Lebak, Suararpubliknews – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian, Di tengah syahdu heningnya hari ke-25 Ramadan 1447 H, tepatnya Minggu (15/3/2026), langit Malingping menjadi saksi bisu kehangatan sebuah aksi kemanusiaan.
Jawara Banten Bersatu (JBB) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Malingping, dengan semangat membara, kembali menorehkan jejak kebaikan melalui kegiatan berbagi takjil yang telah menjadi signature event tahunan mereka.

Senyum merekah dari 100 porsi takjil yang tersaji, siap untuk diserahkan kepada para pengendara motor yang melintasi jalanan sibuk Malingping, serta tak lupa menyentuh hati mereka yang tengah setia menanti kesembuhan sanak keluarga di pelataran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malingping.
Lebih dari sekadar hidangan berbuka, takjil ini adalah simbol kepedulian, jembatan silaturahmi, dan cerminan indahnya kebersamaan di bulan yang penuh berkah.
Ketua JBB DPC Malingping, Iwan H, dengan sorot mata penuh syukur, mengungkapkan makna mendalam di balik kegiatan ini.
“Alhamdulillah, ini adalah anugerah terbesar bagi kami di JBB DPC Malingping untuk kembali merasakan nikmatnya berbagi di Ramadan ini,” tuturnya.
“Bukan sekadar kegiatan, tapi ini adalah janji, komitmen kami untuk selalu ada, selalu mendekap masyarakat Malingping dalam setiap langkah. Insyaallah, ini akan terus menjadi agenda wajib kami, agar tali persaudaraan tak pernah putus.” Ucapan terima kasih mengalir deras dari Iwan H, ditujukan kepada segenap elemen yang telah menjadi tulang punggung keberhasilan acara.
“Dari lubuk hati yang terdalam, kami haturkan terima kasih tak terhingga kepada seluruh anggota JBB, para donatur budiman, dan seluruh masyarakat yang telah bergotong royong, bahu-membahu hingga takjil ini sampai ke tangan yang membutuhkan. Tanpa kalian, mustahil kebaikan ini terwujud sempurna,” ujarnya penuh haru.
JBB DPC Malingping tak hanya bergerak dalam aksi, namun juga dalam filosofi hidup.
Menggemakan moto “Hirup Rukun Ulah Aya Pasea” – yang bermakna “hidup rukun tidak ada pertengkaran” – mereka menjelma menjadi agen perdamaian dan kerukunan di tengah masyarakat.
Setiap tetes keringat dan setiap senyum yang terukir dalam kegiatan bagi takjil ini adalah representasi nyata dari semangat moto tersebut; membangun harmoni, merajut persatuan, dan menyingkirkan segala bentuk perselisihan.
Respon positif pun datang dari berbagai penjuru. Seorang ibu paruh baya, yang namanya enggan disebutkan, dengan mata berkaca-kaca menuturkan
“Masyaallah, terima kasih banyak JBB Malingping. Ini sangat berarti bagi kami yang sedang menunggu di rumah sakit. Hangatnya takjil ini sehangat kepedulian kalian. Semoga JBB selalu menjadi organisasi yang peduli dan selalu dalam lindungan-Nya.”
Dengan semangat yang tak pernah padam, JBB DPC Malingping menutup lembaran Ramadan ini dengan harapan dan doa. “Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Semoga amal ibadah kita diterima, dosa-dosa kita diampuni, dan semoga kita semua bisa dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun-tahun berikutnya dalam keadaan yang lebih baik dan penuh keberkahan.”(Iwan H)











