BURU, SuaraRepublikNews.com- Dugaan aksi penganiayaan terjadi di lokasi tambang ilegal Gunung Nona, Desa Wapsalit, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 16.00 WIT.
Kejadian berawal dari kesalahpahaman hingga cekcok antara Sdri. Sholeng dan Sdri. Buce Nurlatu, hingga terjadi pembacokan oleh Buce Nurlatu kepada Sdri. Sholeng lemena. Hingga Korban sholeng mengalami luka bacok dan kini dirawat di RS Waikasar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembacokan terjadi karena kesalahpahaman soal parit garapan. Buce selaku pemilik parit menyebut, pekerja harus membayar kepada dirinya terlebih dahulu.

Namun korban sholeng Lemena asal Ambon tersebut, telah memberikan pembayaran kepada paman pelaku (Manamlosi) senilai Rp25 juta ruiah
Diduga korban tidak terima lokasi garapannya dikerjakan orang lain. Cekcok pun terjadi dan pelaku diduga melakukan pembacokan terhadap korban yang saat itu bekerja di parit tersebut.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius karena sobek di bagian belakang akibat hantaman senjata tajam dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Waiapo Ipda Rudy Hartono, S.H., saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dalam waktu tiga jam, Kapolsek dan anggotanya berhasil mengamankan pelaku pembacokan.
“Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Waiapo untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Kapolsek ( Dhet ).










