Home / Tak Berkategori

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:51 WIB

Kuota Siswa Berubah, Masyarakat Bekasi Resah

Kuota yang semula diumumkan 97 siswa, ternyata berkurang menjadi 94 setelah pendaftaran ulang

Kuota yang semula diumumkan 97 siswa, ternyata berkurang menjadi 94 setelah pendaftaran ulang

Bekasi, suararepubliknews.com – Rabu, 17 Juli 2024, Masyarakat Bekasi kembali dihebohkan dengan perubahan kuota siswa baru di SMAN 4 Kota Bekasi yang menimbulkan keresahan. Kuota yang semula diumumkan 97 siswa, ternyata berkurang menjadi 94 setelah pendaftaran ulang. Hal ini terjadi karena tiga siswa memilih mundur dengan alasan jarak rumah yang jauh dan diterima di sekolah lain, baik sekolah negeri maupun swasta.

Perbedaan Data dan Keterbukaan Informasi

Rusti, Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Bekasi, menjelaskan bahwa perubahan jumlah siswa tersebut telah dilaporkan melalui aplikasi PPDB Jalur Prestasi. “Aman bang, jadi 97 kuota setelah daftar ulang ada 3 yang mundur alasan jauh dari rumah dan sudah diterima di sekolah lain man dan sekolah swasta. Jadi setelah kami laporkan di aplikasi muncul 94 karena ada 3 yang mundur, begitu,” ujarnya.

Perlunya Validasi Data

Menanggapi hal ini, Ketua Dewan Pendidikan Jawa Barat, Amung Makmun, menyarankan untuk menelusuri lebih lanjut nama-nama siswa yang mundur tersebut guna memastikan keakuratan data. “Dapat ditelusuri lebih jauh tiga orang nama-nama yang mundur itu memang ada dan betul karena masalah jauh dari rumah dan sudah diterima di MAN dan/atau sekolah swasta untuk validasi. Hal ini untuk menjaga keakuratan data,” ucap Amung.

Selain itu, Amung juga menekankan pentingnya memperhatikan siapa pengganti dari siswa yang mundur tersebut serta bagaimana mekanisme pengisiannya agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.

Tanggapan Inspektorat Jawa Barat

Idam, Sekretaris Inspektorat (APIP) Jawa Barat, memberikan tanggapan singkat mengenai masalah ini. “Hatur nuhun infonya, bisa jadi bahan konfirmasi ke Kadisdik Jabar,” katanya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pihak Inspektorat akan melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk memastikan transparansi dan akurasi data penerimaan siswa baru.

Keresahan Masyarakat dan Pentingnya Transparansi

Perubahan data kuota siswa baru ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat Bekasi. Orang tua siswa mengharapkan adanya transparansi dan keterbukaan informasi dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan agar tidak menimbulkan kebingungan dan kecurigaan. Kejelasan mengenai proses pengisian kuota yang kosong juga menjadi perhatian penting agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Transparansi dan akurasi data dalam penerimaan siswa baru sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas dan valid kepada masyarakat untuk menghindari keresahan yang tidak perlu. (Warni)

Share :

Baca Juga

Dinsos Tangsel Tarik Kembali Barang Yang Sudah Kadaluarsa Dan Digantikan Dengan Barang Baru

Jawa Barat

Polresta Cirebon Gelar Pengecekan Kesiapan Sarana dan Prasarana Dalam Rangka Operasi Ketupat Lodaya 2026
PJKA Tanah Abang Tutup Akses ke TPS Tanah Abang Tanpa Koordinasi Dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
Lodaya Siliwangi Ride 2024 Siap Digelar: 679 Peserta Siap Tempuh 141 Kilometer dari Tasikmalaya ke Pangandaran

Banten

Dianggap Tak Terbuka, Kepengurusan Bumdes Balekambang Mancak Digugat Warga.
Kapolri Ungkap Strategi Cegah Kebocoran Anggaran Negara Sesuai Arahan Presiden Prabowo
Debat Pilgub: Suswono Janjikan Lapangan Kerja dan Keterlibatan Anak Muda dalam Gerakan Sosial Lingkungan, Ridwan Kamil Paparkan 6 Isu Utama di Debat Pilgub Jakarta 2024
Bocah Genius 11 Tahun di China: Membuat Roket dari Nol

Contact Us