Washington, suararepubliknews.com – Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service) sedang menyelidiki bagaimana seorang pria bersenjata dengan senapan AR dapat berada cukup dekat untuk menembak dan melukai mantan Presiden Donald Trump dalam sebuah kampanye di Pennsylvania pada hari Sabtu (14/07). Insiden ini dianggap sebagai kegagalan monumental dalam salah satu tugas utama badan tersebut.
Kronologi Penembakan
Pria bersenjata tersebut, yang akhirnya tewas oleh personel Secret Service, melepaskan beberapa tembakan ke arah panggung dari posisi yang lebih tinggi di luar lokasi kampanye. Menurut agensi tersebut, pria itu berhasil mencapai atap sebuah pabrik yang berjarak kurang dari 150 meter dari tempat Trump berpidato. Jarak ini memungkinkan seorang penembak jitu yang baik untuk menembak target seukuran manusia.
Identifikasi Pelaku
FBI pada hari Minggu (15/07) mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Thomas Matthew Crooks, 20 tahun, dari Bethel Park, Pennsylvania. Pria tersebut mengenakan kamuflase abu-abu dan tergeletak tak berdaya di atap pabrik setelah ditembak oleh Secret Service.
Investigasi dan Respon Awal
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas mengatakan bahwa departemennya dan Secret Service bekerja sama dengan penegak hukum untuk menyelidiki penembakan tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan para kandidat presiden dan acara kampanye mereka sebagai salah satu prioritas paling penting bagi departemen tersebut.

Tanggapan Pejabat dan Legislator
Seruan untuk melakukan investigasi datang dari berbagai pihak. Mark Green, anggota DPR dari Partai Republik, mengirimkan surat kepada Mayorkas untuk mempertanyakan penembakan tersebut dan meminta informasi tentang perlindungan Paspampres terhadap mantan presiden. Ia menekankan bahwa kegagalan keamanan ini merupakan momen mengerikan dalam sejarah bangsa.
Tindakan Lanjutan
James Comer, ketua Komite Pengawasan DPR, mengatakan bahwa ia menghubungi Secret Service untuk mendapatkan pengarahan dan meminta Direktur Dinas Rahasia Kimberly Cheatle untuk hadir dalam rapat dengar pendapat. Sementara itu, anggota DPR Ritchie Torres dari Partai Demokrat menyerukan penyelidikan atas kegagalan keamanan dalam rapat umum tersebut.

Dampak Politik dan Sosial
Gubernur Wisconsin Tony Evers menyatakan bahwa ia dan stafnya sedang melakukan kontak dengan koordinator perencanaan keamanan menjelang Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee. Ia menekankan bahwa Amerika tidak bisa menjadi negara yang menerima kekerasan politik dalam bentuk apa pun.
Penyelidikan Berlanjut
FBI akan memimpin penyelidikan atas penembakan tersebut, bekerja sama dengan Secret Service serta penegak hukum lokal dan negara bagian. Jaksa Agung Merrick Garland mengatakan bahwa Departemen Kehakiman akan mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk penyelidikan ini. Garland menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak akan ditoleransi dan merupakan serangan terhadap demokrasi. (Stg)
Sumber: APnews “The Secret Service is investigating how a man who shot and injured Trump was able to get so close”










