Perguruan Silat Panglipur Jagat Asah Talenta Muda untuk Berprestasi di Ajang Nasional hingga Internasional
Pamulang, suararepubliknews.com – Seni bela diri pencak silat yang merupakan warisan budaya leluhur Indonesia terus dikembangkan oleh perguruan-perguruan yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Salah satunya adalah Perguruan Silat Panglipur Jagat di Pamulang, Tangerang Selatan, yang dipimpin oleh Asep Mulyana. Perguruan ini telah mencetak banyak pesilat muda berbakat, dan tak jarang mereka berhasil mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan.
Pada Minggu, 10 November 2024, Salman Alfariz, seorang siswa dari SDN 01 Benda Baru, Pamulang, tampil gemilang dalam Kejuaraan Pencak Silat Banten Nasional Open Cup 2024. Menghadapi lawan-lawannya dengan penuh percaya diri, Salman berhasil meraih kemenangan impresif yang membuatnya membawa pulang medali emas.

“Alhamdulillah, lawan saya bisa dua kali langsung KO. Semua ini berkat bimbingan dan latihan dari Pak Asep,” ujar Salman penuh rasa syukur.
Pembinaan di Panglipur Jagat Membuahkan Prestasi
Asep Mulyana, yang memimpin Panglipur Jagat, mengaku bangga dengan pencapaian murid-muridnya, termasuk Salman. Menurutnya, latihan di Panglipur Jagat tak hanya mengutamakan teknik, tetapi juga membangun disiplin dan mental bertanding. Para pesilat di Panglipur Jagat dilatih secara intensif, mulai dari teknik dasar hingga strategi bertanding, untuk mempersiapkan mereka menghadapi ajang kompetisi nasional bahkan internasional.
“Sebelum turnamen, kami melatih teknik dan kekuatan fisik mereka. Disiplin menjadi hal utama di Panglipur Jagat, dan hasilnya bisa kita lihat pada Salman dan pesilat muda lainnya yang terus berprestasi,” jelas Asep.
Tentang Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
IPSI, sebagai organisasi resmi yang menaungi berbagai perguruan pencak silat di Indonesia, didirikan pada tahun 1948 oleh para tokoh seni bela diri untuk melestarikan, mengembangkan, dan mempromosikan pencak silat sebagai bagian dari kebudayaan nasional. Melalui IPSI, pencak silat berkembang sebagai cabang olahraga yang diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional, berkat perjuangan dan pengaruh IPSI dalam membawa pencak silat masuk ke dalam agenda kompetisi dunia, seperti SEA Games dan Asian Games.

IPSI memfasilitasi kegiatan kompetisi, pelatihan, hingga sertifikasi bagi para pelatih dan pesilat di seluruh penjuru negeri, sehingga tiap perguruan memiliki standar yang sama dalam mengajarkan seni bela diri ini. Pencak silat bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2019, yang menegaskan posisinya sebagai kekayaan budaya Indonesia.
Persiapan Menghadapi Ajang Internasional
Tidak berhenti di ajang nasional, Panglipur Jagat di bawah asuhan Asep Mulyana kini tengah mempersiapkan para atletnya untuk berlaga di kompetisi internasional yang dijadwalkan pada Januari 2025.
“Kami berharap para pesilat dapat berlatih lebih giat lagi dan menjaga disiplin. Ajang internasional membutuhkan persiapan mental dan teknik yang lebih kuat,” ungkap Asep.
Program latihan intensif pun mulai disiapkan untuk mengasah kemampuan para pesilat agar siap bersaing dengan lawan-lawan dari berbagai negara. Asep dan IPSI berkomitmen untuk mengharumkan nama Indonesia melalui pencak silat, bukan hanya sebagai olahraga, tetapi sebagai simbol budaya bangsa yang membanggakan.
Dengan dukungan dari berbagai pihak dan dedikasi para pelatih seperti Asep Mulyana, pencak silat Indonesia diharapkan semakin mendunia, memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui prestasi di kancah internasional.
Pewarta: Iwan H
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024










