Home / Tak Berkategori

Senin, 16 September 2024 - 09:42 WIB

Kualitas Udara Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat, Peringkat Kedua Terburuk di Dunia pada Senin Pagi

Kualitas udara di Jakarta pada Senin pagi (15/9) tercatat dalam kategori tidak sehat dan menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia

Kualitas udara di Jakarta pada Senin pagi (15/9) tercatat dalam kategori tidak sehat dan menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia

Indeks Kualitas Udara Jakarta Tercatat 148, Situs Pemantau Menyarankan Warga Menghindari Aktivitas di Luar Ruangan untuk Menjaga Kesehatan

Jakarta, suararepubliknews.com – Kualitas udara di Jakarta pada Senin pagi (15/9) tercatat dalam kategori tidak sehat dan menduduki peringkat kedua sebagai kota dengan udara terburuk di dunia, menurut data dari situs pemantau kualitas udara IQAir. Pada pukul 05.30 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai angka 148, dengan konsentrasi polusi udara PM2.5 sebesar 54,5 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut menempatkan Jakarta di posisi yang sangat mengkhawatirkan bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Indeks Kualitas Udara: Penjelasan dan Dampaknya

Indeks kualitas udara (AQI) dengan nilai 148 masuk ke dalam kategori tidak sehat, di mana kualitas udara tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan manusia, terutama kelompok sensitif. Selain manusia, hewan yang sensitif serta tumbuhan juga berpotensi mengalami kerusakan, bahkan nilai estetika lingkungan pun dapat terganggu akibat tingginya polusi.

Berdasarkan standar kategori yang digunakan oleh IQAir, kualitas udara yang baik memiliki PM2.5 dalam rentang 0-50, yang tidak berdampak buruk bagi kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, ataupun lingkungan secara keseluruhan. Sedangkan, kategori sedang dengan PM2.5 dalam rentang 51-100 hanya mempengaruhi tumbuhan sensitif dan nilai estetika tanpa berdampak pada kesehatan manusia.

Namun, ketika indeks AQI mencapai angka antara 200 hingga 299, kualitas udara sudah masuk kategori sangat tidak sehat. Pada level ini, udara dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi beberapa segmen populasi. Jika mencapai angka antara 300 hingga 500, udara dianggap berbahaya, yang dapat menyebabkan risiko kesehatan serius bagi seluruh populasi.

Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Pada hari yang sama, kota Lahore, Pakistan, menempati peringkat pertama dengan indeks kualitas udara 176, menjadikannya kota dengan udara terburuk di dunia. Di peringkat ketiga adalah Delhi, India, dengan indeks 132, disusul oleh Tashkent, Uzbekistan, juga dengan indeks 132. Dubai, Uni Emirat Arab, berada di peringkat kelima dengan nilai 132, sementara Kuching, Malaysia, mencatat indeks 117 dan menduduki posisi keenam.

Rekomendasi untuk Warga Jakarta: Hindari Aktivitas di Luar Ruangan

Melihat kondisi kualitas udara yang semakin memburuk, situs IQAir memberikan rekomendasi penting bagi warga Jakarta. Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan terhadap polusi udara yang berbahaya. Jika harus keluar, disarankan menggunakan masker untuk melindungi diri dari partikel polusi berbahaya. Selain itu, warga diminta menutup jendela rumah untuk mencegah udara kotor masuk ke dalam ruangan.

Inisiatif DKI Jakarta: Pemantauan Kualitas Udara yang Lebih Terintegrasi

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah meluncurkan platform pemantau kualitas udara terintegrasi yang didukung oleh 31 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di seluruh wilayah metropolitan. Data yang dikumpulkan oleh stasiun pemantau ini ditampilkan melalui platform tersebut, memberikan informasi yang lebih akurat dan sesuai dengan standar nasional yang berlaku.

Platform ini tidak hanya mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, namun juga melibatkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, serta Vital Strategies. Langkah ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kualitas udara di Jakarta, sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Kualitas udara yang buruk di Jakarta menjadi perhatian serius, terutama bagi mereka yang rentan terhadap dampak polusi udara. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini, baik melalui kebijakan lingkungan yang lebih ketat maupun perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. **

Share :

Baca Juga

Maluku

Polresta Ambon Gelar Police Goes To School di SMAN 9 Ambon, Sampaikan Pesan Kamtibmas
Kapolda Jabar Hadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi: Persiapan Musim Hujan dan Dukungan Pilkada Serentak 2024
Prediksi Sengit Austria vs Slovenia: Duel Penentu Nasib di UEFA Nations League

Daerah

Sinergi Tiga Pilar Banyumas Apel dan Patroli Skala Besar Menjaga Kondusifitas Banyumas

Maluku

Kapolda Pimpin Upacara Serah Terima Jabat Wakapolda Maluku
Diduga Berdiri Beberapa Tangunan di Atas Lahan Milik Orang Lain di Dusun IV Desa Helvetia
Dosmar Banjarnahor Hadiri Rakornas 2024: Presiden Prabowo Bicara Tentang Keberagaman dan Kekayaan Indonesia
Presiden Kunjungi Batang, Danrem 071/Wijayakusuma Pantau Bangsit

Contact Us