Home / Tak Berkategori

Senin, 9 Desember 2024 - 14:59 WIB

Pemkot Cimahi Kenalkan Keunikan Kampung Adat Cireundeu Lewat Buku Sejarah

Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi

Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi

Upaya pelestarian adat dan budaya Cireundeu dituangkan dalam buku berjudul “Sejarah Cireundeu” yang menggambarkan identitas unik Kampung Adat di tengah Kota Cimahi

CIMAHI, suararepubliknews.com – Kampung Adat Cireundeu, yang terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, memiliki daya tarik luar biasa. Kampung ini tidak hanya mempertahankan adat istiadat leluhur di tengah kemajuan kota, tetapi juga dikenal karena masyarakatnya tidak mengonsumsi beras, melainkan menggantinya dengan singkong, ubi, atau jagung sebagai sumber karbohidrat. Kini, keunikan tersebut diabadikan dalam sebuah buku berjudul “Sejarah Cireundeu”.

Buku ini ditulis oleh Dr. Miftahul Falah, M.Hum, seorang akademisi dari Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran. Peluncuran buku dilaksanakan oleh Dinas Arsip Daerah (Disarda) Kota Cimahi di Aula Gedung A Kantor Pemerintah Kota Cimahi pada Senin (9/12). Acara ini dihadiri oleh guru-guru sejarah se-Kota Cimahi.

Pentingnya Literasi untuk Pelestarian Budaya

Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan adat dan budaya melalui bahan literasi. “Pengetahuan masa lampau, khususnya terkait Kampung Adat Cireundeu, bila disampaikan melalui historiografi akan menghubungkan masa sekarang dengan masa lalu,” ujarnya.

Ia berharap buku ini tidak hanya menjadi koleksi arsip bernilai sejarah, tetapi juga berfungsi sebagai sumber literasi untuk masyarakat. “Buku ini diharapkan dapat memberikan pemahaman historis, sosial-budaya, dan ekonomi masyarakat Kota Cimahi,” tambah Dicky.

Dokumentasi Adat dalam Bentuk Literatur

Dani Bastiani, Kepala Dinas Arsip Daerah Kota Cimahi, menyatakan bahwa buku “Sejarah Cireundeu” merupakan upaya dokumentasi adat masyarakat Cireundeu yang pertama di Kota Cimahi. “Buku ini merealisasikan gagasan Pemkot Cimahi untuk melestarikan adat Cireundeu melalui literatur,” jelasnya.

Ia juga berharap buku ini dapat memperkaya literasi masyarakat dan menjadi bahan ajar bagi peserta didik di Kota Cimahi. “Kami mengundang guru sejarah untuk memastikan buku ini dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan mengenai keunikan Kota Cimahi,” tutup Dani.

Miniatur Budaya Sunda yang Perlu Dilestarikan

Dr. Miftahul Falah, penulis buku, menyoroti potensi besar Kampung Adat Cireundeu sebagai wujud kearifan lokal. Ia menyayangkan bahwa sebelumnya belum ada pengakuan resmi terhadap kampung ini. “Cireundeu berbeda dengan kampung adat lain karena sudah menjadi kesatuan adat sejak awal. Identitas ini harus dijaga agar tidak hilang,” tegasnya.

Menurut Miftahul, masyarakat Cimahi tidak perlu pergi jauh untuk belajar tentang sejarah leluhur Sunda. “Cireundeu adalah miniatur budaya Sunda kuno yang kaya akan nilai tradisional dan kearifan lokal,” pungkasnya.

Pewarta: Bid IKPS & Tera
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Pemdes Ngrejo Salurkan BLT DD 112 KPM bulan April
Hasil Uji Sampling Pekerjaan Lapen Di Desa Bonan Dolok II Sijamapolang Humbahas, Sudah Sesuai Kontrak
Viral Video Polwan Tegur Pria di Warung Kopi, Polda Jatim Klarifikasi dan Imbau Netizen Tidak Memperkeruh Situasi

Banten

Diskominfo Kabupaten Serang Latih Pengelola Website Puskesmas.
Pemkab Muba Tandatangan MoU dengan Universitas Telkom, Kuliah Gratis untuk Anak Daerah
Akses Jalan Ditutup oleh Kusnadi: Bukti Baru Penggerusan Hak Keluarga Futiri Terungkap

Daerah

Pangkoopsud II Sambut Kehadiran Panglima TNI dan Kasad di Lanud Iswahjudi

Banten

Seba Baduy: Tradisi Tahunan yang Mempererat Silaturahim dengan Pemerintahan

Contact Us