Home / Tak Berkategori

Kamis, 5 Desember 2024 - 16:19 WIB

Kepsek SMKN 4 Kota Tangerang Bantah Isu Soal Dana BOS, Tegaskan Komitmen Terhadap Transparansi

Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Tangerang, Dedih Rustandi, S.Pd.,

Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Tangerang, Dedih Rustandi, S.Pd.,

Dedih Rustandi: “Berita yang Tidak Benar Berpotensi Cemarkan Nama Baik Saya”

Kota Tangerang, suararepubliknews.com – Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Tangerang, Dedih Rustandi, S.Pd., memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di beberapa portal media online yang menyebutkan dirinya “selalu menghindar dari pertanyaan soal penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).” Dalam jumpa pers pada Kamis, 5 Desember 2024, Dedih dengan tegas membantah tudingan tersebut, menyebutnya tidak berdasarkan fakta dan berpotensi mencemarkan nama baik.

Kronologi Klarifikasi Dedih Rustandi

Dedih menjelaskan bahwa tudingan dirinya menghindar tidak benar adanya. Ia menegaskan bahwa pihak sekolah selalu bersikap kooperatif terhadap media dan lembaga. Menurutnya, jika ada ketidakhadiran dirinya pada beberapa kesempatan, hal itu disebabkan oleh agenda kerja di luar sekolah yang tak dapat dihindari.

“Kami tidak pernah menutup diri atau menghindar dari rekan-rekan media maupun lembaga. Ada kalanya saya memiliki agenda penting di luar sekolah, dan itu murni kebetulan, bukan disengaja untuk menghindari siapa pun,” ungkap Dedih.

Dedih memaparkan kronologi interaksi dengan wartawan dari Media Polisi News:

  1. 18 November 2024: Wartawan datang ke sekolah, namun Dedih sedang menghadiri kegiatan di Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV). Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana menerima kunjungan tersebut dengan baik dan memberikan penjelasan yang diperlukan.
  2. 20 November 2024: Kunjungan kedua dilakukan, tetapi Dedih sedang menghadiri penyambutan Wakil Presiden RI di SMKN 3 Kota Tangerang. Lagi-lagi, Wakil Kepala Sekolah menjadi perwakilan sekolah.
  3. 2 Desember 2024: Wartawan datang kembali, tetapi Dedih tengah menghadiri acara terkait Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa.
  4. Dedih juga menegaskan bahwa meskipun sempat terjadi keterlambatan dalam membalas surat konfirmasi terkait penggunaan dana BOS, pihak sekolah telah memberikan klarifikasi secara tertulis.

“Menghindar” Tidak Sesuai Fakta

Dedih merasa penggunaan istilah “menghindar” dalam pemberitaan tidak sesuai fakta.

“Kalau saya disebut menghindar, berarti saya sengaja pergi saat tahu ada yang datang. Nyatanya, saya punya agenda kerja yang sudah terjadwal. Tudingan ini jelas tidak berdasar,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pemberitaan di beberapa media online yang menyebut dirinya menghindar adalah fitnah dan dapat mencoreng nama baiknya.

“Saya baru menjabat sebagai Kepala Sekolah definitif sejak Agustus 2024. Saya selalu berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang baik dengan media dan lembaga, karena mereka adalah mitra penting dalam pengawasan yang berkesinambungan,” ujarnya.

Ajakan untuk Profesionalisme Media

Di akhir pernyataannya, Dedih mengajak rekan-rekan media untuk menjalankan tugas jurnalistik secara bijak dan profesional.

“Tulislah berita yang faktual dan sesuai kode etik jurnalistik. Jangan sampai pemberitaan yang tidak benar mencederai moral dan nama baik seseorang,” tutupnya.

Pewarta: Red
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Serahkan Bantuan ( Gerobak Motor (Baktor) kepada Ketua RW dan RT di Kota Bekasi.
Ketua HMI cabang Namlea Afa Fatsey dan pemgurus Cabang HMI Namlea Bersliturahmi dengan Kapolres Buru
Brimob Sebar Ratusan Anggota ke Titik Banjir Jabodetabek, Evakuasi Anak-Lansia

Maluku

Polda Maluku Apresiasi Festival Benteng Victoria: Tingkatkan Pariwisata dan Perekonomian Masyarakat

Jawa Barat

Polresta Cirebon Ungkap 7 Kasus Narkoba Selama April 2025, 9 Tersangka Diamankan
Manchester City Juara Community Shield Setelah Drama Adu Penalti Mengalahkan Manchester United
Polsek Tehoru Bagikan Bingkisan Ramadhan Kepada Warakauri Polri
Topan Melanda Pedesaan Pesisir dan Memutus Aliran Listrik di Bangladesh, Sehingga 800.000 Orang Harus Mengungsi

Contact Us