Home / Tak Berkategori

Rabu, 4 September 2024 - 15:40 WIB

Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Perdamaian dan Kerukunan di Istana Negara: Menghargai Keberagaman, Memupuk Toleransi, dan Menyuarakan Perdamaian Dunia

Kedatangan Paus Fransiskus pada Selasa siang (3/9/2024) menandai salah satu peristiwa penting dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Vatikan

Kedatangan Paus Fransiskus pada Selasa siang (3/9/2024) menandai salah satu peristiwa penting dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Vatikan

Jakarta, suararepubliknews.com – Dunia menyaksikan momen bersejarah ketika Pemimpin Gereja Katolik Dunia sekaligus Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus, melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Kedatangan Paus Fransiskus pada Selasa siang (3/9/2024) menandai salah satu peristiwa penting dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Vatikan. Kunjungan tersebut diawali dengan pertemuan di Istana Negara, di mana Paus Fransiskus bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Paus Fransiskus dan Pesan Persatuan untuk Indonesia

Dalam suasana penuh keakraban, Paus Fransiskus menyampaikan pidato yang menggetarkan hati di hadapan para pemimpin Indonesia. Paus menyoroti semboyan “Bhinneka Tunggal Ika,” yang menurutnya, menjadi simbol kuat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di Indonesia. Dalam pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Italia, Paus Fransiskus menyebut Indonesia sebagai teladan bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun kerukunan dan perdamaian.

“Di sini semua suku saling menghormati,” ujar Paus Fransiskus yang disambut dengan hangat oleh Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. Paus menggarisbawahi pentingnya dialog antaragama sebagai langkah nyata dalam mengatasi prasangka dan menghadapi tantangan global seperti ekstremisme dan intoleransi. Paus juga menekankan perlunya menjaga keseimbangan antara keragaman budaya dan ideologi dengan cita-cita persatuan yang harus dirawat dengan hati-hati.

Peran Politik dalam Menjaga Perdamaian dan Kerukunan

Dikutip dari media terpercaya, dalam pidatonya, Paus Fransiskus juga mengingatkan tentang peran penting politik dalam menciptakan kerukunan dan menjaga hak asasi manusia. Menurutnya, politik harus menjadi instrumen untuk memperkuat perdamaian dan memastikan bahwa semua warga negara dihormati dan diperlakukan dengan adil. Pesan ini menjadi sangat relevan mengingat situasi global yang semakin bergejolak, di mana kerukunan dan toleransi menjadi hal yang semakin krusial.

Presiden Jokowi dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia membawa pesan penting tentang merayakan perbedaan. Jokowi menyebut Indonesia sebagai negara yang kaya akan keberagaman, di mana perbedaan suku, agama, dan budaya dipandang sebagai anugerah yang harus dirawat dan dilestarikan. Presiden juga menekankan bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi fondasi utama yang memungkinkan Indonesia hidup rukun dan damai.

Misi Bersama Indonesia dan Vatikan dalam Menyebarkan Perdamaian

Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vatikan. Presiden Jokowi menyatakan bahwa Indonesia dan Vatikan memiliki visi yang sama dalam menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi di tengah dunia yang semakin kompleks. Kerja sama antara dua negara ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam mengatasi tantangan global yang penuh dengan ketidakpastian.

Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok yang penuh kerendahan hati dan berkomitmen pada reformasi gereja untuk menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Sejak terpilih sebagai Paus ke-266 pada Konklaf Kepausan 13 Maret 2013, Paus Fransiskus terus aktif dalam menyuarakan isu-isu global seperti krisis iklim, ketimpangan sosial, dan hak asasi manusia. Kunjungan ini menegaskan kembali peran penting gereja dalam mendorong dialog lintas agama dan membangun dunia yang lebih adil dan damai.

Biografi Singkat Paus Fransiskus: Dari Argentina ke Vatikan

Paus Fransiskus, dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio, lahir pada 17 Desember 1936 di Buenos Aires, Argentina. Sebelum menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik, ia adalah Uskup Agung Buenos Aires dari tahun 1998 hingga 2012. Bergoglio memiliki latar belakang akademik yang kuat dengan gelar master di bidang Kimia dari Universitas Buenos Aires. Meskipun terampil dalam ilmu pengetahuan, ia memilih untuk mengabdikan hidupnya pada pelayanan gereja, bergabung dengan Serikat Jesus pada tahun 1958.

Paus Fransiskus dikenal sebagai Paus pertama dari benua Amerika dan Paus pertama dari ordo Jesuit. Sejak awal kepemimpinannya, ia telah memperkenalkan berbagai reformasi dalam gereja, termasuk dalam hal transparansi, penanganan kasus pelecehan seksual, dan advokasi untuk keadilan sosial. Sikap rendah hatinya dan gaya hidup sederhana menjadikannya sosok yang dihormati dan dicintai oleh banyak orang di seluruh dunia. (Stg)

Share :

Baca Juga

87,8% Masyarakat Puas Kinerja Polri, Survei Litbang Kompas: Pengawasan Internal Berjalan Apik
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan Terima Penghargaan Anugerah Adipura 2022
Pertarungan Sengit: Ukraina Tantang Kekuatan Argentina di Olimpiade Paris 2024
Lomba Tortor Kreasi Tingkat SLTA se-Kabupaten Humbang Hasundutan: Sileme-leme Jadi Pusat Pelestarian Budaya dan Promosi Pariwisata
Bupati Karimun Menjenguk Warga Kundur Barat Yang Terkena Musibah, Camat, Kades dan Kepala Pukesmas Segera Memberikan Bantuan Dengan Cepat Ke Warga
KKB Bunuh 8 Karyawan PTT di Distrik Beoga Papua
120 KPM Terima BLT DD Dari Pemerintah Desa Kresikan Awal Bulan Maret 2022
Puluhan Warga Tanggunggunung Terima Sembako dari Kapolres Tulungagung melalui Polsek Tanggunggunung

Contact Us