Lebak, Suararepubliknews – Koalisi Lebak Selatan (KOLASE) yang terdiri dari LSM, Ormas seperti Grib, PJBN, JBB, BPPKB, TTKKBI, Pendekar Banten, LSM Harimau, LP-KPK, GMBI, dan media, serta mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC), menggelar aksi demo pada Senin, 15 Desember 2025.
Massa aksi menuntut penutupan dan pembongkaran batching plant PT. Bintang Beton Selatan (BBS) di Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Lebak, Banten.

Aksi ini dipicu oleh dugaan pelanggaran peraturan dan masalah serius lainnya.
Salah satu mantan karyawan PT. BBS yang hadir dalam aksi demo, mengaku tidak dibayar selama tiga bulan.
“Saya tidak dibayar selama tiga bulan, dan saya tahu ada beberapa orang lain yang juga mengalami nasib serupa, yaitu sekitar lima orang,” ujarnya.
Lebih parah lagi, mantan karyawan tersebut mengaku diteror setelah meninggalkan pekerjaannya di PT. BBS.
Makin kompleksnya masalah, selain izin, ternyata juga ada masalah gaji karyawan yang belum dibayar dan teror terhadap mantan karyawan.
Aksi demo yang hampir memanas akhirnya mereda setelah perwakilan KOLASE dan IMC diterima oleh Humas PT. BBS.
Dalam mediasi tersebut, perwakilan aksi menanyakan tentang Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan ijin retail PT. BBS.
Perwakilan Humas PT. BBS, Jamal, mengakui bahwa perusahaan tidak memiliki PBG dan ijin retail, dan sedang dalam proses.
“Kita akui tidak ada dan sedang dalam proses. Kita pun akan menerima jika tempat ini ditutup oleh Satpol PP, kita sudah terima surat teguran kedua, tapi kita tidak menerima jika ditutup oleh massa aksi,” ujarnya.
Tuntutan KOLASE:
Penutupan dan pembongkaran batching plant PT. BBS karena melabrak aturan Perda Kabupaten Lebak nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, Kepmen ATR/BPN Nomor 1589/SK-HK.02.01/XII/2021 dan UU No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Bupati Lebak agar mencopot Kasatpol PP Kabupaten Lebak
Proyek pemerintah tidak menggunakan batching plant PT. BBS
Kapolsek Panggarangan, Iptu Acep Komarudin S.H., mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada massa aksi yang tetap menjaga kondusifitas sehingga aksi berjalan aman dan damai.
Dengan demikian, aksi demo ini diharapkan dapat mendorong pihak berwenang untuk segera menyelesaikan masalah ini. (Iwan H)










