Home / Buru

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:14 WIB

PMII Buru: Ketua Rayon Hasyim Asy’ari Tegaskan Pentingnya Objektivitas, Tolak Opini Menyesatkan Terhadap Kapolsek Waeyapo.

BURU, SuarareubikNews.com.-,Ketua Rayon Hasyim Asy’ari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Buru, Wawan Behuku, S.H., menegaskan bahwa penyampaian informasi kepada publik, khususnya yang berkaitan dengan institusi Kepolisian, harus mengedepankan prinsip objektivitas, akurasi data, serta tanggung jawab moral.

Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi berkembangnya narasi yang diungkapkan sejumlah organisasi paguyuban, termasuk GMPRI dan LMND, terkait dugaan kepemilikan empat buah tong SP 2 di Desa Debowai oleh Kapolsek Waeyapo.

Menurut Wawan, informasi tersebut perlu diuji secara terbuka melalui fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai, penyampaian tuduhan tanpa dukungan data yang terverifikasi berpotensi membentuk persepsi publik yang keliru serta merugikan reputasi individu maupun institusi.

“Dalam negara demokrasi, kritik merupakan hak setiap warga negara. Namun, kritik harus dibangun di atas fondasi fakta, bukan asumsi, spekulasi, ataupun penggiringan opini yang berpotensi menyesatkan masyarakat,” tegas Wawan.

Ia juga menyayangkan apabila narasi yang berkembang terkesan diarahkan untuk mendiskreditkan nama baik pimpinan Polsek Waeyapo, baik dalam kapasitas kelembagaan maupun secara personal.

Wawan menilai, apabila terdapat dugaan pelanggaran atau persoalan yang berkaitan dengan pejabat publik, mekanisme klarifikasi dan pengawasan melalui saluran yang berwenang harus menjadi pilihan utama, bukan membangun penghakiman di ruang publik sebelum fakta memperoleh kejelasan.

“Jangan sampai ruang demokrasi justru dimanfaatkan untuk memproduksi persepsi yang tidak proporsional. Publik berhak memperoleh informasi yang benar, sementara setiap orang juga memiliki hak atas perlindungan nama baik dan asas praduga tak bersalah,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa gerakan mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki tanggung jawab intelektual untuk menjaga kualitas demokrasi melalui kritik yang argumentatif, berbasis data, serta berorientasi pada penyelesaian persoalan.

Baca Juga  Demo di Polres Buru: Desak Tangkap Oknum Tambang Ilegal Berkedok Koperasi

Menurutnya, apabila terdapat indikasi bahwa suatu narasi sengaja dibangun untuk kepentingan tertentu, maka hal tersebut perlu diuji secara objektif dan tidak cukup disimpulkan hanya berdasarkan dugaan.

“Perjuangan moral tidak boleh kehilangan integritas intelektual. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan menjadikan tuduhan sebagai instrumen untuk meruntuhkan reputasi seseorang tanpa pembuktian yang sah,” tutup Wawan. ( Dhet ).

WAWAN BEHUKU, S.H.
Ketua Rayon Hasyim Asy’ari
“Zikir, Fikir, Amal Sholeh.”

Share :

Baca Juga

Buru

Sambut HUT RI ke-80, Sat Lantas Polres Buru Selatan Bagikan Bendera Merah Putih Kepada Pengendara Bermotor

Buru

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Namlea Abdula Fatcey mengkritisi surat Gubernur Maluku

Buru

BANTAH FITNAH “SETORAN KE POS”, KIHPB: MASYARAKAT GUNUNG BOTAK HANYA CARI NAFKAH, BUKAN PETI CUKONG

Buru

Tutup Karbak Skala Besar di Desa Patani, Pangdam XV/Pattimura dan Forkopimda Tinjau Infrastruktur Hingga Makan Bersama Warga

Buru

Waka Polres Buru Kompol H. Akmil Djapa Gelar Safari Dakwah dalam Implementasi Program Polisi Mengaji

Buru

Polres Buru Gelar Operasi Cipta Kondisi  Langkah Awal Menuju Penertiban GB

Buru

Dituduh Melarang Alat Berat Masuk Gunung Botak Secara Sepihak, Pos PAM Anhoni & masyarakat Beri Klarifikasi

Buru

Satuan Brimob Maluku Ukir Prestasi di Extreme Challenge 2025

Contact Us