Home / Tak Berkategori

Senin, 15 Juli 2024 - 18:10 WIB

Misteri di Balik Upaya Pembunuhan Donald Trump oleh Pria Muda

Trump menyatakan di media sosial bahwa telinga kanannya terluka akibat penembakan tersebut

Trump menyatakan di media sosial bahwa telinga kanannya terluka akibat penembakan tersebut

Washington, suararepubliknews.com – Pada hari Sabtu (13/07), seorang pria berusia 20 tahun bernama Thomas Matthew Crooks mencoba membunuh mantan Presiden Donald Trump di acara kampanye. Penegak hukum mulai curiga terhadap Crooks ketika pengunjung kampanye melihat perilakunya yang aneh di luar acara. Meskipun petugas berusaha mencarinya, Crooks berhasil naik ke atap dan melepaskan tembakan, yang menewaskan seorang penonton.

Penyelidikan dan Motif yang Tidak Jelas

FBI sedang mencari petunjuk mengenai apa yang mendorong Crooks untuk melakukan serangan tersebut. Meskipun FBI menyelidikinya sebagai potensi aksi terorisme domestik, tidak ada motif ideologis yang jelas dari pria yang ditembak mati oleh Pasukan Pengawal Presiden (Secret Service).

Presiden Joe Biden meminta semua pihak untuk tidak membuat asumsi mengenai motif atau afiliasi Crooks dan membiarkan FBI melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Latar Belakang Thomas Matthew Crooks

Crooks, yang berasal dari Bethel Park, Pennsylvania, memiliki bahan pembuat bom di dalam mobilnya. Penyelidik tidak menemukan catatan ancaman di media sosialnya atau pandangan ideologi yang bisa menjelaskan tindakannya.

Crooks tidak memiliki aktivitas mencurigakan di akun media sosialnya, termasuk Discord, dan tidak ada bukti bahwa ia menyebarkan pandangan politik atau kekerasan.

Reaksi dan Dampak Insiden

Trump menyatakan di media sosial bahwa telinga kanannya terluka akibat penembakan tersebut. Meskipun terluka, Trump tetap berencana untuk menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee. Insiden ini juga menyebabkan dua pengunjung mengalami luka kritis, sementara Corey Comperatore, mantan kepala pemadam kebakaran, tewas saat melindungi keluarganya.

Kehidupan dan Riwayat Crooks

Thomas Matthew Crooks lulus dari SMA Bethel Park pada tahun 2022 dan dikenal sebagai siswa yang berprestasi di bidang matematika dan sains. Crooks pernah mencoba bergabung dengan tim penembak senapan sekolah namun ditolak karena keterampilannya yang buruk. Beberapa teman sekolah mengungkapkan bahwa Crooks sering diintimidasi dan dikucilkan.

 

Crooks bekerja sebagai asisten pengatur makanan di panti jompo dan memiliki latar belakang yang bersih saat dipekerjakan. Namun, insiden ini mengungkapkan sisi lain dari kehidupan Crooks yang mengejutkan banyak pihak.

Investigasi Lanjutan

Penyelidik terus menyelidiki latar belakang dan aktivitas media sosial Crooks serta berupaya mendapatkan akses ke teleponnya. Senapan gaya AR yang digunakan Crooks dibeli oleh ayahnya, dan penyelidik belum mengetahui apakah ia membawa senjata tersebut tanpa izin. Pihak berwenang memasang blokade di sekitar rumah Crooks di luar Pittsburgh untuk mencegah lalu lintas dan melanjutkan penyelidikan lebih lanjut. (Stg)

Sumber: APnews “Authorities hunt for clues, but motive of man who tried to assassinate Donald Trump remains elusive”

Share :

Baca Juga

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka Resmi Dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2024-2029

Buru

Diduga Koperasi Mempekerjakan WNA di Kawasan Gunung Botak
Pencapaian Prestasi Dan Penghargaan Buat Lingkungan Hidup Kota Tangerang
Merah Putih adalah Kita” , Korem 071/Wijayakusuma Bersholawat Bersama Rakyat
Festival ‘Malam Tahun Baru 2023′ Pemprov DKI akan Melibatkan 110 UMKM
Persija Jakarta Tampil Perkasa di Pekan Pertama BRI Liga 1 2024/2025, Hancurkan Barito Putera dengan Skor Telak 3-0

Banten

Blood Moon Terpanjang Abad Ini: Langit Akan Memerah pada 7-8 September 2025

Maluku

Dugaan Penyalahgunaan Nama Media Dan Penggalangan Dana Fiktif, Oknum Wartawan Terlibat

Contact Us