Bandung, suararepubliknews.com – Pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat untuk Pilkada 2024 resmi dibuka pada Selasa (27/8/2024). Pengamanan ketat dilakukan oleh Polri dan TNI untuk memastikan seluruh rangkaian proses pendaftaran berjalan aman dan tertib.
Dedi Mulyadi Jadi Pendaftar Pertama di KPU Jawa Barat
Pada hari pertama pendaftaran, Dedi Mulyadi bersama calon wakilnya, Erwan Setiawan, menjadi pasangan pertama yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat. Keduanya hadir dengan dukungan penuh dari para pendukung mereka, namun berkat koordinasi yang solid antara aparat keamanan dari Polda Jawa Barat dan TNI, suasana tetap terkendali.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast S.I.K., menyampaikan bahwa pendaftaran hari pertama berlangsung lancar. “Tidak ada insiden atau gangguan yang signifikan, semua berjalan tertib. Meski ada kepadatan arus lalu lintas akibat arak-arakan pendukung, polisi lalu lintas berhasil mengurai kemacetan,” ujarnya.
Hari Kedua dan Ketiga: Pengamanan Tetap Ketat Meski Situasi Lebih Sepi
Pada hari kedua pendaftaran, situasi di KPU Jawa Barat relatif lebih sepi dibandingkan hari pertama. Namun, pengamanan tetap ketat dengan kehadiran aparat TNI-Polri yang berjaga di sekitar lokasi.
Memasuki hari ketiga atau hari terakhir pendaftaran, suasana mulai kembali ramai. Meski demikian, aparat keamanan tetap siaga sejak pagi hari untuk mengantisipasi penumpukan massa di malam hari, mengingat sebagian besar pasangan calon memilih mendaftar di saat-saat terakhir.
Diketahui, tiga pasangan calon yang resmi mendaftar adalah:
- H. Akhmad Syaiku – Ilham Akbar Habibie, diusung oleh PKS dan Partai NasDem.
- Acep Adang Ruhiat – Gitalis Dwi Natarina (“Gita KDI”), diusung oleh PKB.
- H. Jeje Wiranata – Ronal Sunandar, S.Sos, diusung oleh PDI Perjuangan.
Polisi dan TNI Imbau Pendukung Paslon untuk Tertib
Dalam rangka menjaga ketertiban selama pendaftaran, pihak kepolisian mengimbau seluruh pasangan calon dan pendukungnya untuk memperhatikan penggunaan kendaraan, terutama agar tidak menyebabkan kemacetan di area sekitar KPU. Pada hari pertama, sempat terjadi kepadatan lalu lintas, namun berkat tindakan cepat dari Polisi Lalulintas, situasi segera teratasi.
“Kami meminta para pendukung untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan dari aparat keamanan di lapangan agar proses demokrasi ini berjalan dengan lancar,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Keberhasilan Pengamanan: Demokrasi yang Aman dan Tertib
Keberhasilan pengamanan ini tidak terlepas dari kerja sama solid antara aparat keamanan dan para pendukung partai. Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa pengamanan telah direncanakan secara matang dan dilaksanakan sesuai prosedur ketat. “Tugas kami memastikan proses demokrasi di Jawa Barat dapat berlangsung tanpa hambatan, dengan situasi yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya pendaftaran, perhatian kini beralih kepada masa kampanye. Aparat keamanan tetap akan bersiaga untuk menjaga keamanan sepanjang proses pemilihan berlangsung, dengan harapan bahwa Pilgub Jabar 2024 dapat menjadi contoh demokrasi yang damai dan tertib bagi masyarakat. (Hms/Stg)











