Home / Ekonomi

Sabtu, 19 Februari 2022 - 21:08 WIB

Presidensi G20 Indonesia Menghasilkan 14 poin Komunike  Bersama 

Jakarta, Suararepubliknews.com – Pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dalam Presidensi G20 Indonesia telah menghasilkan 14 poin komunike yang merupakan komitmen dan pernyataan bersama para anggota forum G20.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Keuangan di Jakarta, Sabtu, pertemuan ini mendiskusikan enam agenda prioritas yaitu, ekonomi dan kesehatan global, arsitektur finansial internasional, isu sektor finansial, keuangan berkelanjutan, infrastruktur serta perpajakan internasional.

Poin pertama komunike adalah melanjutkan pemulihan yang merata secara global baik dari sisi kesehatan seperti distribusi vaksin, therapeutic dan diagnostik maupun ekonomi. Kedua, menggunakan semua alat untuk mengatasi dampak pandemi khususnya kepada yang paling terkena dampak.

Kemudian yang ketiga adalah menekankan prioritas tindakan kolektif dan terkoordinasi untuk mengendalikan pandemi di seluruh dunia. Selanjutnya keempat yaitu memastikan implementasi secara global terkait dua pilar perpajakan internasional pada tahun 2023.

Sementara kelima yaitu memperkuat ketahanan keuangan jangka panjang dari arsitektur keuangan internasional termasuk mempromosikan aliran modal yang berkelanjutan dan mengembangkan local currency capital markets.  Keenam adalah mendukung negara-negara rentan yang salah satunya sebesar 60 miliar dolar AS melalui penyaluran Special Drawing Rights (SDRs) dan menyerukan kepada IMF untuk membentuk Resilience and Sustainability Trust (RST).

Poin ketujuh adalah memajukan Common Framework for Debt Treatment di luar DSSI untuk memberi kepastian kepada negara-negara debitur yang meminta keringanan pembayaran utang seperti Chad, Ethiopia dan Zambia. Kedelapan, merevitalisasi investasi infrastruktur dengan cara yang berkelanjutan, inklusif, dapat diakses dan terjangkau. Kesembilan yaitu mengatasi perubahan iklim, perlindungan lingkungan dan hilangnya keanekaragaman hayati sekaligus menegaskan komitmen negara-negara maju dalam memobilisasi pendanaan iklim sebesar 100 miliar dolar AS per tahun untuk memenuhi kebutuhan negara-negara berkembang.

Baca Juga   Karpet dan Layanan Bandara Soetta Jelek Kwalitas Rendah

Kesepuluh adalah mendorong ekonomi berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi global yang hijau, tangguh dan inklusif dalam rangka mencapai Agenda 2030 yakni Pembangunan Berkelanjutan sejalan dengan UNFCCC dan Perjanjian Paris. Kesebelas memperkuat ketahanan sektor keuangan global untuk memastikan pemulihan ekonomi yang adil dan menghindari potensi dampak buruk dari pandemi untuk menjaga stabilitas keuangan termasuk implementasi lanjutan dari Peta Jalan G20 yakni pembayaran lintas batas.

Komunike berikutnya kedua belas, menangani secara komprehensif potensi manfaat dan risiko terhadap stabilitas keuangan global yang timbul dari perkembangan inovasi teknologi termasuk risiko dunia maya dan potensi kesenjangan peraturan dan arbitrase yang ditimbulkan oleh kripto. Poin ketiga belas adalah memajukan agenda inklusi keuangan untuk memanfaatkan digitalisasi dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan mendorong keberlanjutan serta inklusivitas ekonomi bagi perempuan, pemuda dan UMKM.

Terakhir adalah mendukung Financial Action Task Force (FATF) sebagai badan penetapan standar global untuk mencegah dan memerangi pencucian uang, pendanaan teroris dan pembiayaan proliferasi.( SRN )

Tag: Financial Action Task Force, Menteri Keuangan, stabilitas keuangan global, ekonomi berkelanjutan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Di Ponorogo, Minyak Goreng Dijual Dalam Paketan Sembako

Ekonomi

Guna Jaminan Mutu Alkes, Cakra Manunggal Pratama Gelar Bersama Workshop Dokumentasi Dan Audit ISO  900 Dan CDAKB

Ekonomi

Kasus AJB  Bumiputera 1912

Ekonomi

 Giat “JUM’AT BERKAH” Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Korem 052/Wijayakrama Bagi-Bagi Sembako Di Wilayah Batu Ceper

Bisnis

BPH Migas Jamin Ketersediaan Bahan Bakar untuk Pemudik saat Arus Balik

Ekonomi

China Borong Kedelai Pakan Miliaran Babi Indonesia Pusing

Ekonomi

Tol  Terapkan Tilang ETLE di Jabodetabek Mulai 1 April 2022

Ekonomi

Cara Pembuatan Pupuk Kompos Eco Enzyme

Contact Us