Lebak, Suararepubliknews.com – Proyek rehabilitasi ruang kelas di SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, tengah menjadi sorotan publik. Dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang kualitas dan keselamatan, Selasa (28/10/2025).
Dilaporkan bahwa proyek yang dikerjakan oleh CV. CAHAYA KURNIA ini menggunakan pasir laut dan mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi pekerja.

Seorang pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pelaksana proyek jarang berada di lokasi dan tidak ada pengawasan yang memadai dari pihak kontraktor.
Deni, seorang pekerja lain, membantah dirinya sebagai kepercayaan atau pelaksana proyek, namun mengakui bahwa APD sudah diberikan namun tidak digunakan secara konsisten.
Ketika ditanya tentang penggunaan pasir laut, Deni terkesan menutupi informasi dan hanya mengungkapkan bahwa kualitas pasir yang digunakan halus dan bagus.
“Pelaksana proyek jarang berada di lokasi, sehingga pengawasan menjadi lemah dan memungkinkan terjadinya penyimpangan,” ungkap pekerja tersebut.
Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp1,219 miliar dengan nomor kontrak 000.3.2/03/02.0024/KKPKK/Dindikbud 2025.
Proyek ini berlangsung selama 120 hari kalender, mulai dari 26 Agustus 2025 hingga 23 September 2025, dan didanai oleh APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2025.
SMAN 1 Cigemblong sendiri merupakan salah satu sekolah negeri yang berada di Kabupaten Lebak, Banten.
Sekolah ini memiliki akreditasi C dan telah berdiri sejak tahun 2012. Saat ini, sekolah ini memiliki sekitar 143 siswa dan 13 guru.
APD yang Diabaikan: Penggunaan APD bagi pekerja proyek ini sangat minim, membahayakan keselamatan pekerja dan menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
Material Pasir Laut yang Meragukan: Penggunaan pasir laut dapat menimbulkan masalah karena kandungan garam yang tinggi dapat merusak struktur bangunan.
Pengawasan yang Lemah: Pengawasan proyek ini sangat lemah, memungkinkan terjadinya penyimpangan dan kecurangan dalam pelaksanaan proyek.
Kualitas dan Keselamatan yang Dipertanyakan: Dengan adanya dugaan penyimpangan dan penggunaan material yang meragukan, kualitas dan keselamatan proyek ini sangat dipertanyakan.
Tindakan yang Diperlukan: Pihak berwenang perlu segera mengambil tindakan atas dugaan penyimpangan ini dan memastikan bahwa proyek dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan standar yang berlaku.
- CAHAYA KURNIA sebagai kontraktor pelaksana proyek ini diharapkan untuk segera mengambil tindakan korektif dan memastikan bahwa proyek dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Kualitas dan keselamatan pekerja serta bangunan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek ini.(Iwan H)











