Walau kerap dianggap tanda penuaan, uban pada anak-anak bisa terjadi karena berbagai faktor yang patut diwaspadai. Dari genetik hingga kekurangan nutrisi, ketahui penyebab dan cara menanganinya
Jakarta, suararepubliknews.com – Rambut putih atau uban sering kali diasosiasikan dengan penuaan. Namun, bagaimana jika uban muncul pada anak-anak? Tentu hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran pada orangtua. Walaupun kondisi ini tergolong langka, faktanya, uban pada anak dapat terjadi karena beberapa faktor mendasar. Mulai dari genetik hingga faktor lingkungan, banyak hal yang bisa menyebabkan rambut anak menjadi beruban.
Berikut adalah beberapa faktor penyebab uban pada anak yang penting untuk dipahami para orangtua agar dapat mengambil langkah-langkah tepat dalam mengatasinya.
Genetik Menjadi Faktor Utama Penyebab Uban pada Anak
Penyebab uban pada anak yang paling umum adalah faktor genetik. Gen tertentu pada keluarga dapat memengaruhi produksi melanin, yaitu pigmen yang bertanggung jawab memberikan warna pada rambut. Melanin diproduksi oleh melanosit, yang seiring bertambahnya usia cenderung mengalami penurunan produksi. Namun, pada beberapa kasus, anak-anak dengan gen tertentu bisa mengalami kondisi ini lebih cepat.
Menurut studi yang diterbitkan oleh Kids Health, sebagian besar individu akan mulai beruban pada usia yang sama dengan orangtua atau kakek-nenek mereka. Maka dari itu, jika ada riwayat keluarga yang uban di usia muda, anak juga kemungkinan besar memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami uban dini dibanding anak-anak pada umumnya.
Penyakit dan Kondisi Medis Lainnya yang Mempengaruhi Warna Rambut
Selain faktor genetik, ada beberapa kondisi atau penyakit tertentu yang dapat menyebabkan rambut anak berubah warna menjadi abu-abu atau putih. Kondisi-kondisi ini umumnya juga disertai dengan gejala lain yang perlu diperhatikan.
- Vitiligo
Vitiligo adalah kondisi autoimun yang menyebabkan kulit kehilangan kemampuan untuk menghasilkan melanin. Selain menyebabkan bercak putih pada kulit, vitiligo juga dapat memengaruhi warna rambut, termasuk rambut pada anak-anak. - Penyakit Graves dan Hashimoto
Keduanya adalah penyakit autoimun yang memengaruhi fungsi tiroid. Penyakit Graves menyebabkan hiperaktivitas pada kelenjar tiroid (hipertiroidisme), sedangkan Hashimoto menyebabkan tiroid kurang aktif (hipotiroidisme). Kedua kondisi ini dapat mengubah pigmentasi pada rambut, sehingga anak bisa mengalami uban lebih dini. - Sindrom Waardenburg
Ini adalah kelainan genetik yang dapat menyebabkan perubahan warna pada rambut, kulit, dan mata, serta gangguan pendengaran. Pada sindrom ini, rambut putih dapat muncul sejak lahir atau di masa kanak-kanak. - Tuberous Sclerosis
Tuberous sclerosis adalah kelainan genetik yang jarang terjadi, di mana tumor jinak tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk otak, kulit, dan sumsum tulang belakang. Selain menyebabkan pertumbuhan tumor, kondisi ini dapat memengaruhi warna rambut. - Neurofibromatosis
Neurofibromatosis adalah kelainan genetik yang bisa menyebabkan pertumbuhan tumor pada jaringan saraf. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak dan bisa memengaruhi warna rambut, yang kadang membuatnya tampak lebih putih.
Dampak Stres pada Kesehatan Rambut Anak
Stres juga bisa menjadi pemicu timbulnya uban pada anak. Kondisi stres yang intens dapat memicu pelepasan zat kimia norepinefrin ke dalam folikel rambut, tempat melanosit memproduksi melanin. Pelepasan norepinefrin ini dapat mengurangi produksi melanosit, sehingga rambut menjadi beruban. Stres bisa timbul dari banyak hal, mulai dari lingkungan, tekanan akademis, atau kondisi emosional yang dialami anak.
Kekurangan Nutrisi: Salah Satu Penyebab Uban Dini
Selain genetik dan penyakit, kekurangan nutrisi tertentu juga bisa menjadi penyebab uban pada anak. Beberapa nutrisi penting bagi kesehatan rambut adalah sebagai berikut:
- Vitamin B12
Studi dalam International Journal of Trichology menemukan bahwa kekurangan vitamin B12 bisa menjadi salah satu tanda penyebab uban dini. Asupan makanan yang kurang teratur atau pola makan yang tidak seimbang dapat mengurangi kadar vitamin B12 di dalam tubuh. - Tembaga (Copper) dan Zinc
Pada tahun 2022, sebuah studi menunjukkan bahwa mereka yang mengalami ubanan dini memiliki kadar zinc dan tembaga yang lebih rendah. Meskipun kadar tembaga tidak begitu signifikan, namun zinc memiliki pengaruh penting dalam menjaga kesehatan rambut. - Vitamin D dan Kalsium
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2013, anak-anak yang mengalami uban dini cenderung memiliki kadar vitamin D3 dan kalsium yang rendah. Hal ini dapat mempengaruhi pigmentasi pada rambut sehingga anak-anak rentan mengalami uban di usia dini.
Paparan Lingkungan dan Pengaruhnya pada Rambut
Selain faktor internal, faktor eksternal seperti paparan sinar matahari dan polusi juga berperan dalam munculnya uban pada anak. Sinar ultraviolet (UV) dapat merusak sel-sel rambut dan mengakibatkan stres oksidatif, yang berdampak pada penurunan produksi melanin. Selain itu, penggunaan produk perawatan rambut yang tidak sesuai atau mengandung bahan kimia keras juga bisa mempercepat kerusakan rambut dan memicu timbulnya uban.
Cara Menghilangkan Uban pada Anak dengan Pendekatan yang Aman
Mengatasi uban pada anak perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh kekurangan nutrisi, orangtua dapat meningkatkan asupan makanan bergizi yang kaya vitamin dan mineral seperti vitamin B12, zinc, kalsium, dan tembaga. Namun, untuk kasus yang lebih kompleks, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Beberapa langkah yang mungkin disarankan dokter antara lain:
- Pengobatan Medis
Jika uban disebabkan oleh gangguan medis seperti vitiligo atau penyakit tiroid, dokter mungkin akan memberikan perawatan medis yang dapat membantu mengembalikan pigmentasi pada rambut. - Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak
Pastikan anak mendapatkan asupan makanan yang seimbang dan kaya nutrisi, termasuk vitamin D3, vitamin B12, zinc, kalsium, dan tembaga. - Hindari Paparan Berlebihan dari Sinar Matahari dan Polusi
Lindungi rambut anak dari paparan sinar matahari dengan topi atau berada di tempat teduh, serta kurangi paparan terhadap polusi yang dapat mempercepat proses beruban. - Pilih Produk Perawatan Rambut yang Tepat
Gunakan produk perawatan rambut yang dirancang khusus untuk anak-anak dan hindari produk dengan bahan kimia keras. Jika perlu menutupi uban, gunakan pewarna rambut sementara yang terbuat dari bahan alami seperti henna atau bubuk kenari yang aman untuk anak-anak.
Mitos Mencabut Uban pada Anak
Ada mitos yang menyebutkan bahwa mencabut satu uban akan membuat uban tumbuh lebih banyak. Faktanya, mencabut uban tidak menyebabkan pertumbuhan uban yang lebih banyak, namun tindakan ini dapat menimbulkan trauma pada folikel rambut. Bila dilakukan terlalu sering, hal ini bahkan dapat menyebabkan infeksi atau luka pada kulit kepala. Lebih baik konsultasikan pada dokter untuk mengetahui metode yang aman dalam mengatasi uban pada anak.
Kemunculan uban pada anak tidak selalu menjadi tanda penuaan, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti genetik, kondisi medis, kekurangan nutrisi, dan paparan lingkungan. Orangtua dapat melakukan berbagai cara untuk menangani uban pada anak sesuai penyebabnya, dari memenuhi kebutuhan nutrisi hingga memilih produk perawatan yang aman. Yang terpenting adalah selalu berkonsultasi dengan tenaga medis jika kondisi ini mengkhawatirkan atau disertai gejala lainnya.
Sumber: Park, S. Y., Kim, H. J., & Ahn, S. K. (2014). Piebaldism with neurofibromatosis type I: a familial case. Annals of dermatology, 26(2), 264–266. https://doi.org/10.5021/ad.2014.26.2.264
Chakrabarty, S., Krishnappa, P. G., Gowda, D. G., & Hiremath, J. (2016). Factors Associated with Premature Hair Graying in a Young Indian Population. International journal of trichology, 8(1), 11–14. https://doi.org/10.4103/0974-7753.179384
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024










