Home / Tak Berkategori

Minggu, 11 Juni 2023 - 16:44 WIB

PJ Bupati Aceh Barat Drs. Mahdi Efendi Hadiri Penas XVI Petani Nelayan di Bandara Udara Sutan Syahrir Padang

PJ Bupati Aceh Barat Drs. Mahdi Efendi hadiri Penas XVI petani nelayan di lapangan udara Sutan Syahrir Padang,10/6/23.

PADANG – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat Drs Mahdi Efendi langsung menghadiri kegiatan Pekan Nasional (Penas) XVI Petani Nelayan, yang dilaksanakan di Lapangan Udara Sutan Syahrir Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/06/2023).

Kegiatan yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 ini, pada rencana awalnya dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Jokowidodo, namun belakangan karena satu dan lain hal, batal hadir dan diwakili Menteri Koordinator Perekonomian Erlangga Hartarto.

Mahdi Efendi yang hadir pada egenda empat tahunan ini mengatakan, Penas ini merupakan ajang konsolidasi petani dan nelayan seluruh Indonesia, dalam rangka memperkuat ketahanan pangan Indonesia. “Negara ini kuat karena ada petani yang hebat. Momentum Penas ke XVI ini adalah agenda yg sangat ditunggu dan dirindukan petani peternak pekebun di seluruh Indonesia, tak terkecuali dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat,” kata Mahdi.

Ia berharap agenda ini tidak hanya seremonial semata, tapi untuk mengakomodir kerinduan petani bagi terwujudnya semangat kebangsaan yang semakin kokoh, kompak. Sehingga petani dan nelayan juga semakin solid dan kuat.

Mahdi yang baru saja tiba melakukan lawatan dinasnya dari Jakarta langsung menuju arena Penas yang dihadiri ribuan petani dan nelayan seluruh Indonesia, guna menyaksikan kemajuan ekonomi dan produk pertanian yang sangat inovatif. “Penas ini merupakan forum pertemuan yang telah digelar sejak tahun 1971, hingga kini kegiatan terus diformulasikan untuk kemajuan dan peningkatan kesejahteraan petani, karena forum ini kata Mahdi menjadi bagian yang sangat strategis dalam upaya membangun kesepahaman antara pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan.”

Sementara dalam kaitan mengantisipasi dampak Elnino ia mengharapkan para petani bisa menjaga ketersediaan air, dengan tidak boros memakai air. Kondisi cuaca yang sangat ekstrim beberapa bulan terakhir ini dikhawatirkan petani bisa gagal panen,. “Untuk itu kita mengajak petani agar bisa tetap bercocok tanam walaupun air sedikit dan bagaimana menjaga tanaman saat musim kemarau, termasuk varietas yang tahan akan cuaca tertentu” ucapnya
Sementara itu kepala Dinas Pertanian tanaman pangan dan hortikultura Kabupaten Aceh Barat Syafrizal, SP, M.Sc mengatakan, Pemerintah Aceh Barat mengirimkan 106 orang peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian, petani dan nelayan dan organisasi tani, KTNA yang dipilih sebanyak 5 orang dari masing-masing kecamatan.
Ajang pertemuan petani, maupun insan pertanian itu diharapkan bisa mengadopsi inovasi dari propinsi maupun kabupaten se Indonesia, untuk diterapkan di Aceh Barat, ucapnya

PADANG – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat Drs Mahdi Efendi langsung menghadiri kegiatan Pekan Nasional (Penas) XVI Petani Nelayan, yang dilaksanakan di Lapangan Udara Sutan Syahrir Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/06/2023). Kegiatan yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 ini, pada rencana awalnya dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Jokowidodo, namun belakangan karena satu dan lain hal, batal hadir dan diwakili Menteri Koordinator Perekonomian Erlangga Hartarto. Mahdi Efendi yang hadir pada egenda empat tahunan ini mengatakan, Penas ini merupakan ajang konsolidasi petani dan nelayan seluruh Indonesia, dalam rangka memperkuat ketahanan pangan Indonesia. “Negara ini kuat karena ada petani yang hebat. Momentum Penas ke XVI ini adalah agenda yg sangat ditunggu dan dirindukan petani peternak pekebun di seluruh Indonesia, tak terkecuali dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat,” kata Mahdi. Ia berharap agenda ini tidak hanya seremonial semata, tapi untuk mengakomodir kerinduan petani bagi terwujudnya semangat kebangsaan yang semakin kokoh, kompak. Sehingga petani dan nelayan juga semakin solid dan kuat. Mahdi yang baru saja tiba melakukan lawatan dinasnya dari Jakarta langsung menuju arena Penas yang dihadiri ribuan petani dan nelayan seluruh Indonesia, guna menyaksikan kemajuan ekonomi dan produk pertanian yang sangat inovatif. “Penas ini merupakan forum pertemuan yang telah digelar sejak tahun 1971, hingga kini kegiatan terus diformulasikan untuk kemajuan dan peningkatan kesejahteraan petani, karena forum ini kata Mahdi menjadi bagian yang sangat strategis dalam upaya membangun kesepahaman antara pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan.” Sementara dalam kaitan mengantisipasi dampak Elnino ia mengharapkan para petani bisa menjaga ketersediaan air, dengan tidak boros memakai air. Kondisi cuaca yang sangat ekstrim beberapa bulan terakhir ini dikhawatirkan petani bisa gagal panen,. “Untuk itu kita mengajak petani agar bisa tetap bercocok tanam walaupun air sedikit dan bagaimana menjaga tanaman saat musim kemarau, termasuk varietas yang tahan akan cuaca tertentu” ucapnya Sementara itu kepala Dinas Pertanian tanaman pangan dan hortikultura Kabupaten Aceh Barat Syafrizal, SP, M.Sc mengatakan, Pemerintah Aceh Barat mengirimkan 106 orang peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian, petani dan nelayan dan organisasi tani, KTNA yang dipilih sebanyak 5 orang dari masing-masing kecamatan. Ajang pertemuan petani, maupun insan pertanian itu diharapkan bisa mengadopsi inovasi dari propinsi maupun kabupaten se Indonesia, untuk diterapkan di Aceh Barat, ucapnya Ia berharap pemerintah pusat agar lebih memperhatikan lagi petani di daerah, dengan program yang langsung menyentuh petani dan nelayan, sehingga potensi pertanian daerah mampu menjaga ketahanan pangan. “Pada pergelaran ini juga akan dilaksanakan rembug tani nelayan untuk membahas persoalan pembangunan pertanian yang hasilnya akan dijadikan rekomendasi dari petani dan nelayan untuk pemerintah,” pungkas Syafrizal.(MIL).

berharap pemerintah pusat agar lebih memperhatikan lagi petani di daerah, dengan program yang langsung menyentuh petani dan nelayan, sehingga potensi pertanian daerah mampu menjaga ketahanan pangan. “Pada pergelaran ini juga akan dilaksanakan rembug tani nelayan untuk membahas persoalan pembangunan pertanian yang hasilnya akan dijadikan rekomendasi dari petani dan nelayan untuk pemerintah,” pungkas Syafrizal.(MIL)

Share :

Baca Juga

Proyek Pemakaman Modern di Tulungagung Menuai Kontroversi
Kesewenang-wenangan Oknum Management Alfamart Terhadap Karyawan: Kisah Michael Johanes Munthe
Polda Maluku  Berjajnji Akan Mengambil Tindakan Tegas Terhadap Pelaku Rendaman.
Pj Bupati Muba H Apriyadi Mahmud Pastikan Pembangunan Jalan Sekayu-BandarJaya Dikerjakan Sesuai Target
Sidang Sengketa Lahan Nomor 135: Kepala Desa Mekarsari Tegaskan Tidak Ada Tumpang Tindih Kepemilikan
Misteri Sosok Mirip Ninja Viral di Pandeglang, Polisi Pastikan Ini Hanya Hoaks
Pj Bupati Apriyadi Ikuti RUPS Bank Sumsel Babel Tahun Buku 2023
Polda Maluku Ikut Kegiatan Penandatangan Pakta Integritas Seleksi Dikbangum Terpadu 2024

Contact Us