Home / Tak Berkategori

Selasa, 2 Juli 2024 - 06:39 WIB

Pentingnya Sarapan Pagi bagi Kesehatan Tubuh dan Otak

Ahli Gizi UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., M.P,H., RD., menjelaskan mengapa sarapan penting untuk dilakukan. Salah satunya, sarapan menjadi sumber energi atau penyedia bahan bakar bagi tubuh untuk beraktivitas di siang hari

Ahli Gizi UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., M.P,H., RD., menjelaskan mengapa sarapan penting untuk dilakukan. Salah satunya, sarapan menjadi sumber energi atau penyedia bahan bakar bagi tubuh untuk beraktivitas di siang hari

Bandung, suararepubliknews.com – Sarapan sering kali menjadi waktu makan yang terabaikan oleh banyak orang, baik karena alasan tidak sempat maupun tidak terbiasa. Padahal, sarapan memiliki banyak manfaat penting bagi tubuh kita. Ahli Gizi UGM, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., M.P,H., RD., menjelaskan bahwa sarapan menjadi sumber energi yang penting untuk beraktivitas sepanjang hari.

Sumber Energi dan Cegah Kelemahan Tubuh

Dr. Mirza menjelaskan bahwa setelah tidur selama 8 jam tanpa makan atau minum, kadar glukosa dalam tubuh menjadi rendah. Jika tidak mengonsumsi makanan setelah bangun tidur, tubuh akan merasa lemas karena tidak ada bahan bakar yang masuk. Sarapan pagi adalah makanan yang tidak akan pernah disimpan sebagai lemak karena digunakan untuk beraktivitas, sehingga membantu menjaga berat badan tanpa khawatir akan peningkatan berat badan yang berlebih.

Meningkatkan Fungsi Kognitif dan Konsentrasi

Sarapan juga berperan penting sebagai sumber energi bagi otak, yang meningkatkan fungsi kognitif dan konsentrasi. Glukosa dari karbohidrat menjadi energi bagi otak, membantu otak berfungsi dengan baik dan meningkatkan kecerdasan serta memori, khususnya bagi anak-anak atau pelajar.

Menjaga Suasana Hati atau Mood

Sarapan juga mampu menjaga suasana hati atau mood. Sarapan memberikan energi yang membuat kondisi otak segar sehingga mood menjadi bagus. Sebaliknya, rasa lapar dapat membuat otak lelah dan memengaruhi mood, menjadikan seseorang lesu atau mudah emosi.

Mencegah Penyakit Maag

Sarapan dapat mencegah penyakit maag dengan mengisi lambung yang akan menetralisir asam lambung. Lambung yang kosong terlalu lama akan meningkatkan asam lambung, yang jika dibiarkan dapat memicu mual dan muntah.

 

Efek Jangka Panjang dari Melewatkan Sarapan

Risiko Penyakit Jantung Koroner

Mirza mengimbau masyarakat untuk tidak melewatkan sarapan pagi karena risiko jangka panjang yang mengintai. Orang yang sering melewatkan sarapan lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner. Riset menunjukkan bahwa orang yang melewatkan sarapan berisiko lebih tinggi terkena jantung koroner dan serangan jantung.

Risiko Obesitas dan Penyakit Metabolik

Melewatkan sarapan juga memicu obesitas yang kemudian meningkatkan risiko penyakit lain seperti diabetes, darah tinggi, dan serangan jantung. Tidak sarapan membuat tingkat lapar tinggi sehingga makan dalam porsi yang tidak terkontrol pada siang atau malam hari.

Risiko Kanker dan Penurunan Fungsi Otak

Gangguan metabolik akibat melewatkan sarapan dapat meningkatkan risiko terkena kanker dan menurunkan fungsi kognitif otak. Penurunan fungsi kognitif ini salah satunya adalah demensia. Oleh karena itu, mempertahankan kebiasaan sarapan sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.

Waktu Ideal untuk Sarapan

Mirza menyarankan waktu terbaik untuk sarapan adalah antara pukul 6-9 pagi, dengan waktu ideal antara jam 7-8 pagi. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan energi tubuh saat beraktivitas. Jangan sampai lewat jam 9 karena sudah masuk persiapan pemenuhan kebutuhan makan siang. (Stg)

Sumber: Universitas Gadjah Mada

 

Share :

Baca Juga

Gubernur HD Bangga Muba Miliki Camat Terinovatif di Sumsel
Sat Narkoba Polres Cirebon Kota Berhasil Selamatkan 1.100 Orang dari Bahaya Narkoba
KONVOI KOALISI RAKYAT BERSATU (KRB) RABU 17 AGUSTUS 2022
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tunjuk Brigjen Desy Andriani sebagai Direktur PPA dan PPO: Komitmen Tegas dalam Mewujudkan Keadilan bagi Perempuan dan Anak

Tangerang Raya

Puskesmas Ketapang dan Yayasan Kobong Assyifa Perkuat Sinergi Promotif-Preventif dalam Rehabilitasi NAPZA

Buru

Polsek Namlea bersama Koramil 1506, Satpol PP Kabupaten Buru, Serta Tokoh Masyarakat Melaksanakan Patroli Gabungan

Maluku

Tim DVI Polri Lakukan Tahap Awal Identifikasi 10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Penyaluran BLT DD Tahun 2023 oleh Pemerintah Desa Tenggarejo

Contact Us