Home / Tak Berkategori

Senin, 4 November 2024 - 13:11 WIB

Korea Utara Tanggapi Keras Kritik PBB Terkait Peluncuran Rudal Balistik

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Foto: Anadolu

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Foto: Anadolu

Pyongyang Tegaskan Hak untuk Pertahanan Diri di Tengah Kecaman Internasional

Pyongyang, suararepubliknews.com – Korea Utara secara tegas menolak kritik yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terhadap peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru mereka. Pernyataan keras ini disampaikan oleh Kim Yo Jong, pejabat senior sekaligus saudara perempuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang menyatakan bahwa kritik PBB adalah sikap

“tidak adil dan penuh prasangka” terhadap hak negara mereka untuk mempertahankan diri.

Kritik Terhadap PBB dan Seruan untuk Netralitas

Pada Kamis (31/10), dikutip dari media Anadolu, Guterres mengecam peluncuran rudal tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dan menyerukan de-eskalasi serta dialog. Namun, tanggapan Korea Utara tidak kalah keras. Kim Yo Jong menegaskan bahwa PBB seharusnya bersikap netral dan tidak berpihak dalam menjalankan tugasnya.

“Kami tidak akan mentolerir upaya apa pun yang mengancam keamanan nasional kami,” tegas Kim dalam pernyataan yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Respon Keras Terhadap Rencana Pertemuan Dewan Keamanan

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Korea Utara juga mengkritik rencana pertemuan Dewan Keamanan PBB yang akan membahas peluncuran rudal tersebut. Pyongyang menganggap pertemuan ini sebagai upaya tekanan yang akan memperkuat tekad mereka untuk meningkatkan kapasitas militer demi menyeimbangkan kekuatan di kawasan.

“Kami akan melanjutkan upaya praktis untuk menahan ancaman militer dari kekuatan-kekuatan yang bermusuhan,” ujar juru bicara kementerian tersebut.

Peluncuran Rudal Hwasongpho-19 dan Tanggapan Internasional

Pada Jumat (01/11), Korea Utara mengumumkan peluncuran “versi pamungkas” rudal ICBM Hwasongpho-19, yang menandai peningkatan signifikan dalam program misil mereka. Peluncuran ini memicu respons dari Seoul, yang menjatuhkan sanksi terhadap empat entitas dan 11 individu Korea Utara yang terlibat dalam pengadaan komponen rudal balistik.

Sebagai langkah lanjutan, Korea Selatan dan Amerika Serikat mengadakan latihan serangan pesawat tak berawak bersama untuk pertama kalinya, menunjukkan peningkatan kerjasama militer di tengah ancaman yang terus berkembang dari Korea Utara.

Pewarta: Stg
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Hadiri Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Istana Merdeka

Banten

Jembatan Wanasalam-Malingping Ambruk, 4 Pelajar SMP Terluka

Maluku

“Jumat Keliling”, Kapolda Maluku  Sholat Jumat Bersama Warga  Masjid Alim Pattimura Ambon, Wujud Tanggung Jawab Moral Kepada Masyarakat.
(PJ) Bupati Aceh Barat Melaksanakan Sholat Idul Fitri Bersama dengan Forkompinda
Rapat dengar Pendapat PABPDSI Lebak, Ketua DPRD Janji Prioritaskan Pembentukan Perda BPD Tahun 2023.

Maluku

Polisi Amankan Pelaku Pembacokan di Batu Merah Ambon, Situasi Kamtibmas Kondusif
Respon Cepat Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Amankan Gerombolan Remaja Terlibat Tawuran
Realisasikan Dana Desa,Pemerintah Desa Tanjungsari Indah Pokus Bangun Jalan Poros Desa

Contact Us