Home / Tak Berkategori

Jumat, 7 Oktober 2022 - 22:45 WIB

Pemdes Rahong Lakukan Pemberian Makanan Tambahan untuk Pencegahan Stunting.

Suara Republik News. Lebak– Pemerintah Desa (Pemdes) Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dibawah kepemimpinan Ubed Jubaedi, melakukan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam rangka pencegahan stunting, bagi ibu hamil, dan Balita usia 6 bulan – 5 tahun.

Yang dilaksanakan di wilayahnya setiap hari Jum’at, dengan inovasi Serius yaitu Seribu Untuk Stunting.

“Memperhatikan pemenuhan asupan gizi terhadap ibu hamil sangat di perlukan karena pencegahan stunting di mulai sejak 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dilanjutkan dengan pemberian ASI dan PMT pada balita.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan, Desa Rahong bersama Bidan Desa, Tim Kecamatan, Posyandu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ibu PKK dan yang lainnya melakukan Pemberian Makanan Tambahan bagi anak usia 6 bln-5tahun dengan klasifikasi gizi kurang dan gizi buruk agar tidak terjadi stunting yaitu berupa pemberian Bubur Kacang Ijo, Telor dan penyuluhan kesehatan lainnya, dalam upaya mencegah stunting melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), berupa makanan bergizi bagi anak usia 6 bulan – 5 tahun,” ungkap Ubed Jubaedi yang biasa disapa Jaro Bedi, Kades Rahong, Jum’at (7/10/2022).

Lanjut Jaro Bedi, mengatakan, dengan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan untuk ibu hamil dan balita ini, diharapkan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga pola gizi seimbang untuk ibu hamil dan anak Balita dlm pencegahan stunting.

Selain itu rutin memeriksakan kehamilan sejak awal dan memantau tumbuh kembang balita di posyandu melalui KMS juga sangat diperlukan agar kita bisa memantau perkembangan bayi dan balita setiap bulan nya,

“Pencegahan dan penyelesaian masalah stunting juga tidak terlepas dari konsumsi nutrisi yang diantaranya berupa ASI eksklusif untuk anak berusia 0-6 bulan, serta makanan pendamping ASI untuk anak usia 6 bulan-2 tahun dan Pemberian Makanan Tambahan bagi anak dengan makanan keluarga.

Selain Pemberian Makanan Tambahan perlu alternatif yaitu penyediaan PMT secara mandiri yang dapat diperoleh dengan mudah dan murah namun tetap memenuhi gizi. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di Desa untuk diolah menjadi PMT,” ucapnya.

Jaro Bedi, juga mengatakan, Pemberian Makanan Tambahan sejalan dengan program Bupati Lebak dalam mencegah stunting. Untuk itu, pentingnya sinergi bersama seluruh pihak baik Pemerintah, lembaga masyarakat, hingga masyarakat luas dalam memenuhi gizi anak dan mencegah stunting, mengingat anak adalah harapan bangsa dan tanggungjawab bersama.

“Masalah stunting pada Balita secara langsung disebabkan oleh asupan gizi yang kurang mencukupi. Oleh sebab itu kami pemerintah desa, membantu mencukupi kebutuhan gizi warga, khususnya Balita.

Apa saja langkah yang sudah dilakukan, harus kita tingkatkan untuk mewujudkan program, visi dan misi Pemerintah Kabupaten Lebak,” pungkasnya. 

(Sapei)

Share :

Baca Juga

Banten

Polsek Cikupa Gelar Apel Pagi, Perkuat Kedisiplinan Personel
Anggota DPRD Kota Cimahi, Pasti Senang ” Gaji Dan Tunjangannya Bikin Ngiler “
Kecanduan Internet dan Dampaknya pada Perkembangan Otak Remaja
Harga Komoditas Pangan Terbaru: Kenaikan Beras Premium, Bawang Merah, dan Cabai Warnai Pasar
Pemkot Gunungsitoli  Dimotori  Dinas P5a  dan Perlindungan Anak Melaksanakan Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pencegahan  Kekerasan terhadap Anak
Modi Deklarasikan Kemenangan untuk Partainya dalam Pemilu India
Bupati Serang Dorong Edukasi PHBS di Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2024
Polda Maluku Gelar Rapat Anev Pengamanan Kampanye Pilkada Serentak 2024: Fokus Pada Pengawasan Media Sosial dan Keamanan Publik

Contact Us