7 Kasus Penularan DBD Di Desa Kerta Membuat Was-was Warga.
Lebak,Suara Republik News.-Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Yang diakibatkan Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti Dalam kurun waktu sebulan terakhir 7 anak yang berada di Desa Kerta Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak Banten mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD) bahkan satu dari 7 anak tersebut meninggal dunia akibat DBD menyerang salah satu RT yang berada di Desa Kerta.
Adanya penyakit DBD di salah satu RT sehingga dari delapan anak yang terserang satu diantaranya meninggal dunia, satu bulan terakhir tercatat sudah 7 anak yang masuk RSUD Malingping akibat gejala DBD yang semakin mengkhawatirkan membuat warga semakin cemas dengan serangan nyamuk yang mematikan tersebut.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya ke awak media menuturkan terkait fogging yang seharusnya merata ke tiap tiap RT, tetapi fogging tersebut hanya di lingkungan yang terkena DBD saja.
“Betul pak sudah beberapa anak yang dilarikan ke RSUD Malingping, bahkan pertama sudah ada yang meninggal, ketika dibawa ke RSUD Positif DBD makanya kami cemas sebagai warga masyarakat Desa Kerta merasa was-was, karena fogging cuman sebatas orang yang terkena positif DBD saja tidak menyeluruh,” ungkap warga. Minggu (11/6/2023).
“Bahkan kemarin kemarin fogging sudah dilakukan oleh kepala Desa sama yang dari Puskesmas cuman gak rata, kami kan ingin difogging supaya bisa rata ke tiap tiap RT untuk pencegahan, masa kalau udah positif baru difogging atuh keburu sekarat pak,” ujarnya lagi.
Awak mediapun mengkonfirmasi Kepala Desa kerta Ricki Jaenal Abidin menuturkan dirinya hanya sebatas memberikan pertolongan dan memfasilitasi ke warga ketika ada warga yang sakit dan membawa ke puskesmas atau ke RSUD.
“Untuk terkait fogging, desa cuma sebatas memfasilitasi / melaporkan, agar dilaksanakan nya fogging dikarenakan sudah beberapa warga terjangkit penyakit DBD, adapun terkait aturan itu dari Dinkes,” ujar Kades Kerta.
Lanjut Ricki dirinya berharap pemerintah melalui Dinas kesehatan segera berupaya secepatnya untuk memberikan solusi terbaik supaya penyakit DBD yang menyerang warga supaya tidak bertambah, seperti melakukan fogging menyeluruh ke tiap tiap RT jangan menunggu sampai ada lagi yang masuk Rumah Sakit akibat serangan DBD.
“Apalagi dalam kurun waktu hampir sebulan lebih terdapat 7 kasus DBD di wilayah Desa Kerta meliputi wilayah RT 02 RW 01 terdapat 7 kasus, 1 diantaranya meninggal dunia pada Minggu bulan Mei lalu, RT 02 RW 01 dalam waktu sebulan lebih terdapat 1 anak meninggal dunia karena DBD, yang kini terakhir dua anak sedang dilakukan rawat inap di RSUD Malingping jalan secara intensif,” ungkapnya.
Awak media pun mencoba mengkonfirmasi Haerudin ketua RT 02 RW 01 yang dimana beberapa warganya terkena DBD Total ada 7 Anak yang terkena DBD, satu diantaranya meninggal dunia, dan dua anak baru dua malam di rawat di RSUD Malingping.
Sementara Kepala Puskesmas Bojongjuruh TB Parid Yani menuturkan bahwa fogging sudah dilaksanakan pada 16 Mei 2023 sejauh radius 100 meter dari awal DBD di pemukiman komplek masjid Desa Kerta, setelah difogging bertambah 3 orang, 1 positif dan 2 suspeck.
“Kami pihak Puskesmas Bojongjuruh sudah melaporkan kasus DBD ini ke Dinkes Kabupaten Lebak,” ujarnya.
(Wan).











