Home / Tak Berkategori

Jumat, 17 Mei 2024 - 18:39 WIB

Tentara Rusia Anti-Putin Merapat ke Ukraina untuk Ikut Pertempuran di wilayah Kharkiv

Mengintip dari balik topi dan dengan wajah tertutup, tentara Rusia yang bertempur untuk memperebutkan Kyiv itu menggambarkan pertempuran tak henti-hentinya di wilayah timur laut Ukraina, Kharkiv, di mana pasukan Moskow membuka barisan militer yang terbaru pekan lalu.

Kyiv.SuaraRepublikNews.com, – “Situasinya berat, intensitasnya perang sangat tinggi, baku tembak nyaris terjadi setiap sepuluh menit,” kata prajurit mortir itu, yang hanya mengidentifikasi dirinya dengan nama sandi Winnie.

Dilansir dari reuters, Prajurit itu adalah bagian dari anggota pasukan Legiun Kebebasan Rusia, sebuah kelompok penentang Presiden Vladimir Putin yang berperang untuk Ukraina. Ukraina mengerahkan bala bantuan, termasuk legiun dan dua unit lain yang terdiri dari warga pembelot dari negara Rusia, untuk menopang pertahanannya melawan serangan darat Rusia ke wilayah utara Kharkiv yang telah berlangsung sekitar satu minggu lalu.

“Ini sama saja seperti mesin penggiiling daging, tak terbayangkan karena Rusia masih saja terus mengirimkan pasukan bantuuannya,” kata Winnie, menggambarkan tentang kerugian Rusia ketika infanteri Moskow mencoba menyerbu lebih dalam ke Ukraina. Kedua belah pihak mengatakan bahwa pihak satunya mengalami banyak korban jiwa dalam perang, klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara independen.

Wakil komandan Legiun Kebebasan Rusia Maksimilian Andronikov, yang juga dikenal dengan nama sandi Caesar, mengatakan pejuang Rusia banyak melakukan inovasi-inovasi saat perang

“Mereka terus mengawasi dan mempelajari perang yang berlangsung saat ini, mereka menggunakan taktik-taktik perang yang cerdas,” katanya. Salah satu inovasi yang paling mencolok adalah ekspansi penggunaan bom udara, yang dijatuhkan dari pesawat dan biasanya membawa beberapa ratus kilogram bahan peledak atau lebih. Meskipun Rusia memiliki persediaan bom yang relatif rendah dari era Soviet.

Selama beberapa bulan terakhir, Rusia telah berhasil meraih kemenangan di medan perang dengan menggempur kota-kota di garis depan Pasukan Ukraina, dan posisi infanteri di bombardir dengan bom serangan-serangan udara.

“Hari ini saja, empat bom udara ditembakkan dari udara, sekitar 500 meter dari tempat saya saat saya mengawasi serangan musuh, badan mulai bergetar, dan saya terlempar ke atas, tapi saya baik-baik saja,” kata Winnie.

Serangan Rusia, yang mengarah ke kota Lyptsi dan Vovchansk di utara kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, dimulai pada Jumat (10/05) lalu. Di beberapa tempat, Rusia tampaknya telah bergerak maju setidaknya beberapa kilometer ke wilayah Ukraina, salah satu pergerakan tercepat yang pernah terjadi di antara kedua belah pihak sejak tahun 2022, tahun pertama invasi besar-besaran Rusia.

“Musuh unggul dalam jumlah pasukan, meskipun mereka tidak memiliki kendaraan perang sebanyak sebelumnya,” kata Andronikov tentang front Kharkiv. Dia mengantakan jika pihak Rusia mengirimkan jumlah yang lebih sedikit kendaraan lapis baja, tetapi meskipun demikian mereka mampu meluncurkan beberapa kali lebih banyak peluru artileri dan drone pengintai (FPV) dibandingkan Ukraina.

“Kami menyadari kekurangan ini. Kami memahami betul bahwa jika itu tidak ada, musuh tidak akan berhasil menguasai daerah ini atau sektiar Donbas,” katanya tentang ketidakseimbangan artileri, sebuah masalah yang sangat dirasakan oleh Ukraina selama enam bulan terakhir.

Dia mengecam pemberlakuan pembatasan oleh beberapa sekutu Ukraina dalam penggunaan senjata mereka untuk menyerang Rusia, dengan mengatakan bahwa pembatasan tersebut melumpuhkan kemampuan Kyiv untuk melawan di front utara yang hanya berjarak beberapa kilometer dari wilayah Rusia.

Tentara Ukraina telah lama mengeluh bahwa pembatasan itu memungkinkan Rusia untuk melancarkan serangan dari seberang perbatasan tanpa menimbulkan risiko bagi logistik mereka.

“Ini persoalan. Ada banyak sekali daftar bantuan senjata yang kami terima, tapi hingga saat ini kami tidak bisa menggunakannya di wilayah Rusia… dengan kekebalan hukum, musuh memanfaatkan fakta bahwa wilayah Rusia tidak bisa diserang.”

Serangan Rusia, yang mengarah ke kota Lyptsi dan Vovchansk di utara kota terbesar kedua di Ukraina, Kharkiv, dimulai pada Jumat lalu. Di beberapa tempat, Rusia tampaknya telah bergerak maju setidaknya beberapa kilometer, salah satu pergerakan tercepat yang pernah terjadi di antara kedua belah pihak sejak tahun 2022, tahun pertama invasi besar-besaran Rusia.

“Musuh memiliki keunggulan dalam hal personel, meskipun mereka tidak memiliki kendaraan sebanyak sebelumnya,” kata Andronikov tentang front Kharkiv.

Pihak Rusia mengirimkan lebih sedikit kendaraan lapis baja, tetapi meskipun demikian mampu meluncurkan beberapa kali lebih banyak peluru artileri dan drone pengintai (FPV) dibandingkan Ukraina.

“Kami menyadari kekurangan ini. Kami memahami betul bahwa jika personil yang cukup, kendaraan lapis baja tidak ada, musuh tidak akan mampu sampai menembus garis pertahanan. Donbas,” katanya tentang ketidakseimbangan artileri, sebuah masalah yang sangat dirasakan oleh Ukraina selama enam bulan terakhir.

Dia mengecam pemberlakuan pembatasan oleh beberapa sekutu Ukraina dalam penggunaan senjata mereka untuk menyerang Rusia, dengan mengatakan bahwa pembatasan tersebut memadamkan semangat Kyiv untuk melawan di front utara yang hanya berjarak beberapa kilometer dari wilayah Rusia.

Tentara Ukraina sudah lama mengeluh bahwa pembatasan penggunaan sejata itu memungkinkan Rusia untuk melancarkan serangan dari seberang perbatasan tanpa menimbulkan risiko bagi logistik mereka.

“Inti permasalahnnya, ada banyak sekali senjata yang kami terima, tapi hingga saat ini kami tidak bisa menggunakannya di wilayah Rusia… dengan kekebalan hukum, musuh memanfaatkan fakta bahwa wilayah Rusia tidak bisa diserang.” (Stg)

Share :

Baca Juga

Pelaku Kasus Pengeroyokan 2016 Berhasil Diringkus oleh Polsek Balaraja
Prediksi Real Madrid vs Real Betis: Laga Sengit di Pekan ke-4 La Liga 2024/2025

Maluku

Tim Ops Pekat Salawaku Amankan 1,1 Ton Sopi yang Diselundupkan dengan KM Sabuk Nusantara 87
Tech Neck: Ancaman Kesehatan Modern di Era Digital

Jawa Barat

Polresta Cirebon Gelar Police Goes To School Polresta Cirebon di SMPN 1 Sumber
Kapolda Berikan Pembekalan Apel Dansat Kodam XV Pattimura

Banten

Galian Pasir C di Desa Ciginggang, Kabupaten Lebak, Memunculkan Pertanyaan tentang Keabsahan dan Dampak Lingkungan
Polsek Talun Kembalikan Santri Al Bahjah yang Meninggalkan Pondok Tanpa Ijin ke Ponpes

Contact Us