Tumbang Chipping Perdana PSR 2024 di Desa Kapunduhan, Langkah Awal Memperbaharui Kebun Sawit Petani
Lebak, suararepubliknews.com – Kamis, 24 Oktober 2024, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional, kembali menggulirkan aksinya di Kabupaten Lebak. Kali ini, Desa Kapunduhan menjadi saksi Tumbang Chipping Perdana Program PSR 2024, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit dengan penggunaan benih sawit yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Direktur Koperasi Masyarakat Limantaka yang juga Ketua DPW APKASINDO Banten, H. Wawan, Kepala Desa Kapunduhan H. Ade Dimyati, Kepala Desa Mekarjaya Wahyudin, jajaran Polsek Cijaku, anggota Danril 0313/Malingping, perwakilan BPP Cijaku, serta masyarakat petani kelapa sawit setempat.
Dukungan Penuh untuk Peremajaan Sawit: Komitmen Koperasi dan Pemerintah dalam Memajukan Petani Sawit Lebak
Dalam sambutannya, H. Wawan mengungkapkan rasa syukur atas pelaksanaan Tumbang Chipping Perdana ini.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan program peremajaan sawit yang merupakan bagian dari program strategis nasional. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah Desa Kapunduhan, Desa Mekarjaya, Porkopimcam Cijaku, dan tentu saja kepada para petani kelapa sawit yang berpartisipasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Wawan menjelaskan bahwa Kabupaten Lebak mendapatkan alokasi lahan seluas 127 hektar yang akan diremajakan melalui program ini, dengan 45,2 hektar di Desa Kapunduhan dan 52 hektar di Desa Sukasenang.

Program ini, yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), tidak hanya mendukung peremajaan sawit, tetapi juga telah memberikan beasiswa pendidikan kepada 103 orang. Bahkan, salah satu penerima beasiswa telah menyelesaikan pendidikan D3.
Pemanfaatan Lahan Selama Peremajaan: Peluang Menanam Jagung untuk Peningkatan Ekonomi Petani
Mengingat bahwa proses peremajaan sawit memerlukan waktu hingga tiga tahun sebelum pohon sawit siap panen, H. Wawan menyarankan agar petani memanfaatkan lahan mereka untuk menanam jagung atau padi gogo.
“Kami akan menyediakan bibit jagung, dan hasil panennya nanti akan kami tampung,” jelasnya.
Dengan demikian, petani dapat tetap mendapatkan penghasilan meskipun panen sawit masih memerlukan waktu.
Apresiasi dari Kepala Desa Kapunduhan: Program PSR Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Petani Sawit
Kepala Desa Kapunduhan, H. Ade Dimyati, mengungkapkan terima kasihnya atas kehadiran program PSR di desanya. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakatnya yang mayoritas berprofesi sebagai petani sawit.
“Alhamdulillah, program ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat, terutama karena banyak pohon sawit yang sudah tua dan tidak produktif lagi. Terima kasih kepada Koperasi Masyarakat Limantaka yang telah membawa program ini ke desa kami,” ucapnya.
H. Ade juga mengakui bahwa pada awalnya masyarakat merasa keberatan karena harus menanggung biaya besar untuk proses penebangan dan penanaman ulang.

Namun, setelah mendengar penjelasan dari H. Wawan mengenai dukungan yang akan diberikan, kekhawatiran tersebut sirna.
“Kami akan membentuk kelompok tani untuk menanam jagung, dan semua kebutuhan seperti bibit, pupuk, serta penjualannya sudah dijamin,” tambahnya.
Camat Cijaku Apresiasi Program PSR: Dorongan untuk Pembangunan Infrastuktur
Camat Cijaku, H. Cece, memberikan apresiasi atas program peremajaan sawit yang dilaksanakan di wilayahnya. Menurutnya, program ini tidak hanya akan meningkatkan produktivitas sawit, tetapi juga akan berdampak positif pada kesejahteraan petani.
“Saya berharap pembangunan infrastruktur dapat sejalan dengan program peremajaan sawit ini, sehingga hasilnya bisa lebih optimal,” tutupnya.
Pewarta: Iwan H
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024









