Home / Tak Berkategori

Jumat, 28 Juni 2024 - 22:40 WIB

Gangguan Tidur yang Mengganggu Aktivitas Harian: ‘Narkolepsi’

Narkolepsi dapat memengaruhi hubungan sosial penderita dengan lingkungan sekitarnya

Narkolepsi dapat memengaruhi hubungan sosial penderita dengan lingkungan sekitarnya

Bandung, suararepubliknews.com – Narkolepsi adalah gangguan tidur kronis yang memengaruhi fase tidur REM (Rapid Eye Movement), membuat seseorang tidak dapat mengontrol rasa kantuknya. Penderita narkolepsi dapat tiba-tiba tertidur kapan saja di tengah aktivitas yang sedang dijalani. Pada siklus tidur normal, manusia akan masuk ke dalam tahapan tidur dalam setelah sekitar 90 menit tertidur. Namun, penderita narkolepsi langsung memasuki fase tidur dalam sesaat setelah tertidur.

Tipe Narkolepsi

Narkolepsi terbagi menjadi dua jenis:

  1. Narkolepsi Tipe 1: Sebelumnya dikenal dengan narkolepsi yang disertai katapleksi. Katapleksi adalah kelemahan otot mendadak yang dipicu oleh emosi seperti menangis, tertawa, atau ketakutan.
  2. Narkolepsi Tipe 2: Tidak disertai dengan katapleksi.

Hampir 50% gejala narkolepsi muncul saat pasien berusia remaja. Gangguan ini sangat mengganggu aktivitas sosial dan kegiatan sehari-hari pasien.

Gejala Narkolepsi
  1. Excessive Daytime Sleepiness (EDS):
    • Penderita mengalami kantuk berlebihan di siang hari.
    • Sulit melakukan aktivitas sehari-hari karena tiba-tiba tertidur tanpa peringatan.
    • Tubuh merasa lelah, kekurangan energi, dan sulit berkonsentrasi.
  2. Katapleksi:
    • Kelemahan otot mendadak yang terjadi selama beberapa detik hingga beberapa menit.
    • Biasanya dipicu oleh emosi yang intens seperti gembira, amarah, sedih, terkejut, atau ketakutan.
    • Penderita biasanya sadar saat terjadi kelemahan otot.
    • Pada narkolepsi tipe 1, bisa terjadi paralisis tidur saat terbangun, di mana penderita bisa mendengar namun tidak bisa bergerak atau membuka mata.
  3. Halusinasi:
    • Terjadi saat jatuh tertidur atau baru bangun tidur.
    • Penderita merasa ada orang lain di kamar atau melihat wajah orang lain.
    • Halusinasi bisa berbentuk suara, visual, atau sensasi seperti mimpi.
Dampak Sosial dan Kesehatan

Narkolepsi dapat memengaruhi hubungan sosial penderita dengan lingkungan sekitarnya. Orang bisa salah paham dan memberikan label buruk karena penderita sering tertidur di tengah aktivitas atau pekerjaan. Narkolepsi juga dapat menurunkan performa bekerja dan mengganggu kegiatan belajar di sekolah.

Penderita narkolepsi berisiko cedera atau mengalami kecelakaan akibat tertidur di tengah aktivitas. Ini sangat berbahaya jika terjadi saat berkendara atau memasak. Selain itu, penderita narkolepsi cenderung mengalami obesitas karena metabolisme tubuh yang buruk. Pada orang obesitas, risiko sleep apnea atau henti napas saat tidur meningkat.

Penanganan Narkolepsi

Penyakit ini bisa diatasi dengan:

  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
  • Membiasakan tidur sebentar (nap) pada waktu-waktu tertentu.
  • Memelihara tidur berkualitas di malam hari agar tidak tertidur di saat yang tidak bisa diduga.

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan terapi dan edukasi lebih lanjut mengenai penyakit ini. Menjaga kesehatan tidur sangat penting untuk mendukung aktivitas harian dan kualitas hidup yang lebih baik. (Stg)

(Sumber: Health Harvard, Healthline)

Share :

Baca Juga

Kapolres Karimun Melakukan Pengecekan Pospam dan Posyan Ops Ketupat Seligi 2022
Ratusan Warga Desa Cipeundeuy Terima Bantuan Beras 10 Kg dari Pemerintah
Prediksi Sporting Lisbon vs Manchester City: Ujian Berat di Liga Champions 6 November 2024
Purna Tugas Perangkat Desa Kresikan Kasi Kesejahteraan
Peserta PKL PPPJ Angkatan 81 Antusias Ikuti Bimbingan di Kejari Jakarta Utara, Hari Kedua Fokus pada Penanganan Perkara Pidana
Polresta Cirebon Gelar Jumat Curhat di Masjid Al Mu’awanah: Warga Diberi Ruang untuk Sampaikan Aspirasi
Bahaya Tersembunyi Makan Malam: Ancaman Obesitas hingga Gangguan Mental

Muba

Muba Tindakan Duplikasi Identitas di Media Sosial: Edukasi dan Langkah Tindakan

Contact Us