Gambar Ilustrasi
Namlea, SuaraRepublikNews.com – Oknum komisioner KPU Kab-Buru,Diduga kelola Bantuan dana hibah non pilkada senilai Rp,500.000.000, yang akan Diperuntukan untuk pembelanjaan ATK Selasa,26/9/23.Hal itu dianggap bertentangan mestinya dikelola kasek dan Bendahara.
Demikian disampaikan oleh salah satu sumber terpercaya kepada media ini yang enggan namanya dikorankan.
Selanjutnya Menurut sumber, Hibah non pilkada harus dikelola oleh Kasek dan Bendahara,Turut melibatkan penjabat pengadaan dan bendahara barang kalaupun itu ada.
Dan kalaupun tidak ada Maka dipakai pihak ketiga yang notabone ijin dan lain lain masih berlaku.Jelas,”Sumber.
Tetapi bila mendengar pembicaraan oleh bendahara dalam Audio rekaman,Dana hibah non pilkada,telah dibelanjakan oleh komisioner itu sangat bertentangan.Kata,”Sumber.
Terungkapnya dana 500 juta,lantaran beredarnya audio rekaman kepihak pihak tertentu, pembicaraan antara bendahara KPU Inisial,RH bersama penangih hutang piutang.
” Dalam audio rekaman berdurasi 2.40 detik,
Terdengar suara bendahara lagi jelasin, “Anggaran pemda itu komisioner sudah pergi belanja dengan akan semua, Belanja barang modal kantor sana itu.jelas RH
” Oh begitu, Lalu sekarang beta punya bagaimana.kata penangih hutang balik bertanya.
Menanggapi hal ini,Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia,Abd Rauf Wabula,Dugaan
Penyelaguaan dana hibah di KPU perlu di dalami Kejaksaan Negeri Kabupaten Buru, sebab anggaran ratusan juta ini disinyalir kuat digunakan untuk kepentingan pribadi.
Ungkapnya.
“Pasalnya,Dana hibah yang diperuntukan untuk keperluan buat Sarana Penunjang yang mempunyai peranan Vital ataupun kelengkapan Administrasi ( ATK) Lembaga diperkirakan tidak terlaksana dengan baik.
Untuk itu Ketua KNPI Buru berharap agar anggaran Hibah ini juga menjadi perhatian khusus dari Kejari Kabupaten Buru.
Harap Abd Raup Wabula kepada koran tekad Melalui rilis whatsAppnya.
Kasek KPU,Dino saat dikonfirmasi terkait dana 500 juta,Dalam pesan WhatsApo hanya membalas dengan Salam dan mengajak, awak media ini untuk Sebantar katong ketemu di kantor jua.
Namun ajakan tersebut belum dapat dipenuhi,
Selanjutnya,Dino selaku kasek KPU kembali ajak nanti datang di hari senin ketemu Pak Faisal Amin ( Ecal ),karena beliau Plh KPU.
Pasalnya,kasek bersama komisioner KPU termasuk ketua komisioner KPU, ada berangkat ikut kegiatan.
Selain itu,Kata Dino Dana itu diperuntukan untuk pembelanjaan berupa ATK Sesuai arahan inspektorat KPU RI.Keterangan ini disampaikan kepada salah satu awak media saat ditemui dikantornya.
(Tim jurnal)









