Home / Tak Berkategori

Selasa, 9 Juli 2024 - 14:29 WIB

Aksi Protes Orang Tua Siswa: PPDB dan Ongkos Pendidikan Jadi Sorotan

Sistem rebutan kursi PPDB ini membuat banyak anak putus sekolah karena tidak lolos ke sekolah negeri

Sistem rebutan kursi PPDB ini membuat banyak anak putus sekolah karena tidak lolos ke sekolah negeri

Tangerang, suararepubliknews.com – Selasa, 8 Juli 2024, aksi protes para orang tua siswa yang mengeluhkan praktik tidak sehat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan mahalnya ongkos pendidikan kembali mencuat. Puluhan orang tua siswa mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah dalam dunia pendidikan, khususnya sistem PPDB di sekolah negeri.

Kekecewaan Orang Tua Siswa

Beragam isi curahan hati mereka dituangkan dalam bentuk kekecewaan, mulai dari pesan “jangan ada jatah orang dalam di sekolah”. Ketua DPD LSM Garuda Nasional, Guntur Hutabarat, meminta pemerintah menghentikan sistem kompetisi tidak sehat dalam perebutan kursi sekolah.

Ancaman Putus Sekolah Akibat Sistem PPDB

Guntur menjelaskan, sistem rebutan kursi PPDB ini membuat banyak anak putus sekolah karena tidak lolos ke sekolah negeri. Keterbatasan ekonomi membuat orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. “Mereka saat ini terancam putus sekolah karena terkendala mahalnya biaya di sekolah swasta. Bahkan, tak sedikit dari mereka adalah anak-anak penerima KIP dan KJP yang gagal di berbagai jalur PPDB,” kata dia kepada wartawan di lokasi.

Pentingnya Pendidikan Gratis

Guntur menegaskan, sekolah bebas biaya harus disuarakan, sebagaimana diatur dalam Pasal 31 UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan pemerintah wajib membiayainya. “Amanah konstitusi ini dipertegas lagi dalam Pasal 34 UU Sisdiknas, bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya pendidikan tanpa memungut biaya,” lanjutnya.

Kolaborasi dengan Sekolah Swasta

Ia menyarankan pemerintah bekerjasama dengan sekolah swasta agar semua anak bangsa punya hak yang sama. “Tidak boleh lagi ada istilah gagal PPDB, karena semua anak harus kebagian kursi. Jika daya tampung sekolah negeri minim, maka pemda wajib melibatkan sekolah swasta,” tegasnya.

Kecurangan dalam Proses PPDB

Diketahui, sistem PPDB membuat sejumlah pihak melakukan kecurangan. Ada temuan “siswa titipan” yang masuk PPDB serta pemalsuan data di kartu keluarga. Contohnya, SMAN 1 yang berjarak 530 meter dikelilingi perkantoran, sementara SMAN 2 Kota Tangerang yang berjarak 750 meter tidak memiliki pemukiman di sekitarnya. “Dari mana siswa mereka?” tanyanya. “Calon siswa dari Tanah Tinggi tidak ada yang diterima di SMAN 2 meski jarak mereka paling dekat.”

Kurangnya Tindakan Hukum

Saat ini tidak ada instrumen untuk menindak, karena kejaksaan dan kepolisian belum terlibat. “Padahal ini jelas pelanggaran,” kata Guntur. Ia menyayangkan tindakan ilegal seperti penggunaan ijazah palsu, pemindahan alamat, atau penggunaan kartu keluarga palsu dalam proses PPDB. “Masing-masing daerah harus segera mempelajari kasusnya. Jika kasusnya berulang, berarti pemerintah ada pembiaran.

Aksi protes ini menggambarkan betapa pentingnya transparansi dan keadilan dalam sistem pendidikan, serta perlunya tindakan nyata dari pihak berwenang untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak. Semoga suara para orang tua ini didengar dan membawa perubahan yang positif dalam dunia pendidikan kita. (Rosita)

Share :

Baca Juga

Theresia Megawati Wijaya – Anggota DPRD Kota Tangerang dari Partai PSI: Mengapresiasi Kinerja Pantarlih
Satgas Polairud Maluku Intensifkan Edukasi Masyarakat Pesisir Jelang Pilkada 2024
Perayaan Hari Guru Nasional  ke-78 di SMP N 2 Tarumajaya Berjalan Baik
Polda Maluku Ajak Netizen Bijak dalam Bermedsos Jelang Pilkada Serentak: Lawan Hoax dan Ujaran Kebencian

Maluku

Interpol Terbitkan Red Notice Muhammad Riza Chalid, Polri Pastikan Keberadaan Terpantau
Barcelona Berusaha Bangkit dari Kekalahan Saat Bertandang ke Alaves: Prediksi dan Analisis Pertandingan La Liga Spanyol
Dinsos Kota Tangerang Berikan Bansos ke Mahasiswa, Masyarakat dan Bantuan Kursi Roda bagi Disabilitas

Muba

Wabup Rohman Buka Diskusi Tematik I: Muba Perkuat Kolaborasi Multipihak untuk Pembangunan Berkelanjutan

Contact Us