Tulungagung,Suararepubliknews.com – SRN Berbagai usaha termasuk sumber dana yang digunakan terus diupayakan.Salah satunya peningkatan infrastruktur jalan yang masuk dalam program inpres jalan daerah (IJD) di ruas jalan campurdarat boyolangu dan campurdarat sawo.
Hibah dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah untuk mendukung swasembada pangan dan energi dengan anggaran mencapai 18 milyar mulai dikerjakan pertengahan desember 2025 dan terhenti sekitar menjelang hari raya idul fitri 2026 sudah terlihat mengalami kerusakan, Tulungagung 31/03/2026.
Terutama beberapa bagian disekitar desa pelem kecamatan campurdarat kabupaten Tulungagung yang terlihat amblas sehingga muncul retakan serta berlobang bahkan beberapa bagian sampai harus diberi tanda peringatan agar tidak membahayakan para pengendara serta tanda berupa cat pada aspal jalan yang rusak tersebut.
Melihat hal tersebut beberapa masyarakat yang awalnya antusias ketika jalannya diperbaiki terlihat kecewa ketika dikonfirmasi.
‘Baru beberapa minggu terhitung para pekerja sudah mulai tidak lagi terlihat kondisi jalan sudah mulai rusak lagi padahal kami berharap jalan tersebut bisa awet sesuai dengan dana yang dikeluarkan untuk perbaikan’jelas salah satu perwakilan warga mengungkapkan kekecewaannya
Akankah kerusakan tersebut harus ditanggung oleh pemerintah daerah dengan mengalokasikan sumber dana dari APBD ataukah akan diperbaiki oleh rekanan yang mengerjakan sebelumnya.
Fenomena tersebut juga tak luput dari beberapa pantauan lembaga masyarakat.Salah satunya Susetyo nugroho selaku plh pktp ketika menyikapi anggaran untuk pelaksanaan ruas jalan campurdarat boyolangu dan ruas jalan campurdarat sawo.
‘Selain dari program ijd pelaksanaan rekontruksi jalan pada ruas tersebut juga dianggarkan oleh pemerintah daerah kabupaten Tulungagung baik pada APBD tahun 2025 dan 2026,termasuk pada perencanaan teknis (ded) sampai pada pelaksanaan bahkan di tahun 2026 untuk 2 ruas jalan tersebut mulai perencanaan teknis dipecah menjadi 2 termasuk pelaksanaanya juga, yang awalnya ditahun 2025 masih menjadi 1 perencanaan pada 2 ruas jalan yang sama’jelas susetyo nugroho ketika membeberkan laporan pelaksanaan APBD kabupaten Tulungagung tahun 2025 dan 2026.
Lebih lanjut susetyo nugroho juga mengungkapkan jumlah keseluruhan APBD tahun 2025 dan 2026 untuk 2 ruas jalan tersebut hampir sama dengan anggaran IJD.
Indikasi penumpukan anggaran APBD dengan mendompleng program IJD jelas terlihat, dengan melihat anggarannya dan perencanaan /DED yang tiap tahun di adakan, yang dipakai yang mana? kenapa bisa dianggarkan tiap tahun ?? hal ini yang harus dijawab oleh dinas terkait dalam penulisan selanjutnya. . ( . Kbt ).











