Home / Tangerang Raya

Senin, 30 Maret 2026 - 19:19 WIB

Potret Buruk Tata Ruang: Bangunan 3 Lantai Tanpa PBG Lolos dari Radar WaliKota Tangerang

TANGERANG – Suara republik news.Com Sebuah bangunan komersial berlantai tiga di Jalan Ketapang Raya, Cipondoh, Kota Tangerang, kini menjadi pusat sorotan publik. Dari informasi warga setempat bangunan tersebut akan difungsikan sebagai tempat Bimbingan Belajar (Bimbel) ini diduga kuat berdiri tanpa mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ketiadaan papan informasi proyek dan dokumen resmi di lokasi menjadi indikasi kuat adanya “main mata” atau pembiaran yang mencoreng wajah penegakan hukum di wilayah tersebut.

Saat dikonfirmasi, Ketua RW setempat mengaku mengetahui keberadaan bangunan tersebut. Ia menyebutkan bahwa bangunan itu rencananya digunakan untuk kegiatan bimbingan belajar. Namun, terkait perizinan, pihaknya mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Informasinya bangunan itu untuk bimbel, dan pemiliknya disebut-sebut seorang Sekretaris Dinas Pendidikan di wilayah Jakarta Barat. Tanpa menyebutkan namanya. Tapi untuk soal izin, saya tidak tahu,” ujar Ketua RW.Sabtu (28/03/2026).

Dalam Investigasi lapangan, mengungkap rumor yang lebih mengejutkan; bangunan tersebut diduga milik seorang pejabat tinggi (Sekretaris Dinas Pendidikan) di wilayah Jakarta Barat. Jika benar, hal ini memperkuat dugaan adanya relasi kuasa yang membuat aparat penegak Perda di Kota Tangerang seolah “tumpul” dan tak berdaya melakukan penindakan, meski pelanggaran kasat mata terjadi di depan publik.

Kondisi ini memicu kritik tajam terhadap kinerja Wali Kota Tangerang. Sebagai pemegang otoritas tertinggi di daerah, Wali Kota dinilai lemah dan kurang tegas pada jajarannya, terutama Dinas Perkim dan Satpol PP, bekerja maksimal dalam fungsi pengawasan.

 

Secara yuridis, pembangunan tanpa PBG adalah pelanggaran fatal terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021. Aturan ini secara tegas mewajibkan pemilik gedung memenuhi standar teknis dan administratif sebelum konstruksi dimulai.

Baca Juga  13 Miliar Uang Rakyat! Proyek Pedestrian Jalan Raya Serpong Dikerjakan Asal-Asalan, DPU Banten Tutup Mata?

Selain kerugian finansial, aspek keselamatan publik juga dipertaruhkan. Tanpa proses PBG, kelayakan struktur bangunan 3 lantai tersebut tidak teruji secara teknis sesuai standar keamanan nasional. Wali Kota Tangerang dianggap mempertaruhkan nyawa para siswa bimbel dan warga sekitar demi menoleransi bangunan yang tidak jelas status hukumnya, sebuah risiko yang tidak seharusnya diambil oleh seorang kepala daerah.

Publik kini mendesak adanya tindakan konkret, bukan sekadar janji evaluasi. Sesuai mandat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Wali Kota wajib menegakkan Perda dan peraturan perundang-undangan. Jika tidak ada tindakan tegas berupa penyegelan atau pembongkaran, maka kredibilitas Pemerintah Kota Tangerang dalam menciptakan ketertiban umum patut dipertanyakan dan dianggap gagal total.

Sampai saat ini pihak dinas terkait belum dapat dimintai tanggapan atas dugaan bangunan tidak berizin ini.

( Team ).

Share :

Baca Juga

Tangerang Raya

Irwasda Polda Banten dan Kapolresta Tangerang Tinjau Kesiapan Dapur SPPG di PT. Boga Rasa Tama Cikupa

Tangerang Raya

Kapolsek Tangerang Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026, Tekankan Peran Pers Perkuat Bangsa.

Tangerang Raya

Camat Cikupa Pastikan Pelayanan Adminduk Tanpa Pungutan, Warga Diajak Tertib Administrasi

Tangerang Raya

Rehabilitasi Gedung SMPN 2 Mauk Terkesan Asal Jadi, Aktivis Nilai Buang-Buang Anggaran

Tangerang Raya

GATRA Soroti Pencabutan Segel PT Esa Jaya Putra, Satpol PP Kota Tangerang Dinilai Abaikan Prosedur

Tangerang Raya

Pemkot Tangerang Perkuat PBG Dan SLF Untuk Investasi Yang Aman Dan Berkelanjutan

Tangerang Raya

Jasad Bayi Ditemukan di TPS Liar Sepatan Timur, Warga Soroti Dugaan Pembiaran Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal

Tangerang Raya

Bangunan di Neglasari Diduga Ilegal, Tak Miliki PBG dan AMDAL, Luput dari Pengawasan dan Penindakan Perda

Contact Us