Home / Tak Berkategori

Rabu, 6 September 2023 - 20:11 WIB

Ketua LPKP2HI Sugeng Sutrisno, Layangkan Surat Klarifikasi Ke Pada Gubernur Jatim

Ketua LPKP2HI Sugeng Sutrisno

 

Tulungagung, Suararepubliknews.com – Sungguh memilukan kondisi Alokasi anggaran Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) dari Provinsi Jatim di SMAN/SMKN yang ada di kabupaten Tulungagung akhir-akhir ini, 06/09/2023.

Setelah di terpa permasalahan terkait adanya tarikan sumbangan di salah satu SMKN di Tulungagung  yang di demo oleh siswanya dan adanya permasalahan penjualan seragam di SMAN pada siswa baru yang menjadi viral beberapa waktu lalu, banyak Lembaga Pendidikan Sekolah di tingkat SMAN/SMKN di wilayah Kabupaten Tulungagung,yang tidak berani meminta sumbangan ke pada wali murid demi meningkatkan mutu pendidikan maupun untuk menunjang sarana prasarana pendidikan di sekolahan.

Di mana Lembaga Pendidikan di tingkat  SMAN/SMKN untuk menunjang sarana prasarana pendidikan di sekolah selama ini hanya tergantung pada dana BOS, BPOPP dan Sumbangan dari wali murid,tetapi pada bulan September ini dana BPOPP yang seharusnya sudah turun 3 kali,tapi pada kenyataannya masih turun 1 kali.

“Dana BPOPP dalam setahun biasanya turun 4 termin, setiap triwulan”,kata salah satu Kepala Sekolah di Kabupaten Tulungagung.

 

“Sampai hari ini,masih turun satu kali termin,pada bulan April kemarin,itupun masih ada yang kurang,” imbuhnya.

 

Sementara itu ketua LPKP2HI Kediri Raya yang juga salah satu pemerhati pendidikan di Kabupaten Tulungagung  melayangkan surat klarifikasi kepada Gubernur provinsi Jawa Timur dan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi untuk menanyakan,kenapa dana BPOPP sampai saat ini masih turun 1 kali?

 

“Hari ini,kami layangkan surat klarifikasi kepada Gubernur Jatim dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, terkait tersendat nya dana BPOPP”, kata,Sugeng Sutrisno,Rabu (6/9/2023).

 

“Ada permasalahan apa dana BPOPP yang sampai hari ini ,kok masih turun 1 kali seharusnya sudah turun 3 kali”, tambahnya.

 

Sugeng Sutrisno,meminta kepada Gubernur Jatim maupun Kepala Dinas Pendidikan Provinsi segera membalas surat kami dan memberikan penjelasan terkait permasalahan tersebut.Biar permasalahan tersebut cepat clear dan proses belajar mengajar tetap bisa berjalan lancar tanpa ada kendala.

 

“Bagaimana proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik, kalau anggaran penunjang pendidikan tidak ada, kasihan pada anak-anak didik kalau sampai nanti proses belajar dan mengajar nya kurang bisa maksimal”, pungkasnya.. . . Yps/Kbt

Share :

Baca Juga

Kapolres Lebak Hadiri Kirab Pemilu 2024 di Pendopo Kabupaten Lebak

Tulungagung

Muspadi Desa Jenglungharjo tahun 2026

Banten

MUSRENBANGDes Cihujan 2026: Membangun Desa, Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Plt Bupati Beni Hernedi Hadiri Peresmian Gedung Utama Polda Sumsel
Diduga Aktivitas Penambang Batu di Hulu Sungai Hingga Aliran Sungai Cijolang Keruh,Warga Desa Rahong pun Mengeluh
Pj Sekda Banten Ajak Masyarakat Gaungkan Kembali Gerakan Magrib Mengaji: Komitmen Menghidupkan Tradisi Religius
Polresta Cirebon Gelar Silaturahmi Kamtibmas Bersama Forkopimda dan Ulama Se-Kabupaten Cirebon: Wujudkan Kondusivitas Menjelang Pilkada Serentak 2024
Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto Pimpin Ziarah ke Makam Pangeran Jayakarta

Contact Us