Home / Tak Berkategori

Senin, 27 Juni 2022 - 06:57 WIB

Polsek Cigudeg akan Gelar Perkara Terkait Pengeroyokan Jurnalis

Penanewa adalah salah seorang korban penganiayaan dari tiga jurnalis ( Dok : Sekjen  GWI)

Jakarta,Juni, Suara Reapublik News ( SRN) , Menyambung berita kabiro SRN   edisi 24 Juni 2022, dibawah judul, “Ketum DPP  GWI : Kepolisian harus Tangkap Pelaku Penganiayaan Jurnalis”.Polsek Cigudeg memanggil  10 orang saksi  terduga pelaku pengeroyokan terhadap tiga wartawan media online  yaitu (1) Bohori – Angkara News,(2)  M.Deni -Bayangkara satu news serta (3)  Dayat-Pena News. Polsek Cigudeg akan gelar perkara dalam waktu dekat.stafsus  Kabiro SRN Jaktim  menghubungi Sekjen GWI. Melalui  ponselnya menanyakan kebenaran informasi ini, Heryray Monds Sitorus Sekjen  GWI ini membenarkan nya,dan Akan mengawal sampai tuntas kata Heraray. Keyakinannya ini muncul , setelah Kanit Reskrim Polsek Cigudeg, Ipda Iman Budiman, saat di konfirmasi awak media ,terkait perkembangan kasus ini,

Kanit Reskrim Polsek Cigudeg, Ipda Iman Budiman, memeriksa saksi yang hadir

 Kanit Reskrim Imam Budiman mengatakan, Permasalahan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap 3 orang wartawan itu tetap di proses. Saya sudah  berjanji kerekan-rekan media” ujar Imam Budiman. kasus ini adalah atensikan,  sampai  saat ini terus dalam pemeriksaan,”lanjutnya lagi, kepada wartawan di ruang kerjanya, pada Sabtu 25 Juni 2022. Iman menambahkan,” Hari ini ada 3 orang untuk akan diperiksa,” baru  satu orang yang datang dan Status nya akan di tentukan setelah pemeriksaan dan penyelidikan setelah kasus di gelar nanti pada hari senin,” (27/06) ujarnya menambahkan. Ia menjelaskan bahwa sampai  hari ini  (25/06) sudah 10 orang yang di periksa sebatas saksi. Lebih baik berjalan secara landai tapi proses tetap terus berjalan dan di lakukan pendalaman,” jelasnya. Kita tidak boleh terburu – buru, jangan sampai salah tangkap,  ujarnya secara hati-hati. Kita akan  lakukan gelar perkara guna mencari bukti dan saksi yang lain,”

Disis lain, Aripin lubis ketua DPC Gabungan wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Bogor meminta pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum. Apa yang dialami oleh wartawan saat menjalankan tugas jurnalistiknya di SDN  Parakantiga sangat melukai hati insan Pers. Perlakuan yang dilakukan terhadap jurnalistik sangat tidak manusiawi.  Panitia acara dan kepala sekolah juga harus diperiksa. agar jelas di balik ini ada apa sebenarnya ? tanya Lubis, karena ada informasi yang berkembang “awal kejadiannya  dari komite sekolah. Sesuai dengan undang – undang Pers no 40 tahun 1999 , menghalangi – halangi kinerja jurnalistik dapat dipidana 3  – 5  tahun penjara / denda Rp. 500 juta. ini  bukan saja menghalangi ” ada  pengeroyokan dan perampasan hak cipta wartawan,  bisa dikenakan pasal berlapis ” kata Lubis  DPC GWI Bogor. Kita serahkan saja ke aparat kepolisian “proses hukumnya. Kita awak media akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Harapan kita pelakunya segera ditangkap diproses secara hukum,  Tutupnya ( Ring-o).

Share :

Baca Juga

Penandatanganan Pakta Integritas Seleksi Penerimaan Anggota Polri Terpadu, Wakapolda Tekankan Menggunakan Prinsip BETAH
Percepat Tangani Blankspot, 2 BTS Telkomsel di babat toman dan sugih waras telah On Air *
TNI Gagalkan Penyelundupan 17 PMI dan 24 Warga Bangladesh ke Malaysia
Paus Gunakan Kata Vulgar dalam Bahasa Italia saat Penyebutan Kaum LGBT, Kata Laporan
IMI Awards, Pj Bupati Apriyadi Dinobatkan Jadi Tokoh Otomotif Sumsel
Danrem 174/ATW Kunjungi Kotis Satgas Pam Obvitnas PT. Freeport Indonesia

Maluku

Gerakan Pangan Murah Polres Buru Disambut Antusias Warga Desa Lala

Jawa Barat

Bukan Sekadar Pelapor Peristiwa, Wali Kota: Pers Adalah Fondasi Nalar Publik yang Sehat

Contact Us