Home / Ragam

Senin, 2 Mei 2022 - 21:02 WIB

LEMBAGA PENDIDIKAN KATOLIK

 SD Fransiskus Padang Panang Sumatera Barat.( Dok : Gema Keuskupan Padang)

Jakarta, Mei, Suara Republik News( SRN), Pesan Pastoral Sidang Konprensi Wali gerja Indonesia (KWI) 2008 : tentang ‘Lembaga Pendidikan Katolik, 1. “Lembaga Pendidikan Katolik: Media Pewartaan Kabar Gembira, Unggul dan Lebih Berpihak kepada yang Miskin 2. Lembaga Pendidikan Katolik (LPK) mengedepankan nilai-nilai luhur seperti iman-harapan-kasih, kebenaran-keadilan-kedamaian, pengorbanan dan kesabaran, kejujuran dan hati nurani, kecerdasan, kebebasan, dan tanggung jawab (bdk. Gravissimum Educationis, art. 2 dan 4). 3. Sebagai lembaga agama, Gereja mengklaim memiliki tanggung jawab terhadap masalah sosial, terutama yang dialami oleh orang-orang miskin (bdk. KHK 1983, Kanon 794). 4. LPK yang dikelola oleh keuskupan, tarekat maupun awam memperlihatkan, bahwa pendidikan Katolik menjadi bagian utuh kesadaran umat beriman (bdk. KHK 1983, Kanon 793) 5. Pemerintah juga berperan dalam peningkatan mutu pendidikan dan keterjangkauan pendidikan oleh masyarakat warga 6. Untuk setia pada pendidikan yang unggul dan mengutamakan yang miskin, perlu adanya perubahan dalam penyelenggaraan, pengelolaan, dan pelaksanaan pendidikan. 7. Betapa mendesaknya suatu perubahan dalam seluruh tingkatan LPK. Perubahan itu mestinya dirancang dengan saksama dan dilaksanakan dengan arif di bawah otoritas uskup sebagai penanggungjawab utama pendidikan Katolik di keuskupannya (bdk. KHK 1983, Kanon 806). 8. Perubahandimaksud tidak dapat diserahkan hanya kepada salah satu pihak saja. Oleh karena itu, sidang menghendaki agar perubahan itu merupakan tanggung-jawab dan dikerjakan bersama di bawah pimpinan uskup. 9. Pesan pastoral ini hendaknya mengilhami semua pihak yang terlibat dalam LPK di seluruh Nusantara untuk mencari dan menemukan jalan terbaik bagi LPK di masing-masing keuskupan di bawah pimpinan uskupnya. Mengingat dan mempertimbangkan seluruh dinamika hari studi ini, kami para uskup dengan tulus menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang peduli pada dan terlibat dalam LPK, khususnya: Para guru yang telah bekerja dengan penuh dedikasi; Orang tua yang tetap mempercayakan pendidikan anak-anak mereka pada LPK; Umat (warga masyarakat) yang penuh perhatian terhadap pendidikan; Lembaga-lembaga Pendidikan Katolik yang benar-benar mengutamakan kalangan yang miskin.

Baca Juga  UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS (UKMC)MENGADAKAN SEMINAR PENDIDIKAN  BEKERJASAMA DENGAN IKATAN SARJANA KATOLIK (ISKA)TERKAIT DIES NATALIS KE 7.

Pesan Pastoral ini ditandatangani okeh Ketua KWI, Mgr. Martinus D. Situmorang, OFM.Cap dan

Sekjenya Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka, M.S.F.

Mengacu dan menyimak pesan pastoral KWI tersebut diatas, boleh dikatakan bahwa Lembaga Pendidikan Katolik merupakan Lembaga Pendidikan yang setia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejaheraan umum sesuai amanat pembukaan UUD 1945, dan LPK ini berciri khas katolik, unggul dan berpihak kepada yang miskin, “Deklarasi Grasisimum Educationis” mengatakan yang penting tentang citra sekolah katolik , bukan semata-mata sebagai lembaga Katolik,Tetapi sebagai komunitas ( iman) akan mempengaruhi suasana yang harus diusakan disekolah. Paus Paulus VI seperti dilansir dari GEMA Keuskupan Padang mengatakan bahwa sekolah Ketolik harus dilihat sebagai tempat bertemunya semua orang yang berkehendak mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam bidang Pendidikan .

Maka itu Dr.Setiafi, Pengamat Pendidikan, sebagai dokter sekaligus d an pendiri sekaligus Ketua Kelompok
Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) dalam himbauannya,” Mari terus berjuang dengan segala keterbatasan
dan cari solusi dengan managecmen modern dan peluang yang ada untuk menceraskan dengan karakter
tanpa meninggalkan kasih dan belarasa”. Saat ini Sekolah Katolik semakin mnghadapi banyak tantangan
dari dalam seperti dikutip dari Gema yaitu Suasana dan dana. Tantangan dari luar kata Gema semakin
banyak sekolah non Katolik mutunya semakin bagus dan murah bahkan gratis.
Dari pengamatan penulis, Sekolah -sekolah non Katolik yang dikeloa oleh awam,banyak menggunakan
nama Katolik untuk menggaet perhatian masyarakat luas sehingga banyak muridnya melebihi sekolah
Katolik itu sendiri. Selain karena murah dapat terjangkau. Pertanyaannya:Mampukah sekolah Katolik
mmempertahankan idealismenya sebagai komunitas iman” atau sekedar menjadi Lembaga Pendidikan
seperti sekolah-sekolah lain yang tidak meyandang nama Katolik ? ( Ring-o)


Share :

Baca Juga

Ragam

MENJAGA KEARIFAN LOKAL DALAM UPAYA KONSERVASI ALAM

Ragam

Sabam Sirait Mengajarkan Berpolitik dengan Suara Hati

Ragam

MASA PERSIAPAN MENANTI GELOMBANG KE TIGA COVID-19(OMICRON)

Ragam

Mengapa Hari Lingkungan Hidup Sedunia Diperingati Tanggal 5 Juni?

Ragam

Implementasi Laudato Di Dalam Kurikulum Merdeka Belajar

Ragam

Dr.Terawan Dipecat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)?

Ragam

BELAJAR BERSAMA DENGAN PLANIT YANG HIDUP

Ragam

Gokhon Dohot Jou- Jou/Undangan

Contact Us