Samosir, suararepubliknews.com – Bupati Humbang Hasundutan, diwakili oleh Plh Sekda Drs. John Harry, M.MA, menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Marianna Resort & Convention, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, pada Jumat (19/7/2024). Turut mendampingi Drs. John Harry adalah Staf Ahli Bupati Rommel Silaban, Kadis Pertanian Ketapang Junter Marbun, serta beberapa OPD terkait.
Kegiatan ini diikuti oleh empat kabupaten wilayah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba, yaitu Kabupaten Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Utara, dan Toba. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang, Pj. Bupati Tapanuli Utara Dimposma Sihombing, dan Bupati Toba yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jonni DP Lubis.
Mendorong Pengembangan DPSP Danau Toba
Kepala Perwakilan BI Sibolga, Riza Putera, dalam paparannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong percepatan pengembangan DPSP Danau Toba, khususnya peran pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga komoditi serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembayaran elektronik.

Riza menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendukung sektor pariwisata. Dengan digitalisasi, promosi pariwisata dapat dilakukan lebih efektif dan efisien, memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan, dan mendukung keberlanjutan daerah tujuan wisata.
Peran Penting Kabupaten dalam Pengembangan Pariwisata
Riza juga menyampaikan bahwa peran empat kabupaten wilayah kerja Perwakilan Sibolga mengalami peningkatan dan pertumbuhan, terutama dalam bidang pariwisata. Penerapan digitalisasi dalam pariwisata memudahkan promosi dan akses bagi wisatawan.
Upaya Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan
Plh. Sekda Kabupaten Humbang Hasundutan, Drs. John Harry, M.MA, menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten terus mengupayakan ketersediaan pangan melalui mekanisasi pertanian. Produksi komoditas volatile goods seperti cabai dan bawang merah terus dipacu, dengan memperkenalkan bibit yang cocok untuk dataran tinggi seperti Batu Ijo, Bima Brebes, dan Birma Padang.
Tanaman jagung, yang ketersediaan dan harganya sangat mempengaruhi inflasi terutama untuk daging dan telur ayam, juga didorong peningkatan produksinya. Mekanisasi pertanian, seperti penggunaan cultivator dan corn harvester yang dihibahkan kepada kelompok tani, merupakan salah satu langkah yang diambil.
Komitmen Bersama untuk Ketahanan Pangan dan Digitalisasi
Pada akhir acara, dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Utara, dan Toba tentang Strategi Ketahanan Pangan dan Digitalisasi untuk mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba sebagai Pariwisata Kelas Dunia.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan DPSP Danau Toba dapat berkembang menjadi destinasi pariwisata kelas dunia yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, serta mendukung ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi daerah melalui digitalisasi. (D Marbun)











