Tulungagung, suararepubliknews.com – Wilayah Kabupaten Tulungagung tengah menghadapi kemarau panjang yang menyebabkan krisis air bersih di hampir setiap kecamatan. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah maupun inisiatif swadaya masyarakat.
Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Kecamatan Tanggunggunung, khususnya di Desa Pakisrejo, Kresikan, dan Tenggarejo, yang setiap tahun mengalami kekeringan. Tahun 2024 menjadi tahun yang berat bagi masyarakat, mengingat banyaknya sumber mata air yang mati akibat kurangnya curah hujan pada musim penghujan sebelumnya.
Bantuan Air Bersih untuk Dusun Jinggring
Pada hari Rabu, 4 September 2024, bantuan air bersih kembali didistribusikan ke Dusun Jinggring, Desa Pakisrejo. Bantuan tersebut datang dari berbagai pihak, termasuk dari Mas Soni, seorang tokoh desa Ngrejo yang dikenal karena kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar.
Lamijo, Ketua RT di Dusun Jinggring, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan ini. “Puji syukur alhamdulillah, kami di lingkungan RT 01 RW 01, RT 02 RW 01, dan RT 01 RW 02 Dusun Jinggring menerima bantuan air bersih dari Mas Soni. Terima kasih banyak atas bantuannya. Ini adalah bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi kami di saat kekeringan seperti ini,” ujarnya.
Lamijo juga berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang, seperti pembangunan sumur bor di wilayahnya. “Kami harap ke depannya, pemerintah mampu mewujudkan adanya sumur bor di wilayah kami. Kekeringan ini sudah menjadi masalah tahunan yang membutuhkan perhatian khusus,” tambahnya.
Kekeringan yang Memerlukan Penanganan Serius
Kondisi kekeringan yang melanda Tulungagung, terutama di Kecamatan Tanggunggunung, menunjukkan perlunya intervensi yang lebih serius dari pihak pemerintah. Masyarakat telah lama menghadapi tantangan ini, dan solusi jangka panjang seperti pembangunan infrastruktur air yang memadai menjadi sangat mendesak.
Sementara itu, bantuan air bersih tetap menjadi penyelamat bagi warga yang tengah berjuang di tengah kondisi alam yang tidak menentu ini. Bantuan dari tokoh masyarakat dan pemerintah diharapkan terus berlanjut hingga solusi permanen dapat diwujudkan, demi mencegah krisis air bersih yang berulang setiap tahun. (Yps/Kbt)











