan aksi tawuran. Ia menambahkan, saat patroli polisi melintas, para korban diduga sengaja menceburkan diri ke sungai karena ketakutan terhadap petugas.

Klarifikasi dari Saksi: Tawuran dan Kepanikan di Kali Bekasi

Menurut informasi yang diterima Karyoto, peristiwa ini terjadi ketika beberapa orang merasa terancam saat ada patroli polisi yang lewat. Rasa takut membuat mereka menceburkan diri ke sungai.

“Dari keterangan saksi, mereka menceburkan diri ke sungai karena adanya patroli yang mungkin menegur mereka. Kami sedang mendalami sejauh mana teguran tersebut,” tambahnya. Saat ini, investigasi lebih lanjut dilakukan oleh Propam untuk mendalami keterangan saksi tersebut.

Transparansi Investigasi: Libatkan Propam dan Kompolnas

Karyoto menegaskan bahwa penyelidikan terhadap kematian tujuh pria ini akan dilakukan dengan transparansi penuh. Mabes Polri dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) akan turut dilibatkan dalam penyelidikan untuk menjamin keadilan dan keterbukaan informasi.

“Kami tidak akan menutup-nutupi. Apapun yang terjadi akan diungkap secara terbuka. Kami juga melibatkan Propam Mabes Polri dan Kompolnas untuk mendalami kasus ini,” ujar Karyoto.

Meski begitu, Karyoto belum bisa memberikan kesimpulan pasti terkait penyebab kematian para korban. Menurutnya, saat ini keterangan dari berbagai pihak masih dikumpulkan, termasuk hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saya belum bisa menyimpulkan apapun saat ini karena kami masih dalam proses pengumpulan informasi dan keterangan,” tegasnya.

Kronologi Penemuan Jenazah oleh Warga: Kesaksian Komunitas Kucing

Penemuan jenazah di Kali Bekasi menghebohkan warga setempat. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Priadi Santoso, menjelaskan kronologi penemuan mayat tersebut. Awalnya, seorang warga berinisial ES (64) diberitahu oleh sekelompok ibu-ibu komunitas pencinta kucing yang sedang mencari kucing mereka yang hilang di sekitar aliran kali.

“Ibu-ibu tersebut sedang mencari kucing Angora yang hilang ketika mereka melihat mayat di kali,” ungkap Priadi, Minggu (22/9/2024).

Warga lainnya, MS (61), kemudian mengecek lokasi tersebut dan menemukan lima jenazah mengambang di aliran kali. ES segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Jatiasih, Koramil, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Polsek Jatiasih yang dipimpin oleh Kapolsek, ditemukan dua jenazah lainnya di lokasi yang sama. Total tujuh jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini, tujuh jenazah sudah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutup Priadi.**

Share :

Baca Juga

Koq Bisa Pukul Muka Patah Kaki, Saksi Ahli Berpendapat Surat Visum tidak Bisa Dijadikan Alat Bukti
Warga Desa Kerta Segel Kantor Desa, Desak Penyelidikan Terhadap Kepala Desa.

Banten

HIPPAS Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Beragam Lomba
Reklame Duta Indah Starhub Berdiri Tegak Tanpa Ijin, Pemkot Tangerang Diminta Bertindak Tegas
Bupati Humbahas Ucapkan “Terima Kasih Atas Capaian 100,%” di Desa Dolok Margu Pelaksaan Sub PIN Polio Tahap II
Apel Gabungan Polda Maluku, Kapolda : Tingkatkan Soliditas Internal dan Sinergisitas Instansi Terkait
Jumat Curhat, Kapolsek Tehoru Sampaikan Pesan Kamtibmas
Sering Melihat Mama Wendius Berjalan Tanpa Alas Kaki, Satgas Yonif Mekanis 203/AK Berikan Sepatu

Contact Us