Home / Tak Berkategori

Selasa, 29 Maret 2022 - 07:43 WIB

DIKUSI NASIONAL PEDULI PENDIDIKAN KATOLIK

Para pembicara , moderator dan keynot speaker dalam diskusi nasional peduli pendidikan katolik

Jakarta, Maret 2022, Suara Republik News ( SRN),Komunitas Bakti Kasih Kemanusiaan ( KBKK )mengundang  Mgr,Pastor, Suster,Bruder dan Kepala Sekolah utk hadir dalam Diskusi Nasional  tentang  Quo Vadis Pendidikan Katolik. Spiritualitas, semangat, tantangan ,harapan ,solusi. Sabtu 26 Maret 2022, dengan pembicara : Suster Verinanda OSU(Ketua Yayasan Pendidikan Ursulin Indonesia), AM.Lilik Agung (Penulis,trainer,Lembaga pengembangan SDM mitra pengelola galeri HC) yang dimoderator i Romo Hans Zeharut. keynote speaker, Dr.Irene Setiadi (dokter, misionaris,pendiri sekaligus ketua KBKK).

Berdasarkan sambutan Ignatius Sunaryo pada webinar yang diselenggarakan  oleh SUDARA( Sumber Daya Rasuli bekerjasama dengan  MPK 11 September 2021, memutuskan : (1) perubahan sebuah kenistayaan.(2)Perubahan (transformasi ) harus cermat dan tepat namun jika dilakukan dengan cepat,diperbolehkan.(3)Transformasi menyasar pada dua pilar yaitu individu(personal) dan lembaga (managerial).Personal:Work Place, Chatolicity,Community,cultur – character. Sedangkan untuk lembaga ( managerial):a) Company,b)Costumer.c)Competitor,d)Strategi akhirnya pada Performance

Sekolah katolik itu unggul.Mengapa Unggul ? 1)   Brand-Identitas.2)Branding-asosiatifpembentukan karakter- nasional.3) Jaringan-lokal dan global, katolik itu sama.4) Alumni-ikatan kultur,loyalitas,aneka profesi.5) Lokasi-strategis,pembentuk kota dan abupaten.

SEKOLAH URSULIN ITU MAHAL ? Pendidikan yang bermutu ,memang mahal karena, 1) untuk pengembangan kompetensi Pegawai,2)Pengembangan sarana.3)Kelayakan kesejahteraan pegawai.4)Kegiatan promosi dan marketing.

Sekolah – sekolah Serviam keberpihakan terhadap kaum marginal,a) Pemberian beasiswa Ursulin.b)Bantuan sosial bagi korban bencana. c)Membangun sekolah di daerah yang belum maju.d)Program ursulin mendidik bagi guru diluar Jawa.e)Kontribusi sarana bagi sekolah yang belum mandiri.

RENCANA DALAM MASA DISRUPSI :1) Menggalang penguatan karakter Serviam. 2)Mendayagunakan teknologi dan ilmu pengetahuan.3)Mengedepankan Empowering leadership.4)Mendorong perubahan kinerja pegawai di berbagai pelatihan.5) Menigkatkan kegiatan marketing.

SOLUSI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN: dengan berkolaborasi, kreatif,Transformatif dan adatif.

Kelompok Bakti  Kasih Kemanusiaan (KBKK)merupakan  kelompok awam misioner yang berorientasi  pada aspek  kemanusiaan.

          Fungsionaris Komunitas Bakti Kasih Kemanusiaan ( KBKK)  rapat tahunan

KBKK, telah melakukan ekspansi memberi pelayanan termasuk di sektor  pendidikkan di daerah yang terpencil. Banyak korban pengungsi di giring ke Atambua, yang kehilangan  rumah ,keluarga usai  pergolakan yang terjadi di TimurLaste pada tahun 1999

Para korban itu mengalami penderitaan, kelaparan, sakit serta traumatis . Penderitaan mereka semakin berat ketika  United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan beberapa Lembaga Sosial Masyarakat dari Indonesia berhenti beroperasi pasca kerusuhan bulan September tahun 2000. Disaat itulan KBKK yang dipimpin oleh Dr.Irena Seiadi ambil peran untuk mmemberi bantuan  kepada mereka yang menderita, Keuskupan Atambua memohon bantuan kepada mereka. Selain bantuan medis dan firman, mereka juga sekaligus membawa makanan untuk para pengungsi. KBKK semakin berkembang mana kala mulai tumbuh saat perjumpaan dengan para pengungsi di Atambua pada tahun 2000. Bermula  dari perutusan anggota Khursus Pendidikkan Kitab Suci (KPKS) Santo Paulus angkatan ke delapan. Ketika itu, Pastor Martin Harun OFM yang mendorong mereka melakukan kunjungan kemanusiaan ke Atambua. “Dengan dukungan kelompok misioner perdana berangkat, diawali dengan misa pemberangkatan yang saat itu saya pimpin di Shekinah,” ujar imam dari Ordo Fratrum Minorum itu. Irene mengisahkan , KBKK mengalami perkembangan setiap tahun. Pelayanannya mereka pun semakin melebar. Pada ulang tahun yang kesepuluh KBKK tahun 2010, Konferensi Nasional KBKK merekomendasikan dibentuknya program kerja misi, kesehatan, lingkungan hidup, ekonomi dan bantuan pendidikan bagi anak setelah usia 15 tahuntutupnya. ( Ring-o)

Share :

Baca Juga

Tulungagung

Pemdes Ngrejo Salurkan BLT DD Tahap Dua ke 27 KPM
Sekretaris DPRD Kota Bengkulu Melarang Media dan Warga Hadiri Rapat Hasil Sidak di Kantor DPRD
Warga Kampung Gintungpasar adakan Istighosah Dan Selamatan Musholla Al-ikhsan.
Ingin Mengaburkan Identitas, Polres Bogor Didesak Segera Terbitkan Red Notice Tangkap DPO di New York USA

Tangerang Raya

Kritik Keras Operasionalisasi Ribuan Koperasi Merah Putih, LBH BONGKAR: Rakyat Butuh Jaminan Keberlanjutan, Bukan Seremonial!
CV Jaya Nusantara Diduga Abaikan Keselamatan Pekerja: Proyek APBD di Cipondoh Terancam Sanksi Berat
Prediksi Girona vs Athletic Bilbao: Laga Sengit di La Liga Spanyol, Girona Berusaha Bangkit di Tengah Tren Negatif

Buru

Tiga Belas Anak di Kayeli Tiba-Tiba Tumbang Demam Berdarah, Warga Sebut Ada Riwayat Perjalanan Personel Keamanan

Contact Us