Home / Internasional

Kamis, 30 Mei 2024 - 12:01 WIB

Putin Peringatkan Konsekuensi Bila Wilayah Rusia Diserang Ukraina Gunakan Senjata Bantuan dari Barat

Janji bantuan untuk tahun 2024 datang dari Belgia, yang menambah bantuan tersebut dengan komitmen untuk memberikan 30 jet tempur F-16 kepada Ukraina dalam empat tahun ke depan.

Kyiv, SuaraRepublikNews.com, – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menerima janji bantuan militer senilai 1 miliar dolar untuk yang kedua kalinya dalam beberapa hari pada hari Rabu (29/05)  dalam lawatannya ke tiga negara Uni Eropa, sementara Presiden Vladimir Putin memperingatkan bahwa menggempur wilayah Rusia dengan persenjataan yang dipasok oleh negara-negara Barat dapat membuat perang memasuki jalur yang berbahaya.

“Misi kami adalah mengerahkan F-16 pertama di medan perang tahun ini dan memperkuat posisi kami,” kata Zelenskyy.

Dia kemudian melakukan perjalanan ke Portugal, di mana dia mengatakan bahwa penting bagi para pendukung Ukraina untuk tidak membiarkan diri mereka disesatkan oleh Rusia dan bahwa “kita tidak bosan dengan perang.”

Dilansir dari medaia Apnews, serangan pasukan militer Rusia yang dilengkapi dengan peralatan yang lebih cangih yang terjadi di Ukraina timur dan timur laut saat musim panas semakin dekat telah membawa Ukraina pada ujian militer terbesarnya sejak invasi besar-besaran Rusia dimulai pada Februari 2022.

Lambatnya pengiriman dukungan oleh mitra-mitra Baratnya, terutama penundaan yang lama dalam bantuan militer AS, telah membuat Ukraina bergantung pada kekuatan militer dan angkatan udara Rusia yang lebih besar.

Negara-negara Eropa telah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina dalam peran pendukung, sementara wacana untuk menyerahkan aset-aset Rusia yang disita kepada Ukraina semakin membuat Moskow marah.

Putin telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak terlibat lebih dalam dalam pertempuran, dengan ancaman konflik nuklir.

Penggunaan senjata jarak jauh yang dipasok Barat oleh Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia dapat membawa eskalasi yang berbahaya, kata Putin pada hari Selasa, saat memberikan keterangan kepada para wartawan dalam sebuah perjalanan ke Uzbekistan.

Baca Juga  Sukarno, Ende, dan Katolik

Penggunaan senjata semacam itu akan bergantung pada data intelijen Barat dan menyiratkan keterlibatan personil militer NATO, kata Putin, dan memperingatkan aliansi tersebut bahwa mereka harus menyadari konsekuensi yang mungkin terjadi.

“Perwakilan dari negara-negara anggota NATO, terutama di Eropa, harus menyadari apa yang mereka hadapi,” katanya, seraya menambahkan bahwa “negara-negara dengan wilayah kecil dan populasi yang padat” harus berhati-hati.

Belanda berkomitmen untuk segera merakit sistem pertahanan udara Patriot dengan mitra-mitra utama Uni Eropa, karena menurut Zelenskyy, sistem ini merupakan kunci untuk menghentikan Rusia menghantam jaringan listrik dan wilayah sipil Ukraina, serta target-target militer, dengan bom-bom luncur yang sangat menghancurkan.

Kepala NATO Jens Stoltenberg menyambut baik langkah tersebut, namun ia menegaskan bahwa masih banyak yang harus diupayakan.

“Kami telah melihat beberapa kemajuan, tetapi lebih banyak kemajuan dan lebih banyak sistem pertahanan udara sangat dibutuhkan di Ukraina,” kata Stoltenberg saat ia menuju ke pertemuan para menteri pertahanan Uni Eropa. (Stg)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, NATO, AS, Uni Eropah, Headline

Share :

Baca Juga

Internasional

Biden Menyetujui Secara Rahasia Ukraina  Menggunakan senjata AS untuk Menyerang Rusia: Laporan

Internasional

Korea Selatan Larang Video Viral Propaganda Korea Utara yang Memuji Kim

Internasional

Pengadilan Internasional Keluarkan Perintah Langkah-Langkah Tambahan dalam Kasus Genosida Israel

Internasional

Sutradara Teater dan Penulis Naskah di Rusia Diadili atas Drama yang Menurut Pihak Berwenang Membenarkan Terorisme

Internasional

Sedikitnya 19 Orang Terluka saat Rusia Menghantam Jaringan Listrik UKRAINA Lewat Rangkaian Serangan Terbar

Internasional

Saya Menangis Sepanjang Hari’, Ungkap Seorang SiswiTentang Perundungan Di Sekolah

Internasional

Rusia Bombardir Rel Kereta Api Ukraina, Anak-anak Dievakuasi

Internasional

Vatikan Meminta Maaf Setelah Paus Fransiskus Menyebut Istilah yang Menghina Kaum

Contact Us