Home / Tangerang Raya

Senin, 27 Oktober 2025 - 21:09 WIB

Aliansi Jurnalis dan LSM Tangerang Raya Laporkan Satpol PP ke Ombudsman: Diduga Lalai dan Tidak Produktif Jalankan Tugas Penegakan Perda

Tangerang – Suara Republik News, 27 Oktober 2025 — Aliansi Jurnalis dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tangerang Raya resmi melaporkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Banten. Laporan tersebut dilayangkan karena dinilai adanya ketidakprofesionalan, kelalaian, dan lemahnya kinerja Satpol PP dalam menegakkan peraturan daerah serta menangani pelanggaran izin bangunan di wilayah Kota Tangerang.

 

Laporan resmi itu diajukan oleh S. Widodo, yang akrab disapa Romo, selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang LSM Gerakan Reformasi Masyarakat Banten Indonesia (DPC LSM GERAM) Kota Tangerang. Romo mewakili Aliansi Jurnalis dan LSM Tangerang Raya dalam pengaduan tersebut.

Menurutnya, banyak temuan di lapangan yang menunjukkan lemahnya tindakan Satpol PP terhadap berbagai pelanggaran, seperti bangunan tanpa izin, penyalahgunaan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan perusahaan yang beroperasi tanpa legalitas lengkap.

Kota Tangerang kini dipenuhi bangunan dan aktivitas usaha tanpa izin yang tidak pernah ditindak tegas oleh Satpol PP. Ini sudah jadi masalah serius dan menunjukkan lemahnya penegakan Perda,” ujar Romo usai menyerahkan laporan di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Banten, Senin (27/10/2025).

Ombudsman Akan Tindaklanjuti Sesuai Mekanisme

Laporan resmi tersebut diterima langsung oleh Desi, Asisten Ombudsman RI Perwakilan Banten. Ia menyampaikan bahwa laporan yang diserahkan LSM GERAM akan segera diverifikasi baik dari sisi legal standing maupun substansi laporannya.

Kami akan memverifikasi legal standing dan materi terkait substansi laporan, kemudian menindaklanjutinya sesuai mekanisme di Ombudsman. Kami juga akan memberikan informasi kepada pelapor sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi publik,” jelas Desi.

 

Bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Pengawasan Publik

Dalam kesempatan yang sama, Romo menegaskan bahwa laporan tersebut bukan sekadar bentuk kritik terhadap Satpol PP, melainkan wujud tanggung jawab sosial untuk mendorong pemerintahan yang transparan dan berkeadilan di Kota Tangerang.

Baca Juga  Proyek Gedung Parkir RSUD Kota Tangerang Diduga Langgar UU, Sekdis Perkimtan Bungkam

Kami sudah dua kali turun aksi bersama rekan-rekan jurnalis dan aliansi LSM Tangerang Raya, tapi hingga kini belum ada langkah konkret dari Satpol PP maupun Inspektorat. Ini bukan persoalan pribadi atau politik, melainkan soal penegakan hukum dan keadilan publik,” tegas Romo.

Kalau putusan pengadilan saja diabaikan, berarti ada yang salah dalam sistem pengawasan. Ombudsman harus turun tangan memeriksa seluruh OPD agar ada perbaikan nyata di Kota Tangerang,” tambahnya.

 

Isi dan Nomor Laporan Resmi

Laporan yang diajukan teregister dengan Nomor: 022/Istimewa/LAPDU/LSM/GRM/BTN-IND/DPC/TNG/X/2025, bersifat Penting, serta disertai berkas dan bukti pendukung terkait dugaan kelalaian Satpol PP.

Dalam dokumen tersebut, LSM GERAM menilai bahwa tindakan Satpol PP telah memenuhi unsur maladministrasi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia.

Kronologi Dugaan Maladministrasi

Dalam laporan yang diterima Ombudsman, terdapat tiga bentuk dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Tangerang, yaitu:

  1. Pembiaran terhadap pelanggaran Perda meskipun telah ada putusan pengadilan yang seharusnya menjadi dasar penindakan.
  2. Penundaan berlarut dalam proses penegakan hukum administrasi daerah.
  3. Tidak adanya tanggapan resmi maupun tindak lanjut dari aparat pengawas internal terkait berbagai aduan masyarakat.

Dorongan untuk Ombudsman Bertindak Tegas

Romo berharap Ombudsman RI Perwakilan Banten dapat memproses laporan ini secara serius dan profesional agar tidak menimbulkan preseden buruk dalam tata kelola pemerintahan daerah.

 

Kami percaya Ombudsman akan bersikap objektif dan tegas dalam menegakkan prinsip pelayanan publik yang bersih dan bebas dari praktik maladministrasi,” tutup Romo.

 

Catatan Redaksi

Kasus ini menjadi sorotan publik karena mencerminkan lemahnya fungsi pengawasan internal Pemerintah Kota Tangerang. Jika laporan ini terbukti benar, maka kinerja Satpol PP perlu dievaluasi menyeluruh agar penegakan hukum daerah tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat dan supremasi hukum.

Baca Juga  Tabir Kematian Karyawan Donat di Cibodas, Polisi Evakuasi Jenazah ke RSUD Tangerang

( Rosita ).

 

Share :

Baca Juga

Tangerang Raya

Wamen ATR/BPN Apresiasi Inovasi Kantah Kota Tangerang: Model Transformasi Pelayanan Publik Pertanahan Berbasis Teknologi

Tangerang Raya

PHK Sepihak PT PCM Kabel Indonesia Viral, Disnaker Angkat Bicara;  “Gaji di Bawah UMK Merupakan Tindak Pidana”

Tangerang Raya

Satgas Tapem Kecamatan Karawaci Optimalisasi Fungsi Drainase, Antisipasi Genangan dan Kerusakan Jalan

Tangerang Raya

Pemdes Ngepoh Gelar Bimbinhan Teknis Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Keuangan Desa

Tangerang Raya

Konflik di Sekolah SD N Periuk 4 Berakhir Damai, Guru dan Wali Murid Sepakat Saling Memaafkan

Tangerang Raya

Pembangunan RKB SDN Mauk III Abaikan K3,,Ironis nya Pejabat Pura pura tidak tau, Apakah tunggu terjadi…??

Tangerang Raya

Modus Klasik Anggaran Berulang Dana Desa Bojong Renged, LBH BONGKAR: Inspektorat Jangan Mandul, Segera Limpahkan ke APH!

Tangerang Raya

Pemkab Tanggap Cepat Perbaiki Jembatan Sementara Aek Sipoti Batu Nagodang Yg Rusak Akibat Hujan Deras.

Contact Us