Home / Tak Berkategori

Sabtu, 19 Februari 2022 - 19:15 WIB

Dampak Banjir dan Longsor Sukabumi Telan Korban

Suararepubliknews.com — Banjir dan longsor yang menerjang wilayah Kota Sukabumi, Kamis (17/2/2022) mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi melaporkan peristiwa itu terjadi setelah hujan turun dengan intensitas tinggi disertai kondisi tanah yang labil.

Siaran pers, Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, hasil kaji cepat tim BPBD Kota Sukabumi pada Jumat (18/2/2022), wilayah yang terdampak banjir telah mencakup 19 kelurahan yang tersebar di 7 kecamatan.

Adapun wilayah yang terdampak tersebut meliputi Kelurahan Baros, Kelurahan Jayaraksa dan Kelurahan Jaya Mekar di Kecamatan Baros.

Kemudian Kelurahan Cibeureum Hilir, Kelurahan Babakan, Kelurahan Limusnunggal dan Kelurahan Sindangpalay di Kecamatan Cibeureum.

Selanjutnya, Kelurahan Nanggeleng, Kelurahan Citamiang dan Kelurahan Cikondang di Kecamatan Citamiang.

Berikutnya Kelurahan Subangjaya, Kelurahan Cisarua, Kelurahan Selabatu dan Kelurahan Kebonjati di Kecamatan Cikole.

Adapun Kelurahan Sriwidari di Kecamatan Gunung Puyuh, Kelurahan Cipanengah dan Kelurahan Cikundul di Kecamatan Lembursitu.

Selanjutnya juga di Kelurahan Benteng dan Kelurahan Sukakarya di Kecamatan Warudoyong.

Beberapa rumah warga, fasilitas umum dan areal persawahan yang terdampak banjir masih dalam proses pendataan di lapangan.

Tim BPBD Kota Sukabumi saat ini terus mengutamakan upaya penyelamatan warga terdampak dan mengevakuasinya ke lokasi yang telah ditentukan.

BPBD Kota Sukabumi juga terus berkoordinasi dengan lintas instansi gabungan seperti TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dinas terkait dan relawan serta masyarakat.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyatakan bahwa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga Minggu (20/2/2022).

Kondisi cuaca tersebut diprakirakan terjadi pada siang hari pukul 13.00 WIB hingga malam hari pukul 19.00 WIB.

Menyikapi adanya informasi prakiraan cuaca tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada pemerintah daerah setempat bersama segenap unsur terkait hingga masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi adanya potensi bencana hidrometeorologi dengan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan.

Seperti pemantauan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat.

“Jika hujan lebat terjadi menerus hingga lebih dari 1 jam dan jarak pandang kurang dari 50 meter, maka masyarakat di sekitar lereng tebing atau sepanjang daerah aliran sungai agar evakuasi sementara hingga 1-2 jam setelah hujan berhenti,” ujar Abdul Muhari, Ph.D. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.( SRN )

Tag: Viral, Banjir, Longsor, korban tewas

Share :

Baca Juga

IAKN Tarutung Gelar Seminar Nasional 2023, “Meningkatkan Kwalitas Pendidikan Dengan Pengelolaan Lembaga Pendidikan Yang Efektif Dan Efisien
Pemerintah Kabupaten Humbahas Terima Penghargaaan Dari Kanwil DJP Sumut II
Ribuan Warga hadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kp.Simpang Tiga Senanghati.

Buru

Desakan Evaluasi Dandim Namlea di Tengah Polemik Tambang Gunung Botak: Antara Tuntutan Transparansi dan Penegasan Disiplin TNI
Komunitas Pengemudi Ambulance Se- Lebak Adakan Buka Bersama Di Halaman Puskesmas Cihara.

Maluku

*Polri Gelar Dialog Publik: Dorong Ekonomi Nasional Inklusif dan Berkelanjutan Melalui Penguatan Kamtibmas*
KORAMIL -11 GOMO BAGIKAN BANTUAN TUNAI PKLWN.
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW Disambut Ribuan Jemaah di Kampung Cidangdang, Lebak Banten: Bukti Kecintaan Umat Terhadap Sang Nabi

Contact Us