Home / Tak Berkategori

Senin, 2 September 2024 - 21:17 WIB

Konstruksi Jalan Borobudur Raya Perumnas Dua Tangerang Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi: Warga Keluhkan Kualitas Proyek Betonisasi

Proyek yang diharapkan bisa memperbaiki kondisi jalan sepanjang 200 meter lebih ini, ternyata dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan tidak memenuhi standar kualitas yang semestinya

Proyek yang diharapkan bisa memperbaiki kondisi jalan sepanjang 200 meter lebih ini, ternyata dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan tidak memenuhi standar kualitas yang semestinya

Warga Geram, Proyek Jalan yang Lama Dinantikan Justru Dikerjakan Asal-Asalan dan Tidak Menggunakan Rangka Besi Standar

Tangerang, suararepubliknews.com – Proyek perbaikan jalan Borobudur Raya di kawasan Perumnas Dua, Tangerang kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat. Setelah mengalami kerusakan cukup lama, harapan warga akan perbaikan yang memadai justru berakhir dengan kekecewaan. Proyek yang diharapkan bisa memperbaiki kondisi jalan sepanjang 200 meter lebih ini, ternyata dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan tidak memenuhi standar kualitas yang semestinya.

Pengerjaan Jalan Dinilai Lambat dan Tidak Sesuai Spesifikasi

Warga Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua menyampaikan kekecewaannya atas kualitas konstruksi jalan yang dikerjakan oleh PT Sentra Wahana Utama.

 

Mereka menilai bahwa proyek betonisasi jalan ini tidak dilengkapi dengan rangka besi, yang seharusnya menjadi elemen penting dalam memperkuat struktur beton jalan, terutama di kawasan yang dilalui kendaraan bertonase tinggi. Guntur Hutabarat, Ketua DPD LSM GARUDA, mengungkapkan bahwa pengerjaan proyek tersebut dilakukan dengan lambat dan tanpa memperhatikan aspek teknis yang penting.

“Bagaimana tidak cepat rusak? Jalan ini dilalui kendaraan bertonase tinggi setiap harinya, tetapi hanya dicor tanpa menggunakan rangka besi. Saya melihat langsung, pengecorannya dilakukan pada malam hari dan tidak ada rangka besinya, yang ada hanya besi untuk sambungan beton saja,” kata Guntur Hutabarat kepada Suara Republik, Jumat (27/7/2024) pukul 22:44.

Diduga Ada Penyimpangan dalam Proyek: Warga Khawatir Jalan Cepat Rusak

Senada dengan Guntur, salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, dengan inisial (I), juga menduga adanya penyimpangan dalam proses pengerjaan proyek tersebut. Ia menilai pengurangan besi dalam konstruksi beton merupakan hal yang sangat merugikan, karena tanpa rangka besi, beton tidak akan cukup kuat untuk menahan beban kendaraan yang berat.

“Dengan pemasangan rangka besi, beton akan terikat dan lebih kuat. Jadi, kondisi jalan tidak cepat mengalami penurunan meskipun dilalui kendaraan bertonase tinggi. Tetapi kalau tanpa rangka besi, kami jelas khawatir jalan ini cepat rusak,” ungkapnya. Warga juga menambahkan bahwa kondisi jalan yang rusak parah sudah menjadi keluhan lama, dan mereka tidak ingin kembali kecewa dengan pembangunan jalan yang dilakukan secara asal-asalan.

Investigasi LSM GARUDA: Proyek Dikerjakan Tanpa Rangka Besi di Banyak Titik

LSM GARUDA yang melakukan pemantauan di lapangan, mendapati bahwa proyek pengerjaan jalan Borobudur Raya – Perumnas Dua ini memang tidak menggunakan rangka besi secara penuh. Pekerja hanya memasang rangka besi pada sisi-sisi konstruksi beton untuk menyambung antara beton yang lebih dulu dikerjakan dengan beton yang baru. Hal ini juga diakui oleh salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya. “Ada yang pakai rangka besi, ada juga yang tidak, mas. Yang di sini memang tidak pakai rangka besi,” ujar pekerja yang saat itu tengah melakukan pengecoran di lingkungan Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua.

Pihak Kontraktor Membantah: Klaim Proyek Sesuai Desain

Di sisi lain, pihak kontraktor proyek, PT Sentra Wahana Utama, membantah tudingan bahwa pengerjaan proyek betonisasi jalan Borobudur Raya – Perumnas Dua tidak sesuai spesifikasi.

 

Perwakilan kontraktor, Hutagalung, menyatakan bahwa mereka telah melaksanakan proyek tersebut sesuai dengan desain yang telah ditetapkan. “Prinsipnya kembali ke desain-nya. Kami mengerjakan sesuai desain, tidak semua konstruksi jalan menggunakan besi,” bantah Hutagalung melalui telepon genggamnya.

Warga Masih Menanti Penyelesaian yang Memadai

Dengan munculnya berbagai keluhan dan tudingan terhadap proyek ini, masyarakat masih menanti penyelesaian yang memadai dan sesuai standar. Harapan mereka adalah agar proyek ini dapat memberikan hasil yang tahan lama, bukan justru menambah masalah baru yang bisa berujung pada kondisi jalan yang kembali rusak dalam waktu singkat. Pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk memastikan kualitas konstruksi dan transparansi dalam setiap proses pengerjaannya, demi kesejahteraan warga dan kelancaran aktivitas di kawasan tersebut. (Gun/Red)

Share :

Baca Juga

Pergantian Tahun 2023 Berhasil Diamankan Oleh Polres Cirebon Kota Secara Kondusif

Jawa Barat

Polresta Cirebon Segel Tambang Galian C Diduga Ilegal di Beber, Langkah Tegas Cegah Bencana dan Pelanggaran Hukum
Tim SAR Brimob Polda Jabar Evakuasi Korban Banjir di Dayeuh Kolot, Bandung
Sinergitas TNI-POLRI, Kapolsek Depok dan Danramil Beri Pesan Kamtibmas

Jawa Barat

Terima Kunjungan Komisi VIII DPR RI, Pemkot Cirebon Pastikan Siswa Sekolah Rakyat Cerdas Akademis dan Terlindungi Sosial
Polresta Cirebon Sita Puluhan Botol Miras dari Razia di Kecamatan Sumber

Buru

Hariyono Kembali Di Sorot Mengenai Kredit Bank 100 juta Tanpa Di Ketahui BPD.
Jaksa Agung dan Kepala BPOM Perkuat Sinergi, Fokus pada Pencegahan Korupsi dan Good Governance

Contact Us