Korea Utara sebut Kesepakatan antara Putin dan Kim wajibkan bantuan militer secepatnya jika terjadi perang
Pyongyang, suararepubliknews.com – Sebuah kesepakatan baru antara Rusia dan Korea Utara yang telah dicapai oleh para pemimpin kedua negara pada sebuah pertemuan di Pyongyang mensyaratkan kedua negara untuk menggunakan semua cara yang ada untuk memberikan bantuan militer segera jika terjadi perang, media pemerintah Korea Utara mengatakan pada hari Kamis (19/06).
Baik Kim Jong Un dari Korea Utara maupun Vladimir Putin dari Rusia menyatakan bahwa kesepakatan yang dicapai pada hari Rabu (18/06) merupakan sebuah perkembangan besar dalam hubungan bilateral, yang meliputi hubungan keamanan, perdagangan, investasi, budaya dan humanitarian. Para pengamat luar mengatakan bahwa kesepakatan ini dapat menandai hubungan yang paling kuat antara Moskow dan Pyongyang sejak berakhirnya Perang Dingin.
Dilansir dari media Apnews, Kantor Berita Pusat Korea Utara pada hari Kamis melaporkan rumusan perjanjian kemitraan strategis yang komprehensif. Kantor berita tersebut mengatakan Pasal 4 dari perjanjian tersebut menyatakan bahwa jika salah satu negara diserang dan terdesak ke dalam keadaan perang, maka negara lainnya harus mengerahkan “semua cara yang dimilikinya tanpa penundaan” untuk memberikan “bantuan militer dan bantuan lainnya.”
Pertemuan antara Kim dan Putin terjadi ketika AS dan sekutunya menyatakan keprihatinan yang semakin meningkat atas kemungkinan kesepakatan persenjataan di mana Pyongyang menyediakan amunisi yang sangat dibutuhkan Moskow untuk perangnya di Ukraina, sebagai imbalan atas bantuan ekonomi dan transfer teknologi yang dapat meningkatkan ancaman yang ditimbulkan oleh senjata nuklir dan program rudal Kim. (Stg)










