Sekda Kabupaten Aceh Barat, Marhaban SE MSi, membuka Bimtek di Aula Dinas DP3AKB)Kabupaten Aceh Barat, Rabu (08-02-2023).
MEULABOH, SUARAREPUBLIKNEWS.COM – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Barat, Marhaban SE MSi, membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) pelaporan dan analisis situasi kondisi daerah Kabupaten/Kota se Aceh, yang dilaksanakan di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Aceh Barat, Rabu (08-02-2023).
Bimtek yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh, bersama Badan Kesbangpol Aceh Barat tersebut diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari pejabat, staff, dan satgas monitoring Situasi Kondisi Daerah (Sikonda) pada Badan Kesbangpol Kabupaten/Kota se Aceh.
Pelaksanaan Bimtek ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan bagi aparatur Kesbangpol, maupun anggota Satgas Monitoring Pelaporan Sikonda, dalam melakukan deteksi dini potensi gangguan keamanan dan konflik, pengumpulan informasi serta pelaporan kepada pihak berwenang terkait perkembangan situasi dan kondisi daerah. “Kami mengapresiasi Badan Kesbangpol Aceh dan Badan Kesbangpol Kabupaten Aceh Barat yang sangat concern dalam menjaga stabilitas kondisi daerah dan merawat keberlanjutan perdamaian di Aceh. Ini perlu dicontoh oleh lembaga lain yan terkait dengan peran Kesbang Pol,” ujar Marhaban seraya menambahkan, adalah suatu kebanggaan, karena Kabupaten Aceh Barat bisa menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Bimtek pelaporan dan analisis situasi kondisi daerah Kabupaten/Kota se Aceh.
Menurutnya, pelaksanaan Bimtek ini, bisa menjadi momentum untuk memperkuat kemampuan dalam deteksi dini dan sensitifitas terhadap setiap permasalahan yang menonjol di daerah, guna menjaga stabilitas keamanan dan mencegah terjadinya konflik. “Pelaporan dan analisis Sikonda sangat diperlukan dalam mengantisipasi berbagai potensi ancaman Kamtramtibmas di daerah, yang akan menjadi saran, pertimbangan atau rekomendasi yang disampaikan kepada kepala daerah dan unsur pimpinan daerah untuk digunakan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan yang tepat” tambah Marhaban.
Kegiatan pemantauan, pelaporan dan analisis situasi kondisi daerah merupakan suatu tugas yang wajib dilaksanakan secara bersama oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.
Ia berharap melalui kerja bersama, dan peran aktif masyarakat, bisa memberikan kontribusi positif demi keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, menuju terwujudnya Aceh yang damai dan sejahtera harap Marhaban.
Pada kesempatan itu, Marhaban juga berpesan kepada seluruh peserta bimtek untuk saling meningkatkan sinergitas dan koordinasi, serta mengoptimalkan penyelenggaraan kewaspadaan dini, deteksi dini, cegah dini, lapor cepat dan kerjasama antara aparatur pemerintah dengan masyarakat, maupun forum-forum kemasyarakatan lain yang ada didaerah tandasnya.
Sementara itu, Plh. Badan Kesbangpol Aceh diwakili Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Dedy Andrian, SE, MM., menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan Bimtek pelaporan dan analisis situasi kondisi daerah adalah untuk meningkatkan kemampuan bagi aparatur kesbangpol, dan staf pelapor dalam melakukan deteksi dini potensi gangguan keamanan dan konflik, pengumpulan informasi serta pelaporan kepada pihak berwenang terkait perkembangan situasi dan kondisi daerah, guna menjaga stabilitas dan merawat keberlanjutan perdamaian di Aceh. (M.Jamil)










