Moskow, suararepubliknews.com – Wartawan Amerika Serikat Evan Gershkovich, yang dibebaskan dari tahanan Rusia pada hari Kamis (01/08) sebagai bagian dari pertukaran tahanan besar-besaran, membuat permintaan mengejutkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin: sebuah wawancara eksklusif.
Permohonan Grasi dan Permintaan Wawancara
Gershkovich, yang merupakan koresponden The Wall Street Journal (WSJ) di Rusia, ditahan sejak Maret 2023 atas tuduhan spionase saat melakukan perjalanan peliputan di Yekaterinburg. Dalam tahanan, Gershkovich harus mengisi permohonan grasi resmi yang ditujukan kepada Putin. Menurut laporan WSJ, permohonan tersebut termasuk bagian kosong yang dapat diisi oleh tahanan.
“Dalam bahasa Rusia formal yang telah diasahnya selama 16 bulan di penjara, koresponden The Journal di Rusia mengisi halaman tersebut. Baris terakhir mengajukan usulannya sendiri: Setelah dibebaskan, apakah Putin bersedia duduk untuk wawancara?” tulis surat kabar itu.
Belum ada tanggapan resmi dari Putin mengenai permintaan wawancara tersebut.
Tuduhan Spionase dan Penolakan WSJ
Gershkovich dijatuhi hukuman 16 tahun penjara atas tuduhan spionase. Tuduhan ini dengan tegas dibantah oleh WSJ, yang menyatakan bahwa Gershkovich hanya melakukan tugas jurnalistik. Pemerintah AS, serta keluarga dan atasan Gershkovich, secara konsisten menuntut pembebasannya sejak penahanannya.
Pertukaran Tahanan Melibatkan Beberapa Negara
Pertukaran tahanan yang terjadi pada hari Kamis ini melibatkan Rusia, Belarusia, dan beberapa negara Barat, dengan koordinasi dari dinas rahasia Turki, MIT. Pertukaran tersebut dilakukan di bandara Ankara, melibatkan penyerahan 26 tahanan.
Selain Gershkovich, pertukaran ini juga melibatkan mantan marinir AS Paul Whelan dan jurnalis dengan kewarganegaraan ganda AS-Rusia, Alsu Kurmasheva. Dari pihak Jerman, Rico K, yang telah dijatuhi hukuman mati di Belarusia atas dugaan keterlibatannya dalam serangan bom dan kemudian diampuni, juga termasuk dalam pertukaran tersebut.
Pembebasan Kritikus Kremlin
Dari pihak Rusia, beberapa kritikus terkemuka Kremlin seperti Vladimir Kara-Murza dan Ilya Yashin dibebaskan dari tahanan. Pembebasan mereka menandai titik penting dalam hubungan internasional yang tegang antara Rusia dan Barat. (Stg)
Sumber: Anews “Wall Street Journal reporter freed from jail asked Putin for interview”










