TANGERANG SELATAN, SRN – Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan dari Fraksi PSI, Steven Jansen, mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam merealisasikan target peningkatan kelas RSUD Kota Tangerang Selatan menjadi rumah sakit Tipe B.
Menurut Steven, target tersebut harus diikuti dengan rencana aksi yang konkret, terukur, dan memiliki batas waktu yang jelas. Peningkatan kelas rumah sakit, kata dia, tidak cukup hanya dengan perubahan administratif, tetapi harus dibarengi kesiapan sarana, prasarana, alat kesehatan, logistik, dan sumber daya manusia.
“Yang kami pertanyakan bukan hanya targetnya, tetapi action plan-nya. Apa saja yang masih kurang, berapa kebutuhan anggarannya, kapan dipenuhi, dan siapa yang bertanggung jawab?” ujar Steven.
Ia menyebut sejumlah kebutuhan yang harus dipastikan antara lain penambahan tempat tidur rawat inap, kapasitas ICU dan kamar operasi, alat kesehatan ICVCU, ketersediaan obat dan BMHP, sarana penunjang pelayanan, serta pemenuhan tenaga kesehatan dan struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan rumah sakit Tipe B.
Steven juga meminta Pemkot Tangsel menjelaskan kesiapan anggaran untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut.
“Kalau targetnya RSUD Tangsel naik menjadi Tipe B, harus ada roadmap yang jelas. Jangan sampai target sudah ditetapkan, tetapi kebutuhan untuk mencapai target tersebut belum memiliki kepastian waktu dan anggaran,” tegasnya.
Sebagai anggota Komisi II, Steven mengatakan DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap program dan penggunaan anggaran daerah. Karena itu, ia mendorong agar progres peningkatan kelas RSUD Tangsel dapat disampaikan secara transparan dan terukur.
“Masyarakat berhak tahu kapan RSUD Tangsel benar-benar siap menjadi Tipe B dan apa saja yang dilakukan Pemkot untuk mencapai target tersebut. Kami membutuhkan indikator yang jelas agar DPRD dapat menjalankan fungsi pengawasan dan masyarakat bisa melihat progresnya,” katanya.
Steven menegaskan, peningkatan kelas RSUD pada akhirnya harus memberikan dampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Naik kelas jangan hanya di atas kertas. RSUD Tangsel harus naik kelas dalam kapasitas, kualitas pelayanan, fasilitas, maupun sumber daya manusianya. Tujuan akhirnya adalah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, aman, dan bermutu,” pungkasnya.
( Dorhan ).










