Home / Tangerang Raya

Senin, 8 Desember 2025 - 18:09 WIB

Dinas Kesehatan dan Perkim Kota Tangerang Diduga Batasi Kebebasan Pers dalam Liputan Proyek RSUD

Kota Tangerang —Suara republiknews. Com. Akses liputan terhadap proyek pembangunan gedung parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang kembali menuai polemik. Sejumlah awak media yang hendak melakukan peliputan pada Jumat (05/12) sekitar pukul 14.30 WIB mengaku dilarang masuk ke area proyek oleh penjaga yang bertugas.

Menurut keterangan wartawan di lokasi, saat mereka mengetuk pintu akses proyek, seorang penjaga langsung keluar dan menanyakan asal instansi. “Kami dari media, Pak. Izin meliput proyek pembangunan,” ujar salah satu awak media. Namun penjaga proyek tersebut justru menolak dan menyampaikan bahwa “siapa pun tidak boleh masuk tanpa surat izin dari Dinas Perkim Kota Tangerang”.

 

Penjaga juga menegaskan bahwa pintu tidak akan dibuka bila tidak ada surat izin resmi dari dinas terkait. Kondisi ini membuat awak media terpaksa mundur dan menghentikan upaya peliputan.

Diduga Langgar Kebebasan Pers

Penolakan peliputan ini memunculkan dugaan adanya pembatasan kebebasan pers oleh pihak terkait, baik Dinas Kesehatan maupun Dinas Perkim Kota Tangerang yang menaungi proyek tersebut.

Padahal, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara jelas menyatakan bahwa pers memiliki hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi kepada publik tanpa hambatan.

Pembatasan akses media terhadap proyek pemerintah dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Aktivis dan Pemerhati Kebijakan Turun Suara

Sejumlah aktivis dan pemerhati kebijakan publik juga menyoroti tindakan pelarangan tersebut.
Ketua LSM Pemantau Kebijakan Publik (PKP), menilai bahwa tindakan penjaga proyek merupakan cerminan buruknya keterbukaan informasi di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.

Ini proyek yang menggunakan uang rakyat. Media berhak meliput tanpa harus dipersulit. Jika benar harus ada izin tertulis hanya untuk melihat progres proyek, ini indikasi kuat bahwa ada sesuatu yang tidak ingin dibuka ke publik,” tegas nya.

Baca Juga  Lepas sambut Kepala Puskesmas di wilayah Kec.Paku haji,di Nodai Enggan di Wawancarai Oleh Awak Media.

Sementara itu, aktivis transparansi anggaran, menambahkan bahwa penghalangan wartawan dapat dikategorikan sebagai pembatasan kebebasan pers.

Pelarangan seperti ini tidak sesuai dengan UU Pers. Pejabat pemerintah seharusnya mendukung keterbukaan, bukan malah menghambat liputan,” ujarnya.

Desakan Transparansi kepada Dinas Perkim dan RSUD

Publik kini menunggu penjelasan resmi dari Dinas Perkim Kota Tangerang dan manajemen RSUD Kota Tangerang terkait alasan pembatasan akses tersebut.

LSM dan aktivis menuntut kedua instansi membuka pintu transparansi, memberikan akses yang sama kepada semua media, serta menindak tegas pihak yang menghalangi tugas jurnalistik.

Rosita.

Share :

Baca Juga

Tangerang Raya

Pembangunan Rumput Sintetis Stadion Porci Cibodas Diduga Minim Pengawasan.

Tangerang Raya

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Balaraja Giat Sambang & DDS Kepada Warga Binaan Guna Antisipasi Kamtibmas di Wilayah Hukum Polresta Tangerang

Tangerang Raya

BHP2HI Pertanyakan Ketegasan Pemkot Tangerang dalam Menjaga Aset Daerah Terkait PSU Embung Bugel

Tangerang Raya

Kabag Ops Polresta Tangerang Pimpin Apel Pagi, Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima kepada Masyarakat

Tangerang Raya

Tabir Kematian Karyawan Donat di Cibodas, Polisi Evakuasi Jenazah ke RSUD Tangerang

Tangerang Raya

Polresta Tangerang Kerahkan Polwan Amankan CFD di Kawasan Pemkab

Tangerang Raya

Tanah SDN Pangadegan II Senilai Rp 5,5 Miliar Berhasil Diamankan Setelah 20 Tahun Dikuasai Secara Ilegal

Tangerang Raya

Bangunan di Kota Tangerang Diduga Tak Miliki PBG dan Langgar GSB, Terancam Sanksi Hukum

Contact Us