Kota Tangerang, SRN – Masalah sampah dari hulu hingga hilir dan secara kontiniu sulit untuk diatasi secara sempurna, akan tetapi secara estapet pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berbenah untuk sigap dalam arah yang lebih baik.
Ada contoh beberapa titik lokasi sampah yang menumpuk di tempat tinggal warga, ini merupakan permasalahan serius yang menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, lingkungan, dan kenyamanan hidup.

Ada salah satu contoh tumpukan sampah di wilayah Rt 05/Rw 04, Kelurahan Cibodas, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, banyak sekali tumpukan sampah dan banyak sampah yang berserakan.
“Seharusnya sampah itu harus di angkut setiap 2 atau 3 hari sekali untuk menghindari sampah menumpuk dan berserakan yang mengakibatkan bau busuk yang menyengat dan bisa menimbulkan penyakit, ” ujar Edi, warga setempat, rabu (11/2/26).
Lanjutnya, bahwa warga semua mengeluh dan sudah disampaikan ke pengurus Rt setempat, sementara pengurus Rt kurang merespon terkait sampah tersebut.
Sementara itu, menurut keterangan wakil Rt 05/Rw 04, mengenai penumpukan sampah ini dikarenakan mobil pengangkutvsampah di Kelurahan Cibodas rusak dan harus menggunakan mobil baru untuk beroperasi.
Bagaimana dengan DLH Kota Tangerang??? terkait permasalahan warga dengan kondisi seperti ini.
Tumpukan sampah seringkali menjadi sarang penyakit dan mengurangi kualitas lingkungan.
Berikut adalah poin-poin penting terkait kondisi sampah menumpuk di pemukiman:
1. Dampak Kesehatan dan Lingkungan,
Penyakit menular, sampah yang membusuk mengundang lalat, tikus, dan kecoa yang membawa kuman penyakit, seperti diare, disentri, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan (ISPA).
2.Pencemaran Udara dan Air: Tumpukan sampah menimbulkan bau tidak sedap (gas metan, amoniak, asam sulfida) dan cairannya (leachate) dapat meresap ke tanah, mencemari air tanah dan sungai.
3.Banjir: Sampah yang menumpuk di saluran air (got/selokan) dapat menyumbat aliran air, menyebabkan banjir saat hujan.
Estetika dan Kenyamanan: Lingkungan menjadi kumuh, kotor, dan menimbulkan belatung, yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
(Wyta)










