Ohio, suararepubliknews.com – Apa yang dilakukan Ayah ketika Ibu merawat anak-anak dan melakukan pekerjaan rumah tangga? Memiliki waktu luang, sepertinya! Menurut penelitian dari Ohio State University, para ayah baru umumnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersantai daripada ibu baru, terutama di akhir pekan.
Lebih Banyak Bersantai di Tiga Bulan Pertama
Penelitian ini menunjukkan bahwa pada usia tiga bulan setelah anak pertama lahir, para ayah lebih sering bersantai, sementara ibu lebih banyak menghabiskan waktu untuk merapikan rumah atau merawat bayi. “Ini memang bikin stres. Tugas rumah tangga dan mengurus anak masih belum dibagi secara merata, bahkan di antara pasangan yang kami harapkan memiliki pandangan yang lebih egaliter tentang cara berbagi tugas dalam mengasuh anak,” ujar Claire Kamp Dush, penulis utama studi ini dan profesor ilmu pengetahuan humaniora, dalam sebuah siaran pers.
Survei New Parents Project
Para peneliti mengatakan bahwa mereka belum mengetahui adanya penelitian yang berhubungan dengan waktu secara rinci untuk orang tua yang baru pertama kali menjadi orang tua. Jadi mereka mendirikan New Parents Project, dengan 52 pasangan yang berpartisipasi. Sebagian besar adalah pasangan berpendidikan tinggi, berkulit putih, dan berpenghasilan ganda dari daerah Columbus yang menjadi orang tua untuk pertama kalinya. “Ini adalah sampel kecil. Ini bukan jawaban yang pasti, dan sebagian besar relevan dengan pasangan yang serupa,” kata Kamp Dush. “Namun kita perlu melihat hal ini lebih jauh dan memahami bagaimana pasangan pencari nafkah rangkap berbagi pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak.”
Mencatat Setiap Menit dalam Satu Hari
Untuk penelitian ini, para pasangan ditugaskan untuk mencatat bagaimana mereka menghabiskan setiap menit dalam satu hari dalam buku harian. Catatan harian tersebut mencerminkan apa yang dilakukan setiap orang pada waktu yang sama di hari yang sama. Buku harian tersebut digunakan untuk memantau aktivitas menit demi menit selama satu hari kerja dan satu hari non-kerja selama trimester ketiga kehamilan wanita. Para pasangan kembali memantau bagaimana mereka menghabiskan setiap momen dalam satu hari kerja dan satu hari non-kerja pada saat bayi mereka berusia tiga bulan.
Perbedaan Aktivitas di Hari Kerja dan Akhir Pekan
Hasilnya menunjukkan bahwa pria dan wanita berbagi tugas mengasuh anak dan pekerjaan rumah tangga secara lebih merata pada hari kerja. Namun, perempuan melakukan sedikit lebih banyak pekerjaan. “Pada hari kerja, orang tua membagi pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak secara lebih merata. Ini sangat mirip dengan ‘semua orang bekerja,'” kata salah satu penulis penelitian ini, Jill Yavorsky. “Namun ketika ada lebih banyak waktu yang tersedia di akhir pekan dan orang tua tidak terlalu terdesak untuk menyelesaikan semuanya, maka kita melihat munculnya pola dan ketidaksetaraan gender di mana perempuan melakukan lebih banyak pekerjaan rumah dan pengasuhan anak, sementara ayah lebih banyak bersantai.”
Ketidaksetaraan di Hari Libur
Studi ini menemukan bahwa ketika para ayah ikut bekerja, para ibu sering kali ikut bekerja. Pada hari-hari ketika kedua orang tua berada di rumah dan tidak bekerja, ketidaksetaraan itu jauh lebih nyata. Ketika pria mengambil alih pengasuhan anak atau pekerjaan rumah tangga pada hari-hari mereka tidak bekerja, wanita menikmati 46 hingga 49 menit waktu luang. Namun, ketika perempuan melakukan pekerjaan rumah tangga atau mengasuh anak di hari libur mereka, laki-laki memiliki waktu luang sekitar dua kali lebih lama, yaitu 101 menit.
Statistik Waktu Luang
Secara statistik, penelitian ini menemukan bahwa untuk tugas pengasuhan anak, pria menikmati waktu luang 46% lebih lama dari waktu yang digunakan pasangannya untuk mengasuh anak. Sementara itu, wanita hanya bersantai 16% dari waktu yang digunakan pasangannya untuk mengasuh anak. Untuk pekerjaan rumah tangga, para ayah bersantai selama 35% dari waktu yang digunakan pasangannya untuk melakukan tugas-tugas rumah tangga. Para wanita bersantai hanya 19% dari waktu yang digunakan para pria untuk mengurus rumah.
Harapan Peneliti
Para peneliti berharap pasangan yang berpenghasilan ganda dan berpendidikan tinggi ini akan menemukan cara yang lebih adil untuk melakukan pembagian beban kerja. “Dengan adanya penelitian ini, saya mengharapkan untuk melihat lebih banyak waktu di mana pasangan suami istri melakukan pekerjaan rumah tangga atau mengasuh anak bersama-sama,” kata Kamp Dush. “Saya pikir situasinya mungkin lebih tidak adil bagi perempuan yang tidak memiliki semua keuntungan dari pasangan dalam sampel kami.”
Solusi untuk Meratakan Beban Kerja
Para peneliti mengatakan bahwa ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pria dan wanita untuk meratakan beban kerja. Para ayah harus ikut membantu, terutama di akhir pekan. Para ibu harus mundur dan membiarkan pasangan mereka mengambil alih, bahkan jika mereka tidak melakukan hal-hal dengan cara yang persis sama. “Pasangan perlu melakukan diskusi, idealnya sebelum bayi mereka lahir, tentang bagaimana mereka akan membagi tugas-tugas rumah tangga untuk memastikan semuanya adil,” kata Kamp Dush. “Pada saat kami mempelajarinya, pasangan-pasangan ini sedang menyiapkan rutinitas yang mungkin akan berlangsung selama beberapa tahun saat anak-anak mereka tumbuh. Pasangan perlu melakukan dialog-dialog ini sejak beberapa bulan pertama.” (Stg)
Sumber: Studyfinds “Study:Dads get more free time than moms, especially on weekends”











