MALUKU, SRN — Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku terus memperkuat peran menjaga keamanan dan kelestarian wilayah perairan melalui aksi nyata. Pada Senin (6/4), personel KP.XVI-2007 menggelar kegiatan bersih pantai di pesisir Negeri Soahuku sekaligus melakukan pengamanan pelayaran di Pelabuhan Amahai.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIT itu melibatkan masyarakat pesisir Soahuku dalam aksi “Sapu Bersih Laut/Pantai” sebagai upaya menekan pencemaran sampah plastik serta meningkatkan kesadaran lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polairud bersama warga berhasil mengumpulkan sekitar 15 kilogram sampah plastik dari area pesisir. Selain aksi bersih, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke laut serta menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Direktur Polairud Polda Maluku, Kombes Pol. Handoyo Santoso, S.I.K., M.Si., MH, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat.
“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kelestarian lingkungan laut tetap terjaga. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan pencemaran, khususnya sampah plastik,” ujar Handoyo.
Selain kegiatan lingkungan, pada pukul 14.20 WIT, personel KP.XVI-2007 juga melaksanakan pengamanan di Pelabuhan Amahai terhadap keberangkatan kapal cepat Cantika 88 dengan rute Amahai–Hurnala Tulehu. Pengamanan dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang dan kelancaran aktivitas transportasi laut.
Menurut Handoyo, kehadiran Polairud di pelabuhan merupakan bagian dari langkah preventif guna meminimalisasi potensi gangguan keamanan dan keselamatan pelayaran.
“Pengamanan pelabuhan dan kapal penumpang menjadi prioritas kami untuk menjamin rasa aman masyarakat. Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam setiap aktivitas transportasi laut,” tegasnya.
Kegiatan terpadu ini mencerminkan peran strategis Polairud Polda Maluku dalam menjaga keamanan perairan sekaligus mendorong kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya lingkungan laut yang bersih dan berkelanjutan.
Langkah yang dilakukan Polairud Polda Maluku menunjukkan pendekatan humanis Polri yang tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara aparat dan warga dalam menjaga kebersihan laut menjadi indikator penting keberhasilan pengelolaan wilayah pesisir. Di sisi lain, pengamanan pelayaran mempertegas kehadiran negara dalam menjamin keselamatan transportasi laut yang menjadi urat nadi konektivitas di wilayah kepulauan seperti Maluku.( Dhet ).










