Presiden China Xi Jinping mengatakan kepada kepala Komisi Eropa yaitu Ursula von der Leyen bahwa Washington sedang mencoba untuk “mendorong Beijing untuk menyerang Taiwan,” kata Financial Times pada hari Sabtu (15/06).
China, suararepubliknews.com – Dalam sebuah laporan yang ditulis berdasarkan informasi dari orang-orang yang mengetahui masalah ini, harian Inggris tersebut mengatakan Xi mengeluarkan peringatan tersebut dalam sebuah pertemuan dengan von der Leyen pada bulan April 2023. Dia melakukan kunjungan resmi ke China tahun lalu yang bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Menurut surat kabar tersebut, Xi mengatakan bahwa AS sedang mencoba memperdaya China untuk menginvasi Taiwan, tetapi dia tidak akan menerima pancingan tersebut.
Pernyataan ini muncul saat ketegangan meningkat di Selat Taiwan. China merespons pelantikan Lai Ching-te sebagai presiden baru Taiwan bulan lalu dengan latihan militer di sekitar pulau yang diklaimnya sebagai miliknya. Namun, Taipei bersikeras bahwa Taiwan telah merdeka sejak tahun 1949.
Pernyataan Xi ini mungkin merupakan kasus pertama yang diketahui dimana ia membuat klaim tersebut kepada seorang pemimpin asing.
Pemimpin China ini juga mengatakan bahwa konflik dengan AS akan merusak tujuannya untuk mencapai “pembaharuan besar” pada tahun 2049.
Dilansir dari Media Anews, beberapa pejabat AS, dalam beberapa tahun terakhir, telah menunjukkan peningkatan keterlibatan dengan Taiwan, namun pemerintah AS mengatakan bahwa mereka tetap berkomitmen pada kebijakan ‘satu-China’ yang telah berlangsung lama.
Pada Dialog Shangri-La di Singapura bulan ini, Menteri Pertahanan Cina Dong Jun mengatakan bahwa militer negara tersebut siap untuk “secara paksa” menghentikan kemerdekaan Taiwan.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa pihak-pihak yang mendukung kemerdekaan Taiwan bakal “dihancurkan”. (Stg)











