Pj Gubernur Jakarta dan Kepala Sekretariat Presiden Refleksi Perjalanan Panjang Bersama Jokowi Sejak 2012
Jakarta, suararepubliknews.com – Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta sekaligus Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, membagikan pengalamannya yang berharga selama 12 tahun mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejak tahun 2012, Heru telah menjadi saksi dan bagian dari perjalanan kepemimpinan Jokowi, dimulai sejak Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga menjabat sebagai Presiden RI. Dalam sebuah wawancara di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, 10 Oktober 2024, Heru menyampaikan rasa hormat dan penghargaannya kepada Jokowi atas pembelajaran kepemimpinan yang ia dapatkan selama bertahun-tahun.
Perjalanan Kepemimpinan dan Infrastruktur Bersama Jokowi: Dari Jakarta Hingga Indonesia
Heru Budi Hartono mengenang perjalanannya bersama Jokowi, yang dimulai sejak 2012 ketika Jokowi masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Heru, yang saat itu bertugas memimpin keuangan provinsi dan manajemen aset DKI Jakarta, menyaksikan langsung langkah-langkah strategis Jokowi dalam membenahi Jakarta, termasuk penanganan infrastruktur dan manajemen kota.
“Saya banyak belajar dari kepemimpinan beliau, terutama soal bagaimana beliau membangun infrastruktur, baik di Jakarta maupun di seluruh Indonesia. Saya terkesan dengan berbagai proyek besar seperti pembangunan tol dan waduk yang sudah dimulai sejak Jokowi menjabat sebagai presiden pada 2014,” kata Heru.
Ia juga mengungkapkan bagaimana Jokowi turut berperan dalam menangani masalah banjir di wilayah Jatiluhur, yang menjadi salah satu perhatian besar selama masa kepemimpinannya. “Selain membenahi Jakarta, infrastruktur di seluruh Indonesia juga beliau bangun, dan itu menjadi contoh yang baik bagi saya sebagai staf beliau,” ujar Heru.
Pengalaman Mendampingi Jokowi dalam Kunjungan Kerja dan Kesibukan yang Tiada Henti
Sejak tahun 2017, Heru Budi Hartono dipercaya menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden, di mana ia bertanggung jawab mengatur agenda presiden. Selama bertugas, Heru kerap mendampingi Jokowi dalam kunjungan kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu kesan mendalam yang dirasakan Heru adalah semangat Jokowi yang tak pernah padam, terutama dalam kunjungan ke daerah-daerah.
“Setiap kali saya mendampingi beliau, terutama saat kunjungan kerja ke daerah, beliau selalu menunjukkan semangat yang luar biasa. Bahkan pada hari-hari libur pun beliau tak segan untuk tetap berkunjung ke daerah. Di setiap titik kunjungan, saya merasakan kesan yang berbeda, mulai dari tanggapan masyarakat hingga hubungan beliau dengan staf dan para menteri,” ungkap Heru.
Heru juga menggarisbawahi bagaimana setiap kunjungan ke daerah membawa suasana yang berbeda-beda, mencerminkan berbagai kondisi di lapangan dan tantangan yang harus dihadapi. Pengalaman ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi Heru dalam menjalankan tugas-tugas kepemimpinannya di berbagai posisi strategis.
Refleksi Menuju Akhir Masa Jabatan Jokowi dan Pelantikan Prabowo-Gibran
Sebagai catatan, Presiden Joko Widodo mulai menjabat sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2014, setelah memenangi Pilpres bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dalam Pilpres 2019, Jokowi kembali terpilih untuk masa jabatan keduanya bersama Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, dengan masa jabatan yang akan berakhir pada 20 Oktober 2024.
Heru menyampaikan kesannya terhadap perjalanan panjang kepemimpinan Jokowi selama dua periode, yang menurutnya merupakan masa yang penuh dengan pembelajaran dan pencapaian luar biasa di bidang infrastruktur, penanganan bencana, dan tata kelola pemerintahan.
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang telah berhasil memenangkan Pilpres 2024, akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2024, menandai berakhirnya masa jabatan Jokowi. Heru mengungkapkan harapannya agar estafet kepemimpinan ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi di masa depan.
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024










